Dampak Penurunan Suku Bunga Acuan BI Terhadap Harga Saham

Dampak Penurunan Suku Bunga Acuan BI terhadap Harga Saham

DAMPAK PENURUNAN SUKU BUNGA ACUAN BI TERHADAP HARGA SAHAM

Per tanggal 18 Juli 2019 kemarin Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau yang lebih dikenal dengan BI 7 Days Reverse Repo Rate menjadi 5,75%. Apa dampak penurunan ini terhadap harga saham?? ada kaitannya atau malah ga ada kaitannya sama sekali??. 

Memahami hubungan antara suku bunga acuan dan harga saham dapat membantu investor mengetahui bagaimana dampak suku bunga dapat mempengaruhi investasi mereka, dan bagaimana membuat keputusan yang tepat untuk menghadapi keadaan ini.

Pada dasarnya, saham dan suku bunga merupakan dua hal yang saling bertolak belakang. Click To Tweet

Dari sisi perusahaan, suku bunga menjadi biaya modal (cost of capital), sedangkan dari sisi investor, suku bunga merupakan biaya kesempatan (cost of opportunity).

Dampak Penurunan Suku Bunga Acuan BI terhadap Harga Saham
Dampak Penurunan Suku Bunga Acuan BI terhadap Harga Saham

Tingkat suku bunga di Indonesia diatur oleh Bank Indonesia (BI)

Nilai Suku Bunga Acuan Yang Mempengaruhi Saham

Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan inflasi adalah menaikkan suku bunga. Dengan meningkatkan suku bunga acuan pada dasarnya bank sentral berupaya untuk mengurangi pasokan uang yang tersedia untuk membeli atau melakukan sesuatu. Sebaliknya, ketika menurunkan tingkat suku bunga, menyebabkan meningkatkannya jumlah uang beredar dan mendorong pengeluaran dengan membuat biaya kredit lebih murah

Apa Yang Terjadi Ketika Suku Bunga Naik ?

Umumnya, ketika suku bunga cenderung naik, harga saham justru cenderung turun. Sebaliknya, ketika suku bunga cenderung turun, maka harga saham cenderung naik

Bisnis juga terpengaruh secara langsung karena perusahaan yang berencana memperluas bisnisnya (ekspansi), tentu memerlukan tambahan pembiayaan. Pembiayaan itu bisa berasal dari perusahaan sendiri, berupa modal atau mencari sumber dari luar, berupa pinjaman atau hutang.

Jika perusahaan memperoleh pembiayaan dari hutang, maka perusahaan harus menanggung beban bunga dari pinjaman tersebut dan beban bunga akan mempengaruhi laba bersih perusahaan. Jadi, ketika suku bunga naik, maka laba bersih perusahaan diperkirakan turun karena naiknya beban bunga dan sebaliknya.

Setiap kenaikan atau penurunan laba bersih perusahaan akan segera tercermin pada harga sahamnya di bursa. Jadi, jika laba bersih perusahaan diperkirakan turun, maka harga sahamnya juga dipastikan cenderung turun, dan sebaliknya.

Dampak Penurunan Suku BUnga Acuan BI terhadap Harga Saham
Dampak Penurunan Suku BUnga Acuan BI terhadap Harga Saham

Di samping itu, naiknya tingkat suku bunga kredit memungkinkan terhambatnya kegiatan ekspansi perusahaan. Akibatnya, perkiraan laba perusahaan yang lebih tinggi menjadi tidak terealisasi, dan selanjutnya harga saham pun ikut turun.

Jika mengandalkan pembiayaan dari modal sendiri dengan cara menerbitkan saham, maka perusahaan harus memberikan imbal hasil minimal yang setidaknya sama dengan rata-rata suku bunga deposito ditambah persentase tertentu untuk resiko dari saham itu sendiri (premi resiko).

Mengapa demikian? Karena investor perlu mendapatkan kompensasi atas hilangnya biaya kesempatan berupa bunga deposito seandainya ia menempatkan semua dananya di saham. Jadi, ketika suku bunga naik, maka imbal hasil minimal investor pun akan naik. Selanjutnya, harga saham pun harus lebih rendah untuk dapat mencapai imbal hasil minimal tersebut.

Suku Bunga dan Pasar Saham

Jika suatu perusahaan dianggap mengurangi pertumbuhannya atau kurang menguntungkan, baik melalui beban utang yang lebih tinggi atau pendapatan yang lebih rendah, jumlah perkiraan arus kas masa depan akan turun. Jika semuanya sama, ini akan menurunkan harga saham perusahaan.

Jika cukup banyak perusahaan mengalami penurunan dalam harga saham mereka, seluruh pasar atau indeks utama yang disamakan banyak orang dengan pasar, seperti IHSG akan turun.

Dengan ekspektasi yang lebih rendah dalam pertumbuhan dan arus kas masa depan perusahaan, investor tidak akan mendapatkan sebanyak pertumbuhan dari apresiasi harga saham, membuat berinvestasi saham kurang diinginkan.

Selain itu, berinvestasi dalam saham dapat dipandang sebagai terlalu berisiko dibandingkan dengan investasi lainnya.

Apa Yang Terjadi Ketika Suku Bunga Turun?

Investor dan ekonom sama-sama memandang suku bunga yang lebih rendah sebagai pemicu untuk pertumbuhan. Konsumen akan membelanjakan lebih banyak, dengan suku bunga yang lebih rendah. Bisnis akan menikmati kemampuan untuk membiayai operasi, akuisisi, dan ekspansi pada tingkat yang lebih murah, sehingga meningkatkan potensi pendapatan masa depan mereka, yang, pada gilirannya, mengarah pada harga saham yang lebih tinggi.

Perusahaan besar dengan arus kas yang stabil dan neraca yang kuat mendapat manfaat dari pembiayaan utang yang lebih murah.

Dampak Suku Bunga terhadap Saham

Naik atau turunnya suku bunga mempengaruhi psikologi investor, dan pasar. Ketika Bank Sentral mengumumkan kenaikan, baik bisnis dan konsumen akan mengurangi pengeluaran yang menyebabkan pendapatan turun dan harga saham turun. Di sisi lain, ketika diumumkan penurunan suku bunga asumsinya adalah konsumen dan bisnis akan meningkatkan pengeluaran dan investasi, menyebabkan harga saham naik.

Siklus bisnis, dan di mana ekonomi berada di dalamnya, juga dapat memengaruhi reaksi pasar. 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat