PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp350,33 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Setiap pemegang saham akan menerima dividen senilai Rp9,5 per lembar dengan tanggal pembayaran pada 20 Mei 2026. Aksi korporasi ini dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 23 April 2026.
Rincian Aksi Korporasi Dividen Garudafood GOOD 2025
Garudafood mengalokasikan dana total sebesar Rp350.337.208.123 sebagai dividen tunai untuk tahun buku 2025. Nilai dividen per saham yang ditetapkan adalah Rp9,5.
Pembagian ini merujuk pada kinerja keuangan perusahaan yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan tidak memiliki efek bersifat ekuitas lain yang dapat dikonversi menjadi saham dalam pembagian dividen kali ini.
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen
Berikut adalah jadwal resmi proses distribusi dividen tunai PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) tahun buku 2025:
| Keterangan | Tanggal |
| Tanggal Efektif | 23 April 2026 |
| Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 4 Mei 2026 |
| Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 5 Mei 2026 |
| Cum Dividen di Pasar Tunai | 6 Mei 2026 |
| Ex Dividen di Pasar Tunai | 7 Mei 2026 |
| Recording Date (DPS yang berhak) | 6 Mei 2026, 16.00 WIB |
| Tanggal Pembayaran Dividen | 20 Mei 2026 |
Dampak bagi Investor
Investor yang memiliki saham GOOD hingga penutupan perdagangan pada tanggal cum dividend akan menerima pendapatan pasif sebesar Rp9,5 per saham. Tidak ada perubahan struktur modal atau dilusi saham karena aksi ini merupakan pembagian laba dalam bentuk tunai, bukan saham bonus atau right issue.
Pembayaran dividen ini akan langsung dikreditkan ke Rekening Dana Nasabah (RDN) pemegang saham yang berada dalam penitipan kolektif KSEI. Pajak penghasilan akan dikenakan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.
Baca juga: Garudafood (GOOD) Siapkan Rp50 Miliar untuk Buyback Saham Garudafood, Cek Jadwal Lengkapnya
Kondisi Keuangan Terkait
Pembagian dividen ini didasarkan pada data laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp688.650.503.307.
Selain itu, Garudafood memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp2.596.479.412.034. Total ekuitas perseroan pada periode tersebut mencapai Rp4.360.129.287.233.
Sumber Informasi: Pemberitahuan Jadwal dan Tata Cara Pembagian Dividen Tunai PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Dividen: Rp9,5 per saham.
- Total Dana: Rp350,33 miliar.
- Batas Akhir Kepemilikan (Cum Date): 4 Mei 2026 (Pasar Reguler).
- Waktu Pembayaran: 20 Mei 2026.
- Aspek Pajak: Dividen dikecualikan dari objek pajak bagi WPOP dalam negeri selama diinvestasikan kembali sesuai ketentuan.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan
FAQ
Kapan terakhir kali saya harus membeli saham GOOD untuk mendapat dividen? Investor harus memiliki saham selambat-lambatnya pada tanggal Cum Dividen, yaitu 4 Mei 2026 untuk pasar reguler atau 6 Mei 2026 untuk pasar tunai.
Apakah dividen GOOD dikenakan pajak? Dividen untuk wajib pajak badan dalam negeri tidak dipotong pajak. Untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri, dividen bebas pajak jika diinvestasikan kembali di wilayah NKRI.
Bagaimana cara menerima pembayaran dividen tersebut? Bagi saham dalam penitipan kolektif KSEI, dana akan ditransfer otomatis ke RDN investor pada 20 Mei 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis makanan ringan, biskuit, serta produk susu. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta dan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin