PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melaporkan transformasi fundamental yang sangat signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan penyedia jasa pertambangan ini berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih yang fantastis berkat aksi akuisisi strategis dan perbaikan struktur modal.
Harga penutupan saham DEWA pada 30 Maret 2026 berada di level Rp456 per lembar. Investor perlu mencermati bahwa pertumbuhan kinerja ini tidak lepas dari keuntungan non-kas yang timbul dari penggabungan usaha.
Kinerja Keuangan DEWA
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Kondisi aset dan ekuitas perusahaan mengalami ekspansi besar-besaran dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut adalah ringkasan neraca konsolidasian DEWA untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024:
| Komponen (dalam ribuan IDR) | Periode Terbaru (2025) | Periode Pembanding (2024) | Perubahan |
| Total Aset | 16.734.972.389 | 8.534.262.123 | +96,09% |
| Aset Lancar | 3.619.852.372 | 2.755.266.793 | +31,38% |
| Aset Tidak Lancar | 13.115.120.017 | 5.778.995.330 | +126,94% |
| Total Liabilitas | 8.143.839.115 | 5.495.545.182 | +48,19% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 3.138.676.658 | 3.614.359.748 | -13,16% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 5.005.162.457 | 1.881.185.434 | +166,06% |
| Total Ekuitas | 8.591.133.274 | 3.038.716.941 | +182,72% |
Total aset perusahaan tumbuh pesat mencapai Rp16,73 triliun yang didominasi oleh kenaikan aset tidak lancar. Kenaikan tajam pada pos aset eksplorasi dan evaluasi sebesar Rp7,00 triliun merupakan dampak langsung dari akuisisi entitas anak.
Struktur ekuitas melonjak hingga 182% yang didorong oleh penambahan modal melalui konversi utang menjadi saham serta akumulasi laba tahun berjalan. Konversi utang ke modal saham seri B ini secara efektif memperkuat basis permodalan perusahaan dan menurunkan beban liabilitas jangka pendek.
Liabilitas jangka panjang meningkat seiring dengan perolehan pinjaman bank baru untuk mendanai ekspansi dan operasional. Secara keseluruhan, posisi keuangan DEWA jauh lebih kokoh dibandingkan tahun 2024 dengan rasio utang yang lebih terkendali.
B. Laporan Laba Rugi
Peningkatan pendapatan operasional dibarengi dengan efisiensi beban pokok, sehingga menghasilkan laba kotor yang tumbuh signifikan. Berikut adalah performa laba rugi DEWA:
| Komponen (dalam ribuan IDR) | Periode Terbaru (2025) | Periode Pembanding (2024) | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 6.392.755.815 | 6.031.956.702 | +5,98% |
| Laba Kotor | 962.174.972 | 439.465.415 | +118,94% |
| Laba Usaha | 726.393.662 | 205.928.156 | +252,74% |
| Laba Bersih | 4.306.761.262 | 55.244.725 | +7.695,78% |
| EPS (per 1.000 saham) | 112,00 | 2,53 | +4.326,88% |
Pendapatan usaha tumbuh sebesar 5,98% yang didukung oleh peningkatan volume jasa penambangan pada pelanggan utama seperti PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. Laba kotor berhasil melonjak 118% karena penurunan beban subkontraktor dan efisiensi operasional lainnya.
Laba bersih mencatatkan kenaikan fantastis lebih dari 7.000% mencapai Rp4,30 triliun. Faktor utama lonjakan ini adalah pengakuan negative goodwill sebesar Rp4,53 triliun dari akuisisi 99,75% kepemilikan PT Gayo Mineral Resources.
Penting bagi investor untuk memahami bahwa laba bersih yang sangat besar ini sebagian besar bersifat satu waktu (one-off gain) dan bukan berasal dari aliran kas operasional rutin. Tanpa keuntungan dari akuisisi tersebut, laba operasional tetap menunjukkan tren pemulihan yang positif namun tidak sebesar angka laba bersih yang dilaporkan.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan mencerminkan perbaikan likuiditas dan struktur modal, meski rasio profitabilitas sangat dipengaruhi oleh anomali laba akuisisi.
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,15x | Likuiditas lancar memadai untuk memenuhi utang jangka pendek. |
| Quick Ratio | 1,06x | Kemampuan bayar cepat cukup kuat tanpa bergantung pada persediaan. |
| Margin Laba Kotor | 15,05% | Efisiensi biaya produksi membaik dibanding tahun lalu. |
| Margin Laba Bersih | 67,37% | Sangat tinggi akibat keuntungan non-kas dari akuisisi. |
| ROA | 25,73% | Pemanfaatan aset menghasilkan laba yang sangat besar. |
| ROE | 50,13% | Tingkat pengembalian modal sangat tinggi bagi pemegang saham. |
| DER | 0,95x | Struktur utang relatif aman karena di bawah modal sendiri. |
Manajemen likuiditas perusahaan terlihat sehat dengan current ratio yang terjaga di atas angka satu kali. Penurunan Debt to Equity Ratio (DER) dari level 1,69x pada 2024 menjadi 0,95x pada 2025 menunjukkan profil risiko keuangan yang jauh lebih konservatif.
Rasio profitabilitas seperti ROE dan ROA memberikan gambaran yang sangat optimis, namun perlu dinormalisasi karena adanya keuntungan dari akuisisi. Efisiensi inti perusahaan sebenarnya tercermin pada margin laba kotor yang naik dari 7,2% menjadi 15,0%.
D. Valuasi Saham
Valuasi saham dilakukan dengan membandingkan harga pasar terhadap kinerja per lembar saham yang dilaporkan pada 31 Desember 2025.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 4,0x. | Valuasi dianggap sangat murah (discounted) terhadap kinerja tahun berjalan. |
| PBV | 2,16x | Dianggap premium dibandingkan nilai buku historis sektor jasa tambang. |
Berdasarkan harga pasar Rp456 dan EPS sebesar Rp105,84, saham DEWA diperdagangkan pada rasio PER sebesar 4 kali. Angka ini mencerminkan valuasi yang sangat terdiskon jika dibandingkan dengan rata-rata sektor jasa pertambangan batubara.
Namun, rasio PER yang rendah ini muncul karena pembagi laba bersih yang terdistorsi oleh pendapatan non-operasional satu waktu. PBV sebesar 2,16 kali mencerminkan apresiasi investor terhadap aset tambang baru yang dimiliki perusahaan melalui PT Gayo Mineral Resources.
Kesimpulan
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil mengubah profil keuangannya secara drastis sepanjang tahun 2025 melalui ekspansi aset dan penguatan modal. Lonjakan laba bersih yang mencapai Rp4,30 triliun memberikan sentimen positif yang sangat kuat bagi pasar, meskipun mayoritas disumbang oleh pos keuntungan non-kas.
Investor patut mengapresiasi perbaikan margin operasional dan penurunan tingkat utang yang membuat fundamental perusahaan menjadi lebih stabil. Namun, investor tetap harus waspada terhadap keberlanjutan laba di masa depan tanpa adanya dukungan keuntungan dari aksi korporasi serupa.
Profil Singkat Perusahaan
PT Darma Henwa Tbk didirikan pada tahun 1991 dan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1996 sebagai penyedia jasa kontraktor pertambangan. Perusahaan memiliki cakupan bisnis yang luas mulai dari penyiapan lahan, jasa konstruksi sipil, hingga reparasi mesin pertambangan dan energi. Proyek-proyek utama perusahaan tersebar di wilayah Kalimantan dengan fokus pada dukungan operasional tambang batubara skala besar.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!