Emiten petrokimia terkemuka, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), secara resmi mencatatkan instrumen utang terbarunya, yakni Obligasi Chandra Asri Pacific Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2025, di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (14/1/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan modal kerja di tengah dinamika industri petrokimia global.
Penerbitan ini merupakan tahap pertama dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific dengan target total penghimpunan dana mencapai Rp6 triliun. Pada tahap pertama ini, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,5 triliun yang terbagi ke dalam tiga seri berbeda guna memberikan fleksibilitas bagi para investor.
Detail Penerbitan Obligasi Chandra Asri Pacific
Penerbitan Obligasi Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 ini telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Desember 2025. Berdasarkan prospektus resmi, berikut adalah rincian dari ketiga seri yang ditawarkan:
- Seri A: Memiliki jumlah pokok sebesar Rp150 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,50% per tahun. Seri ini memiliki tenor 3 tahun dengan tanggal pelunasan pada 13 Januari 2029.
- Seri B: Memiliki jumlah pokok sebesar Rp350 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,00% per tahun. Tenor yang ditawarkan adalah 5 tahun dengan tanggal pelunasan pada 13 Januari 2031.
- Seri C: Merupakan porsi terbesar dengan jumlah pokok Rp1 triliun. Seri ini menawarkan bunga tetap 7,50% per tahun dengan tenor terpanjang, yakni 7 tahun, yang akan jatuh tempo pada 13 Januari 2033.
Bunga obligasi ini akan dibayarkan setiap tiga bulan (triwulanan), di mana pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 13 April 2026. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan sepenuhnya oleh TPIA untuk keperluan modal kerja, termasuk pembelian bahan baku produksi guna mendukung kegiatan operasional sehari-hari.
Peringkat idAA- dan Jaminan Kelangsungan Usaha
Dalam rangka penerbitan ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) telah menyematkan peringkat idAA- (Double A Minus) untuk surat utang jangka panjang tersebut. Peringkat ini mencerminkan kemampuan kuat Perseroan untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
Terkait jaminan, obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa aset tertentu, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik barang bergerak maupun tidak bergerak, sesuai dengan ketentuan Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Hak pemegang obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dibandingkan dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya.
Poin Penting bagi Investor
Bagi calon investor maupun pemegang obligasi, terdapat beberapa poin fundamental yang perlu diperhatikan mengenai aksi korporasi ini:
- Peringkat Investasi: Peringkat idAA- dari PEFINDO menunjukkan profil risiko kredit yang relatif rendah di kelasnya.
- Penggunaan Dana: Fokus penggunaan dana 100% untuk modal kerja dan bahan baku menunjukkan upaya efisiensi operasional.
- Risiko Industri: Risiko utama yang dihadapi adalah siklus industri petrokimia yang fluktuatif, yang dapat memengaruhi profitabilitas secara material.
- Likuiditas: Adanya risiko tidak likuidnya obligasi di pasar sekunder karena sifat instrumen ini yang sering dijadikan investasi jangka panjang.
- Sinergi Strategis: Perseroan baru saja memperluas jejak regional melalui akuisisi ACE di Singapura, yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku.
Profil Singkat Perusahaan PT Chandra Asri Pacific Tbk (dahulu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk) adalah perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia serta satu-satunya yang mengoperasikan Naphtha Cracker. Komplek petrokimia Perseroan terletak di Banten, merupakan pabrik petrokimia utama yang memanfaatkan teknologi dan fasilitas pendukung canggih berkelas dunia yang memproduksi Olefins.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan! https://bit.ly/pintarsahamid