ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

DPNS: Saham Yang Terabaikan Oleh Market

DPNS: Saham Yang Terabaikan Oleh Market

DPNS atau PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk adalah perusahaan yang  bergerak pada bidang industri pengolahan perekat kayu lapis, barang-barang kimia dan pertambangan berdomisili di Pontianak, lokasi pabrik berada di tepi Sungai Kapuas dengan luas lokasi ± 4,8 hektar yang didukung oleh +/- 80 orang pekerja terampil.

Pengendali utama DPNS adalah Siang Hadi Widjaja dan Ng Tjie Koang.

Sejak pertama kali IPO di 1990, perusahaan ini tidak pernah melakukan right issue.

Anak Usaha

DPNS memiliki anak usaha PT Intitirta Primasakti dengan kepemilikan 67,01%. Dan anak usahanya ini bergerak di bidang tambang batubara dengan luas area konsesi 24.998 hektar. Sebagai perbandingan luas konsesi tambang KPC milik $BUMI adalah 84.938 hektar. Lalu luas konsesi tambang $ADRO di Tabalong mencapai 31.379 hektar. Sedangkan luas konsesi tambang Kideco milik $INDY adalah 27.460 hektar. Jadi bisa dikatakan kalau anak usaha DPNS ini memiliki konsesi tambang yang lumayan luas dan sudah mendapatkan izin produksi sejak 2017.

Lokasi tambang Intitirta adalah di Jambi. DPNS memiliki Intitirta bersama dengan PT Ayrus Prima. Sedangkan Ayrus Prima itu sendiri merupakan anak usaha dari APOL (PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk) yang sudah delisting di 2020.

Yang cukup mengejutkan adalah Bapak Siang Hadi Widjaja menggunakan duit pribadinya sendiri untuk diberikan kepada PT Intitirta Primasakit sebanyak 15,9 Milyar dan pinjaman tersebut tidak ada bunganya sama sekali. Itu artinya Owner DPNS rela menggunakan duitnya untuk membesarkan anak usaha.

Neraca

Setiap perusahaan yang saya baca laporan keuangannya, cadangan kas selalu menjadi perhatian utama saya. Di Q1 2021 Cadangan kas mencapai Rp 110967498789 atau 110 milyar rupiah, dimana ini jumlahnya naik 35% jika dibandingkan dengan cadangan kas 2019 yang hanya 82 milyar rupiah. Sedangkan total kewajiban perusahaan adalah 44 milyar rupiah.

Sehingga dapat dikatakan cadangan kas DPNS dapat melunasi semua kewajiban perusahaan. Kas bersih DPNS = 110 M – 44 M = 66 milyar rupiah

Sedangkan market capital DPNS saat ini di harga 274 rupiah adalah 91 milyar. Sehingga saya berkesimpulan kalau DPNS sangat undervalued.

Cadangan kas bersih setelah dikurangi dengan semua liabilitas adalah 66 milyar + piutang 10 M + deposito 12 M + saham NISP yang dimiliki sebanyak 943.782 lembar di harga 448 rupiah (harga saham NISP saat ini adalah 810 rupiah) sehingga cuan DPNS di NISP adalah 764 juta rupiah + reksadana 11 M + obligasi 7,5 M sehingga total aset bersih DPNS = 107 milyar rupiah.

Itu nilainya sudah jauh lebih besar dari nilai market cap perusahaan yang hanya 91 milyar rupiah. Dan itu pun belum saya masukkan aset tidak lancar perusahaan yang nilainya mencapai 134 milyar rupiah.

Nilai ekuitas DPNS setelah dikurangi kepentingan non-pengendali adalah 254 milyar. Sedangkan jumlah saham beredar perusahaan adalah 331.129.952 lembar yang saya bulatkan jadi 332 juta lembar saja. Sehingga dengan begitu Book value Per Share DPNS adalah 765 rupiah.

Dengan begitu PBV perusahaan adalah 274/765 = 0,35. Yang mana menurut saya ini undervalued karena secara historis PBV rata-rata DPNS berkisar antara 0,36 – 0,46 (275 – 351) sehingga potensi upside DPNS adalah 0,36% – 28%).

Penjelasan mengenai laba dan arus kas DPNS akan di bahas postingan selanjutnya kalau saya sempat dan ingat.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print

Leave a Reply