Jakarta, 28 April 2026 – Perseroan telah menerbitkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit dan tidak direviu pada tanggal dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, melalui surat Perseroan No. 030/GOTO/CS/JKT/IV/2026, tanggal 28 April 2026.
Perseroan, ekosistem digital terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026. Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan terus meningkatkan skala seiring dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (ATU) sebesar 22% YoY menjadi 69 juta. Pendapatan bersih tumbuh 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 65% YoY menjadi Rp138 triliun, dengan total GTV naik menjadi Rp236 triliun, meningkat 63% YoY.
EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp907 miliar, naik 131% YoY, menunjukkan awal yang kuat menuju pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
Perseroan juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun, menunjukkan perbaikan fundamental bisnis, profitabilitas dan disiplin biaya.
Imbalan jasa e-commerce Perseroan dari PT Tokopedia mencapai Rp288 miliar.
Perseroan terus meningkatkan kemampuan teknologinya, memperkenalkan program Al baru yang menyatukan semua inisiatif Al di bawah satu strategi yang berfokus pada pelanggan, yang akan menurunkan biaya layanan, meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.
Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU) Fintech meningkat sebesar 33% YoY menjadi 27,5 juta, mendorong lebih dari dua miliar transaksi pada Kuartal 1 2026, naik 84% YoY. GTV inti tumbuh 72% YoY menjadi Rp131 triliun, didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada segmen pembayaran konsumen serta pertumbuhan yang solid pada jumlah pengguna dan transaksi.
Pendapatan bersih tumbuh 58% YoY menjadi Rp1,9 triliun, didorong oleh akuisisi pengguna yang solid, pertumbuhan yang kuat di segmen bisnis pembayaran, dan nilai buku pinjaman yang tumbuh berkelanjutan. EBITDA yang disesuaikan tumbuh 674% YoY mencapai rekor Rp364 miliar. Hal ini mencerminkan keberhasilan mempertahankan profitabilitas selama enam kuartal berturut-turut, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan operating leverage.
Aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman yang mencapai Rp9,9 triliun, meningkat 59% YoY. Di sisi lain, kualitas kredit tetap konsisten, menunjukkan tata kelola risiko GoTo yang berbasis data mampu mendukung pertumbuhan sambil memastikan risiko kredit tetap terjaga.
GTV On-Demand Services tumbuh 4% YoY menjadi Rp16,3 triliun, sedangkan pendapatan bersih tumbuh 12% YoY, mencapai Rp3,4 triliun, didorong oleh perubahan bauran produk dan rasionalisasi belanja insentif. EBITDA yang disesuaikan naik 40% YoY mencapai rekor Rp439 miliar, yang menandai perbaikan EBITDA yang disesuaikan positif selama tujuh kuartal berturut-turut.
Perseroan terus menunjukkan kemajuan di segmen menengah atas (affluent), dengan kelompok Pengguna dengan Pengeluaran Sangat Tinggi yang tumbuh 18% YoY. Perseroan tetap berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan melalui kemampuan baru di segmen mass market yang tengah dikembangkan.
Kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas utama dan fundamental bagi ketahanan bisnis. Perseroan mendistribusikan pembayaran Bonus Hari Raya (BHR) kurang lebih Rp110 miliar kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat, dan mulai menyediakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat sejak 1 Februari.
Perseroan terus berkomitmen pada keberlanjutan, inklusi, dan pengembangan komunitas. Laporan Keberlanjutan tahunan Perseroan, yang menguraikan inisiatif dan kemajuan ESG untuk tahun 2025, kini tersedia bersama Laporan Tahunan Perseroan 2025. Keduanya dapat dilihat di situs web Perseroan. Perkembangan lain dari kuartal 1 2026 mencakup peningkatan Peringkat ESG MSCI menjadi AA, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam kinerja ESG Perseroan
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin