PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mengumumkan rencana perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) melalui mekanisme penghapusan pencatatan saham (delisting) secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia. Sebagai bagian dari proses ini, pengendali baru yaitu PT Iforte Solusi Infotek akan melaksanakan Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer) pada harga Rp5.400 per saham. Aksi korporasi ini dijadwalkan akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026.
Rincian Aksi Korporasi Go Private IBST
Rencana go private ini dilatarbelakangi oleh evaluasi strategi bisnis jangka panjang Grup TOWR untuk pengelolaan aset dan operasional yang lebih efisien. PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), yang merupakan anak perusahaan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), saat ini menguasai 99,95% saham IBST per 31 Maret 2026.
Harga penawaran tender sukarela ditetapkan sebesar Rp5.400 per saham, yang lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir sebesar Rp5.374 per saham. Pelaksanaan go private ini mewajibkan persetujuan dari Pemegang Saham Independen melalui RUPSLB sesuai dengan ketentuan POJK 45/2024.
Jadwal Lengkap Rencana Go Private dan Delisting IBST
Berikut adalah rincian estimasi jadwal pelaksanaan aksi korporasi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk:
| No | Aktivitas | Perkiraan Tanggal |
| 1 | Pengumuman RUPSLB dan Keterbukaan Informasi | 21 April 2026 |
| 2 | Tanggal DPS Pemegang Saham yang berhak hadir (Recording Date) | 5 Mei 2026 |
| 3 | Pemanggilan RUPSLB | 6 Mei 2026 |
| 4 | Pelaksanaan RUPSLB | 5 Juni 2026 |
| 5 | Pernyataan Efektif Penawaran Tender Sukarela dari OJK | 29 Juni 2026 |
| 6 | Masa Penawaran Tender Sukarela | 1 Juli – 30 Juli 2026 |
| 7 | Tanggal Akhir Pembayaran Penawaran Tender Sukarela | 11 Agustus 2026 |
| 8 | Perkiraan BEI Membatalkan Pencatatan Efek (Delisting) | 8 April 2027 |
Dampak bagi Investor
Pemegang saham publik yang memiliki sekitar 0,05% saham atau setara 650.832 lembar saham memiliki opsi untuk menjual sahamnya pada harga premium yang ditawarkan. Apabila investor tidak bersedia menjual sahamnya dalam masa Penawaran Tender Sukarela, mereka akan tetap menjadi pemegang saham pada perusahaan tertutup yang tidak lagi diperdagangkan di bursa.
Likuiditas saham IBST akan hilang sepenuhnya setelah proses delisting selesai dilakukan pada April 2027. Investor disarankan untuk meninjau kembali strategi pengelolaan aset mereka sehubungan dengan perubahan status perusahaan ini.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, IBST mencatatkan total aset sebesar Rp3.945.568 juta dengan ekuitas mencapai Rp2.579.828 juta. Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp411.441 juta pada 2025, berbalik dari kerugian Rp1.850.836 juta pada periode 2024.
Rasio keuangan menunjukkan Net Profit Margin (NPM) sebesar 47,19% dan Return on Equity (ROE) sebesar 15,95% untuk tahun 2025. Kondisi ini mencerminkan pemulihan profitabilitas sebelum perseroan memutuskan untuk melakukan rencana go private.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Go Private dan Delisting IBST
FAQ
Apakah pemegang saham wajib menjual sahamnya? Pemegang saham publik tidak diwajibkan secara paksa, namun mereka yang tidak menjual akan memegang saham perusahaan tertutup yang tidak memiliki pasar sekunder untuk diperdagangkan.
Bagaimana cara mengikuti Penawaran Tender Sukarela? Prosedur rinci mengenai pemberian kuasa dan partisipasi akan disampaikan dalam Pemanggilan RUPSLB pada 6 Mei 2026 melalui situs web BEI dan Perseroan.
Poin Penting bagi Investor
- Harga penawaran tender sukarela ditetapkan Rp5.400 per saham.
- RUPSLB untuk persetujuan rencana ini akan digelar pada 5 Juni 2026.
- Aksi ini bertujuan untuk restrukturisasi dan efisiensi operasional di bawah Grup TOWR.
- Saham IBST diperkirakan resmi keluar dari bursa (delisting) pada 8 April 2027.
Profil Singkat Perusahaan
PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) adalah penyedia menara dan infrastruktur telekomunikasi yang mulai beroperasi komersial sejak September 2006. Perseroan berkantor pusat di Kudus, Jawa Tengah, dan merupakan bagian dari jaringan bisnis telekomunikasi yang dikendalikan oleh Iforte melalui kepemilikan mayoritas.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


