PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) akan melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (Rights Issue ELPI) sebanyak-banyaknya 2.112.420.000 saham baru. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan, mendukung kinerja operasional untuk ekspansi dan diversifikasi, serta mendanai investasi perseroan di masa depan. Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Maret 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana tersebut.
Rincian Aksi Korporasi
Perseroan menawarkan saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per lembar yang akan diterbitkan dari saham portepel perseroan. Jumlah maksimum saham tersebut mewakili sekitar 22,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan Rights Issue ELPI.
Saham baru ini memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lama, termasuk hak atas dividen. Kepastian jumlah saham dan harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian dengan mengacu pada peraturan bursa yang berlaku.
Rencana ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan nilai korporat secara konsolidasi. Pelaksanaan aksi korporasi ini tetap tunduk pada pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Strategi Pendanaan Melalui Rights Issue ELPI
Manajemen ELPI menjelaskan bahwa penambahan modal ini akan memberikan dampak positif terhadap penguatan struktur modal perusahaan. Hal ini sangat krusial mengingat perseroan terus mengembangkan kegiatan usaha di bidang offshore support vessel, dry bulk, hingga logistik laut.
Dana yang diperoleh, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk likuiditas umum dan belanja modal (capital expenditure). Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung aktivitas investasi dan kegiatan penunjang lainnya.
Upaya penguatan modal ini selaras dengan langkah strategis perusahaan sebelumnya dalam mengelola pendanaan. Sebagai referensi, investor dapat meninjau informasi mengenai PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) raih fasilitas kredit Rp395,2 miliar dari Bank Mandiri untuk memahami profil leverage perusahaan.
Jadwal Lengkap Pelaksanaan
Berikut adalah tabel jadwal penting terkait rencana RUPSLB dan pelaksanaan aksi korporasi ELPI:
| No | Kegiatan | Tanggal |
| 1 | Pemberitahuan Agenda RUPSLB ke OJK | 23 Januari 2026 |
| 2 | Iklan Pengumuman RUPSLB | 30 Januari 2026 |
| 3 | Tanggal Daftar Pemegang Saham yang Berhak (Recording Date) | 13 Februari 2026 |
| 4 | Iklan Pemanggilan RUPSLB | 14 Februari 2026 |
| 5 | Pelaksanaan RUPSLB | 09 Maret 2026 |
| 6 | Pengumuman Ringkasan Risalah RUPSLB | 11 Maret 2026 |
| 7 | Penyampaian Risalah RUPSLB | 06 April 2026 |
Sesuai regulasi, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pendaftaran di OJK tidak boleh lebih dari 12 bulan. Jika rencana ini tidak mendapat persetujuan, perseroan baru dapat mengajukan kembali paling singkat 12 bulan kemudian.
Dampak bagi Investor
Investor perlu memperhatikan potensi penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi akibat aksi korporasi ini. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru akan mengalami dilusi maksimal sebesar 22,18%.
Meskipun terdapat risiko dilusi, penambahan modal ini diproyeksikan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui peningkatan kapasitas operasional. Struktur keuangan yang lebih kuat diharapkan mampu mendukung keberlanjutan bisnis di tengah fluktuasi pasar pelayaran.
Penting bagi investor untuk memahami strategi manajemen risiko saham untuk menjaga keberlangsungan modal investasi sebelum memutuskan eksekusi hak. Informasi lebih rinci mengenai harga pelaksanaan akan diumumkan melalui prospektus mendatang.
Kondisi Keuangan dan Operasional
Hingga diterbitkannya keterbukaan informasi ini, perseroan menyatakan tidak ada keberatan dari pihak kreditur terkait rencana Rights Issue ELPI. Hal ini menunjukkan posisi tawar dan stabilitas hubungan perseroan dengan mitra keuangan tetap terjaga.
Saat ini, ELPI mengoperasikan lebih dari 110 unit armada kapal dengan berbagai tipe dan ukuran untuk mendukung sektor energi dan logistik. Fokus pada diversifikasi layanan menjadi motor utama di balik kebutuhan pendanaan segar dari pasar modal.
Informasi resmi mengenai keterbukaan ini dapat diakses melalui dokumen resmi Bursa Efek Indonesia. Selain itu, laporan terkait tujuan aksi korporasi ini juga telah dibahas dalam berita Pelayaran Nasional (ELPI) Siap Right Issue 2,11 Miliar Saham.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Berapa jumlah maksimal saham yang diterbitkan ELPI? Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.112.420.000 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
2. Apa tujuan utama dari Rights Issue ELPI? Dana akan digunakan untuk belanja modal (capex), modal kerja, likuiditas umum, serta mendukung ekspansi dan diversifikasi usaha.
3. Kapan investor bisa mengetahui harga pelaksanaan saham baru? Harga pelaksanaan akan ditentukan dan diungkapkan lebih lanjut dalam Prospektus yang diterbitkan setelah mendapat persetujuan RUPSLB.
4. Dimana lokasi pelaksanaan RUPSLB ELPI? RUPSLB akan diselenggarakan pada Senin, 9 Maret 2026, pukul 10.00 WIB bertempat di Bumi Surabaya City Resort.
Poin Penting bagi Investor
- Jumlah Saham: Maksimal 2,11 miliar saham baru.
- Rasio Dilusi: Maksimal sebesar 22,18% bagi pemegang saham lama.
- Agenda Terdekat: RUPSLB pada 9 Maret 2026 di Surabaya.
- Penggunaan Dana: Fokus pada ekspansi armada, investasi, dan modal kerja.
- Status Hukum: Menunggu persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif OJK.
Profil Singkat Perusahaan
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan logistik, khususnya penyediaan kapal pendukung untuk industri minyak dan gas bumi. Berpusat di Surabaya, Perseroan mengoperasikan berbagai jenis armada mulai dari Crew Boat hingga Offshore Support Vessel untuk melayani kebutuhan klien di wilayah perairan Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!