Apa itu Saham Cyclical dan Saham Non Cyclical

Saham Cyclical dan Saham Non Cyclical

Pengertian Saham Cyclical

Pengertian saham cyclical ataupun saham non cyclical memang lebih sering dibahas apabila kita sudah paham dengan baik apa itu saham dan sudah bisa menyusun jumlah saham yang pas dalam satu portofolio yang kita punya.

Ada baiknya untuk mengisi portofolio dengan saham cyclical sebagai cara diversifikasi.

Baca juga artikel : Pentingnya Diversifikasi dalam Saham

Saham cyclical secara sederhanya adalah saham perusahaan yang pendapatannya terpengaruh oleh kondisi makro ekonomi dan siklus bisnis.

Saham Cyclical dan Saham Non Cyclical
Saham Cyclical dan Saham Non Cyclical

Saham cyclical juga dapat dikatakan sebagai saham perusahaan yang menghasilkan produk barang atau jasa yang dibeli ketika ekonomi sedang naik atau booming.

Contohnya saham sektor pertambangan, harga saham pertambangan akan meningkat ketika memang terjadi pertumbuhan pembelian pada sektor tersebut. Click To Tweet

Bisa dilihat pada harga saham ITMG, salah satu saham sektor pertambangan batu bara. Dimana harganya meroket ketika memang terjadi booming  pada saat itu dari tahun 2009 – 2011. Harga sahamnya kemudian menurun tajam dari puncaknya di tahun 2011 hingga menyentuh terendah di tahun 2016. 

Grafik Harga Saham ITMG
Grafik Harga Saham ITMG

Saham cyclical cenderung lebih volatile dan mengikuti tren ekonomi secara umum, sedangkan saham non cyclical memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan pasar ketika kondisi ekonomi sedang menurun.

Saham non cyclical bisa disebut juga dengan saham defensif. Disebut defensif karena apapun kondisi ekonomi  barang atau jasa tersebut masih dicari. Misalnya pasta gigi, makanan, sabun dan kebutuhan sehari-hari.

Kesimpulan

Dalam menyusun portofolio saham akan lebih baik jika kita melakukan diversifikasi. Membeli saham cyclical boleh-boleh saja jika memang kita mengetahui trend yang terjadi saat ini perekonomiannya seperti apa.

Kelebihan membeli saham cyclical adalah ketika memang momennya pas harga sahamnya bisa naik berlipat-lipat begitu juga sebaliknya ketika kita salah “momen” maka harga sahamnya susah kembali ke harga atas lagi.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat