PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) akan membagikan tambahan dividen MLBI 2026 sebesar Rp371 per saham atau total Rp781,70 miliar. Pembagian dividen ini merupakan bagian dari dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp561 per saham atau total Rp1,18 triliun, termasuk dividen interim Rp190 per saham yang telah diperhitungkan sebelumnya.
Rincian Aksi Korporasi Dividen MLBI 2026
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MLBI pada 10 Juni 2026 menyetujui penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan juga menyisihkan dana cadangan sebesar Rp10 juta sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Total dividen final yang ditetapkan MLBI mencapai Rp561 per saham atau seluruhnya Rp1.182.027.000.000. Jumlah tersebut sudah mencakup dividen interim Rp190 per saham atau total Rp400.330.000.000, sehingga tambahan dividen yang masih akan dibayarkan sebesar Rp371 per saham atau total Rp781.697.000.000.
Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Untuk saham yang berada dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran akan dilakukan melalui pemegang rekening di KSEI.
Sumber Informasi: Ringkasan Risalah RUPST PT Multi Bintang Indonesia Tbk Tahun Buku 2025
Jadwal Lengkap Dividen MLBI 2026
| Keterangan | Tanggal |
|---|---|
| Cum dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 19 Juni 2026 |
| Ex dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 22 Juni 2026 |
| Cum dividen Pasar Tunai | 23 Juni 2026 |
| Recording date / DPS | 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB |
| Ex dividen Pasar Tunai | 24 Juni 2026 |
| Batas akhir penyampaian rekening bank bagi pemegang saham non-KSEI | 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB |
| Pembayaran dividen | Paling lambat 10 Juli 2026 |
Pemegang saham asing yang ingin memperoleh pengecualian atau pemotongan tarif Pajak Penghasilan Pasal 26 wajib menyerahkan surat keterangan domisili sesuai ketentuan KSEI atau Biro Administrasi Efek. Pemegang saham badan hukum dalam negeri juga diminta menyampaikan NPWP kepada KSEI atau BAE paling lambat 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Dampak bagi Investor
Pembagian dividen tunai MLBI 2026 memberikan arus kas langsung kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date. Investor yang membeli saham MLBI sebelum cum dividen di pasar reguler dan masih tercatat sesuai ketentuan berhak atas tambahan dividen Rp371 per saham.
Aksi korporasi ini tidak menimbulkan dilusi karena tidak ada penerbitan saham baru. Namun, secara teknis harga saham berpotensi menyesuaikan setelah tanggal ex dividen karena hak atas dividen sudah tidak melekat pada pembeli baru.
Bagi pemegang saham lama, pembagian dividen mencerminkan distribusi laba tahun buku 2025 setelah Perseroan menyisihkan dana cadangan. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya akan dicatat sebagai saldo laba untuk tahun buku berikutnya.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
RUPST MLBI menyetujui Laporan Tahunan 2025 dan mengesahkan Laporan Keuangan 2025 untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan juga menetapkan penggunaan laba dengan total dividen final Rp1,18 triliun dan dana cadangan Rp10 juta.
RUPST dihadiri atau diwakili oleh pemegang 1.961.352.689 saham. Jumlah tersebut setara 93,09% dari total 2.107.000.000 saham dengan hak suara yang sah.
Dalam agenda kedua terkait penggunaan laba Perseroan, keputusan disetujui oleh 1.961.345.489 saham atau 99,999% dari jumlah saham yang hadir atau diwakili. Tidak terdapat suara tidak setuju, sementara suara abstain tercatat 7.200 saham atau 0,001%.
FAQ
Berapa dividen MLBI 2026 yang akan dibayarkan?
MLBI menetapkan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp561 per saham. Setelah memperhitungkan dividen interim Rp190 per saham, tambahan dividen yang akan dibayarkan adalah Rp371 per saham.
Kapan cum dividen MLBI di pasar reguler?
Cum dividen MLBI di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Juni 2026. Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlaku pada 22 Juni 2026.
Kapan dividen MLBI dibayarkan?
Pembayaran dividen MLBI dilakukan paling lambat pada 10 Juli 2026. Pembayaran untuk saham dalam penitipan kolektif akan dilakukan melalui KSEI.
Apakah dividen MLBI menyebabkan dilusi saham?
Dividen tunai MLBI tidak menyebabkan dilusi saham. Aksi korporasi ini merupakan distribusi laba kepada pemegang saham, bukan penerbitan saham baru.
Poin Penting bagi Investor
- MLBI membagikan tambahan dividen Rp371 per saham.
- Total tambahan dividen yang dibayarkan mencapai Rp781,70 miliar.
- Dividen final tahun buku 2025 ditetapkan Rp561 per saham atau Rp1,18 triliun.
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Juni 2026.
- Recording date ditetapkan pada 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
- Pembayaran dividen dilakukan paling lambat 10 Juli 2026.
- Aksi ini tidak menimbulkan dilusi terhadap pemegang saham lama.
Profil Singkat Perusahaan
PT Multi Bintang Indonesia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di industri minuman dan dikenal sebagai bagian dari jaringan Heineken. Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan dengan kantor di Talavera Office Park, Jl. Letjen TB Simatupang Kav. 22–26, Jakarta Selatan.
Dalam RUPST 2026, Perseroan juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Roland Bala kembali menjabat sebagai Presiden Direktur, sementara Maurits Daniel Rudolf Lalisang menjabat sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen.
Baca juga: Ekspansi Bisnis MLBI, Akuisisi Saham PT Karya Distilindo Sejahtera Senilai Rp15 Miliar
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin