PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan rencana buyback saham BBNI 2026 dengan nilai maksimal Rp547 miliar untuk mengimbangi tekanan jual di tengah fluktuasi pasar modal. Pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026 hingga 27 Januari 2027 menggunakan kas internal, dengan proyeksi peningkatan laba bersih per saham (EPS) dari Rp439 menjadi Rp441.
Rincian Aksi Korporasi Buyback Saham BBNI 2026
BBNI mengalokasikan dana maksimal Rp547.000.000.000 untuk melaksanakan pembelian kembali saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Nilai tersebut sudah mencakup perkiraan biaya transaksi, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya, dengan batas maksimal 0,30% dari nilai buyback.
Perseroan akan melaksanakan transaksi melalui satu anggota bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus. Harga pembelian ditentukan berdasarkan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Seluruh pendanaan berasal dari kas internal perseroan, bukan dari hasil penawaran umum ataupun pinjaman. Manajemen menyatakan penggunaan dana tersebut tidak akan memengaruhi secara signifikan kemampuan BBNI dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.
Aksi korporasi ini mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 serta surat OJK terkait kebijakan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Pembelian Kembali Saham BBNI, 28 Oktober 2026
Jadwal Lengkap Buyback Saham BBNI
Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 28 Oktober 2026, BBNI menetapkan periode pelaksanaan buyback selama maksimal tiga bulan.
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Pemberitahuan kepada OJK dan BEI | 28 Oktober 2026 |
| Pengumuman keterbukaan informasi | 28 Oktober 2026 |
| Awal periode buyback | 28 Oktober 2026 |
| Akhir periode buyback | 27 Januari 2027 |
Pelaksanaan transaksi dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus dengan mempertimbangkan kondisi pasar, likuiditas, dan kecukupan permodalan perseroan. Keterbukaan informasi tersebut tidak menetapkan jumlah lembar saham maupun harga pembelian tetap.
Sebelumnya, BBNI juga mengumumkan program buyback dengan alokasi maksimal Rp627 miliar untuk periode 27 Juli hingga 26 Oktober 2026. Program yang diumumkan pada 28 Oktober 2026 memiliki alokasi dan periode pelaksanaan tersendiri.
Baca juga: BNI Gelar Buyback Saham BBNI Rp627 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar 2026
Dampak bagi Investor
Pelaksanaan buyback saham BBNI tidak menyebabkan dilusi kepemilikan karena perseroan tidak menerbitkan saham baru. Sebaliknya, jumlah saham yang beredar di luar kepemilikan perseroan berpotensi berkurang sehingga dapat memengaruhi perhitungan laba bersih per saham.
Namun, pembelian kembali saham tidak menjamin kenaikan harga saham di pasar. Pergerakan harga tetap dipengaruhi kondisi pasar, kinerja perusahaan, dan transaksi investor.
Dari sisi struktur keuangan, penggunaan kas internal akan mengurangi aset dan ekuitas sesuai nilai transaksi yang direalisasikan. Perseroan memperkirakan dampak tersebut tidak material terhadap kegiatan usaha, biaya operasional, maupun kemampuan memenuhi kewajiban.
BBNI juga menyatakan pembelian kembali saham tidak akan mengurangi likuiditas perdagangan secara signifikan. Saham hasil buyback selanjutnya akan dialihkan sesuai POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan POJK Nomor 29 Tahun 2023.
Bagi pemegang saham lama, beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi realisasi nilai pembelian kembali, perubahan EPS, kecukupan modal, dan rencana pengalihan saham hasil buyback.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan BBNI Terkait Buyback
Berdasarkan perhitungan proforma yang menggunakan laporan keuangan individual BBNI per 30 September 2026, manajemen memperkirakan pelaksanaan buyback maksimal Rp547 miliar tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap indikator keuangan perseroan.
Berikut proyeksi dampak transaksi terhadap kondisi keuangan BBNI:
| Indikator | Sebelum Buyback | Setelah Buyback |
|---|---|---|
| Total Aset | Rp1.429,79 triliun | Rp1.429,25 triliun |
| Total Ekuitas | Rp166,59 triliun | Rp166,05 triliun |
| Laba Bersih Tahun Berjalan | Rp16,36 triliun | Rp16,36 triliun |
| EPS | Rp439 | Rp441 |
| ROE | 14,39% | 14,40% |
| KPMM/CAR | 19,20% | 19,13% |
Catatan: Angka merupakan simulasi proforma berdasarkan laporan keuangan individual, bukan hasil realisasi transaksi.
Proyeksi menunjukkan EPS meningkat sekitar Rp2 per saham, sedangkan Return on Equity (ROE) naik 0,01 poin persentase. Sebaliknya, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) diperkirakan turun 0,07 poin persentase menjadi 19,13%.
Manajemen menilai perubahan tersebut tidak berdampak material terhadap kinerja operasional dan permodalan perseroan. Realisasi akhirnya tetap bergantung pada nilai dan jumlah saham yang benar-benar dibeli kembali.
Baca juga: Kinerja Fundamental Terjaga: Menelisik Laporan Keuangan BBNI Q3 2026
FAQ Seputar Buyback Saham BBNI 2026
1. Berapa dana yang disiapkan BBNI untuk buyback saham?
BBNI menyiapkan dana maksimal Rp547 miliar, termasuk estimasi biaya transaksi dengan batas maksimal 0,30% dari nilai pembelian kembali.
2. Kapan buyback saham BBNI dilaksanakan?
Periode pembelian kembali saham berlangsung mulai 28 Oktober 2026 hingga 27 Januari 2027. Transaksi dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus.
3. Apakah buyback BBNI menyebabkan dilusi saham?
Tidak. Buyback tidak menambah jumlah saham yang diterbitkan sehingga tidak menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama.
4. Apakah buyback saham BBNI akan meningkatkan EPS?
Berdasarkan simulasi manajemen, EPS berpotensi meningkat dari Rp439 menjadi Rp441 per saham. Angka tersebut merupakan proyeksi dan bergantung pada realisasi transaksi.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai aksi korporasi: Maksimal Rp547 miliar, termasuk biaya transaksi.
- Periode buyback: 28 Oktober 2026–27 Januari 2027.
- Sumber dana: Kas internal perseroan tanpa menggunakan pinjaman.
- Dampak EPS: Diproyeksikan meningkat dari Rp439 menjadi Rp441.
- Dampak permodalan: KPMM diproyeksikan menurun dari 19,20% menjadi 19,13%.
- Tujuan: Mengimbangi tekanan jual di tengah fluktuasi pasar modal.
- Status: Rencana pembelian kembali saham, dengan realisasi bergantung pada pelaksanaan transaksi.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) merupakan perusahaan perbankan milik negara yang didirikan pada 1946 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perseroan menyediakan layanan perbankan ritel, korporasi, komersial, serta layanan keuangan internasional.
BBNI berkantor pusat di Grha BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1, Jakarta Pusat. Perseroan menjalankan kegiatan usaha perbankan dengan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.
Disclaimer: Konten dari PintarSaham.id bersifat informatif dan edukatif. Bukan merupakan ajakan jual/beli efek atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi adalah tanggung jawab individu.
Market Terus Bergerak, Aksi Korporasi Terus Terjadi. Mengetahui ada aksi korporasi saja tidak cukup, Anda harus tahu bagaimana meresponsnya. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih taktis, terstruktur, dan berbasis data agar Anda tidak kehilangan momentum.
Dapatkan analisis aksi korporasi terupdate dan watchlist harian kami! Gabung Sekarang
Masih Bingung? Tanya Admin