Jakarta, 31 Maret 2026 – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang solid di tengah dinamika industri global.
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun, meningkat 60,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), didukung oleh peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga jual rata-rata, khususnya pada komoditas kelapa sawit.
Dari sisi pendapatan, Perseroan mencatatkan penerimaan sebesar Rp 12,3 triliun pada tahun 2025, naik 21,7% YoY. Segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama dengan porsi sebesar 88% terhadap total pendapatan. Sepanjang 2025, segmen ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 10,8 triliun, tumbuh 23,5% YoY, sejalan dengan peningkatan harga rata-rata penjualan Crude Palm Oil (CPO) sebesar 13,2% YoY menjadi Rp 14.474/kg.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan global turut andil menjaga stabilitas harga CPO sepanjang tahun. “Produksi CPO di negara eksportir utama seperti Indonesia dan Malaysia masih terbatas, sementara permintaan global tetap kuat. Di sisi domestik, implementasi kebijakan B40 juga turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri,” ujar Andrianto.
Dari sisi operasional, Perseroan mencatatkan kinerja produksi yang relatif stabil. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat 3,8% YoY menjadi 2,19 juta ton, dibandingkan 2,11 juta ton pada tahun sebelumnya. Produksi CPO meningkat sebesar 4,9% menjadi 631 ribu ton, sedangkan produksi palm kernel (PK) naik 4,5% menjadi 119 ribu ton. Perseroan juga berhasil menjaga tingkat Free Fatty Acid (FFA) CPO pada kisaran 3%, yang mencerminkan konsistensi dalam menjaga kualitas produk.
Pada segmen usaha produk kayu (wood products), Perseroan mencatatkan kinerja yang membaik dengan penjualan mencapai Rp1,2 triliun, meningkat 7,8% YoY dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan produk panel kayu dan engineered flooring masing-masing sebesar 7,1% dan 1% YoY, yang turut diikuti kenaikan harga jual rata-rata sebesar 3,9% dan 4,2% YoY. Perbaikan kinerja pada segmen ini merupakan hasil dari strategi Perseroan dalam menyesuaikan portofolio produk dengan kebutuhan pasar serta memanfaatkan peluang yang muncul di tengah dinamika pasar kayu global dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, segmen energi terbarukan (renewable energy/RE) juga menunjukkan peningkatan kontribusi dengan pendapatan sebesar Rp226 miliar, naik dari Rp182,8 miliar pada tahun sebelumnya. Beroperasinya secara penuh pabrik pelet kayu di Boyolali menjadi salah satu pendorong pertumbuhan segmen ini, yang diharapkan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan energi berbasis rendah karbon.
Kinerja Perseroan sepanjang 2025 turut ditopang oleh penerapan tata kelola perusahaan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian serta sinergi antar unit usaha. Hingga akhir tahun, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp17,6 triliun, meningkat 1,2% YoY. Liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp 6 triliun, turun seiring berkurangnya utang bank, sehingga ekuitas meningkat menjadi Rp11,6 triliun.
Sebagai pengakuan atas kinerja dan fundamental yang kuat, DSNG pada tahun 2025 berhasil masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, yang menyoroti perusahaan dengan kinerja finansial terbaik di kawasan ASEAN, serta Forbes Asia’s Best Under a Billion, yang memberikan apresiasi kepada perusahaan di Asia Pasifik dengan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan.
Ke depan, Perseroan akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui pengelolaan operasional yang disiplin, peningkatan produktivitas, serta penguatan diversifikasi bisnis guna menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.
TENTANG PT DHARMA SATYA NUSANTARA Tbk
PT Dharma Satya Nusantara Tbk didirikan pada 29 September 1980 yang bergerak di bidang industri kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan. Hingga akhir Desember 2025, Perseroan memiliki perkebunan kelapa sawit dengan lahan tertanam 111,6 ribu hektar dan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 675 ton per jam, yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO. Sedangkan di segmen usaha produk kayu, Perseroan memiliki 2 pabrik pengolahan kayu di Jawa Tengah, dengan kapasitas produksi sebesar 150.000 m2 engineered flooring dan 12.000 m3 panel. Sementara segmen energi terbarukan saat ini melakukan ekspor cangkang kelapa sawit dan wood pellet sebagai bahan baku biomasa untuk pembangkit tenaga listrik di Jepang.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!