ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Evolusi Pemegang Saham BACA dan Kisah Waran BACA

Skydrugz Corner: Evolusi Pemegang Saham BACA dan Kisah Waran BACA

Pengendali Waran $BACA $BACA-W2

Menurut saya BACA adalah bank yang biasa saja. Labanya kecil, ROA, ROE, NPM kecil. Tidak ada yang istimewa dari bank ini.

Melihat kondisi perusahaan yang nothing special seperti ini maka satu-satunya harapan agar bank ini bisa survive adalah merger atau diakusisi oleh bank lain.

Untuk masalah merger dan akuisisi, itu urusan para pengendali saja.

Saya lebih tertarik melihat waran BACA. Jumlah saham induk BACA kelihatannya banyak dikuasai oleh publik. Namun bisa saja akun publik ini banyak yang isinya nominee alias akun titipan. Who knows. Praktik akun nominee ini adalah hal yang lazim di Indonesia. Bagi yang mengikuti sepak terjang BTS dan HH pasti sering dengar istilah akun nominee.

Mengapa di BACA bisa ada potensi akun nominee? Coba lihat struktur pemegang waran BACA, ternyata penguasanya justru bukan publik tapi terkonsentrasi pada kelompok orang – orang tertentu saja. Tapi kita belum bisa membuktikan Thesis nomine ini kecuali kita bisa memantau semua daftar pemegang saham BACA dari tahun ke tahun dan semua latar belakang serta koneksi mereka. Tentu itu akan jadi hal yang melelahkan. Jadi sebelum ada bukti yang menunjukkan bahwa akun nominee itu ada, maka anggap saja itu tidak ada.

Waran BACA-W2 diterbitkan di 2016 dengan rasio 1:1.

Waran BACA

Artinya jumlah waran terakhir BACA sekitar 777 juta lembar saham. Itu artinya sekitar 8-10% jumlah saham beredar saat ini.

Dari 777 juta lembar waran, masih ada 603 juta lembar waran yang belum tereksekusi dan mayoritas dikuasai oleh DN dan PS serta beberapa owner lainnya.

Maturity date waran ini tanggal 1 Desember 2022.

Kalau semua waran tereksekusi maka bisa terkumpul dana 603 juta x 102 rupiah = 61-63 milyar rupiah.

Ini belum cukup untuk memenuhi modal inti minimum 3 Triliun di 2022. Saat ini modal inti BACA sekitar 1,5 Triliun. Masih kurang 1,5 Triliun lagi.

Para pemegang waran BACA masih cuan banyak kalau mereka langsung mengeksekusi waran di harga 102 rupiah lalu jual di harga market sekarang 372 rupiah.

Potensi cuan para pemegang waran jika eksekusi di harga market sekarang = 372 – 102 = 272 rupiah = 272/102 x 100% = 266%

Harga waran BACA-W2 saat ini di harga 342 rupiah. Jika beli BACA-W2 342 lalu tebus di 102 maka duit yang harus disiapkan = 342 + 102 = 444 rupiah.

Padahal harga market BACA induk saat ini = 372 rupiah.

Yang dapat waran gratis setelah tebus right issue di 2015-2016 masih punya potensi cuan banyak. Beda nasib dengan yang baru beli waran di pasar sekunder.

Hikayat PSP BACA

Di 2015 pemegang saham BACA masih banyak dikuasai oleh Danny Nugroho

Pemegang Saham BACA 2015

Waktu itu ada Danny Nugroho, Inigo Investment dan Zen Gem Investment. Masyarakat hanya 46%.

Itulah mengapa Danny Nugroho punya banyak waran BACA. Itu bisa saja terjadi karena dia mengeksekusi semua RI dan mendapatkan semua bonus waran.

Namun di 2017 terjadi perubahan komposisi pemegang saham lagi.

BACA 2017

Danny Nugroho dari awalnya 28% atau memegang 1,8 milyar lembar saham di 2015, tersisa 12,54% atau 883 juta lembar saham saja di 2017. Yang jadi pertanyaan, mengapa Danny Nugroho jualan banyak saham?

Inigo Investment berubah jadi PT Inigo Global Capital. Zen Gem exit dan digantikan oleh Delta Indoswakarsa.

Dan akhirnya di 2021, Danny Nugroho sudah zero persen di BACA. Digantikan oleh Asuransi Jiwa Simas. Yang jadi pertanyaan kemudian adalah mengapa Danny Nugroho exit total dan mengapa Asuransi Simas masuk?

BACA 2021

Saat ini Danny Nugroho memang tidak lagi memegang saham induk BACA. Tapi dia masih hold banyak waran BACA.

Waran BACA

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah mengapa Danny Nugroho lebih memilih mengoleksi waran BACA ketimbang koleksi saham induknya?

Apakah DN menggunakan akun nominee di saham induk BACA? Saya juga tidak tahu. Itu semua hanya DN yang bisa menjawabnya.

Menurut saya keberlangsungan usaha BACA akan sangat ditentukan oleh keberhasilan Right Issue nya. Jika right issue gagal menghimpun banyak dana, maka itu akan membuat modal inti 3 Triliun di 2022 bisa gagal terpenuhi. Karena itu pemegang saham pengendali harus melakukan segala upaya agar Right issue ini berhasil.

Yang jadi misteri selanjutnya adalah berapa harga tebus right issue BACA. Jika ingin mendapatkan dana 1,5 Triliun dan memakai asumsi semua pemegang saham menebus right issue rasio 1:1, maka perkiraan harga tebus = 1,5 Triliun/7 milyar lembar saham = 214 rupiah.

Tapi ini hanya prediksi awal saya untuk harga tebus right issue BACA. Belum termasuk jika nanti waran juga ikutan di tebus.

Reasonable buy untuk BACA menurut saya di PBV 1-1,75

Sedangkan best buy BACA adalah di PBV < 1. Akan lebih baik lagi jika bisa beli di harga exercise waran BACA harga 102 rupiah.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply