ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Efek Cukai Gula, Garam, dan Soda Pada Industri Makan Minum Bagian 1: Latar Belakang

Skydrugz

Di postingan sebelumnya saya melakukan polling untuk melihat pendapat user Stockbit mengenai rencana cukai gula dan soda pada industri makanan dan minuman. Silahkan kawan – kawan isi polling nya di link ini ya.

Cukai gula, garam, soda di industri makan dan minum masih masih dalam proses perencanaan. Tidak tahu kapan akan dibawa ke DPR dan implementasinya.

Tapi kebiasaan market adalah cenderung melakukan proyeksi harga terlebih dahulu sebelum aturan di implementasikan. Contoh kasus pada implementasi kenaikan cukai rokok. Jauh hari sebelum aturan cukai rokok full implementation, harga saham rokok sudah anjlok duluan.

Spekulan mengambil kesempatan cuan dari sentimen dengan melakukan shortsell pada saham yang dianggap akan mendapatkan efek negatif aturan cukai yang baru.

Nah, apakah hal tersebut akan terjadi juga di saham makanan dan minuman seperti $ICBP $MYOR $GOOD $STTP?

Memang masih terlalu dini untuk menyimpulkannya.

Tapi kita bisa belajar pada kasus cukai gula dan soda di negara lain karena Indonesia bukan negara pertama yang akan melakukannya.

Inggris dan Afrika Selatan sudah melakukannya. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat juga sudah melakukannya. Sehingga kita bisa belajar dari pengalaman mereka dan bisa coba kita ekstrapolasi ke market kita.

Sebelum melihat pengalaman di negara lain, kita perlu lihat apa latar belakang sehingga pemerintah harus melakukan ini. Kita fokus saja dulu ke cukai gula ya:

1. Defisit anggaran APBN 2020 mencapai 36,1 Triliun

2. Capaian pajak 2019 jauh di bawah target, missed 245 Triliun

3. Capaian cukai 2019 mencapai 208 Triliun, melampaui target. Sumber utama alkohol dan miras

Ketiga alasan di atas adalah alasan fiskalnya. Bisa melihat polanya? Pajak gagal capai target, tapi cukai berhasil melebihi target.

Dari sisi fiskal, pemerintah butuh kanal pendapatan baru. Karena capaian pajak sulit dikejar lagi pasca amnesty dan repatriasi asset. Kanal cukai masih terbuka lebar. Belajar dari pengalaman cukai alkohol dan rokok yang terus menembus new high maka mengadakan cukai di industri makan minum bisa jadi kanal baru untuk pendapatan negara.

Nah untuk alasan kesehatannya antara lain:
1. Jumlah penderita diabetes di Indonesia semakin meningkat. Sekarang peringkat 6 dunia.

2. Jumlah kerugian akibat diabetes selama 2006-2015 mencapai 800 Triliun

3. Jumlah klaim BPJS untuk diabetes di tahun 2018 mencapai 6 Triliun, dan nilainya terus membengkak jika komplikasi diabetes juga dimasukkan dalam hitungan.

4. WHO sudah mengatakan bahwa sugar is a new toxin sehingga menganjurkan pengurangan konsumsi gula

Bagaimana menurut kawan-kawan? Apa semua alasan itu masuk akal? Atau ada pandangan lain?

Kalau menurut saya, alasan pemerintah menaikkan cukai gula adalah karena hal ini.

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print

Leave a Reply