ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Analisis Asingmologi dan Broker Summary?

Analisis Asingmologi dan Broker Summary? Saham Apa Saja Yang Diakumulasi Oleh Investor Asing Selama Periode 1 Maret 2021 – 9 Juli 2021?

Ada yang bertanya pada saya mengenai proses pengambilan keputusan investasi dengan melihat pergerakan asing. Sebenarnya saya kurang suka menggunakan analisis asingmologi dalam melakukan investasi di pasar saham. Apalagi mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan analisis broker summary. Mengapa?

Karena gerakan broker summary itu bisa dimanipulasi oleh bandar. Bagi yang sudah mengikuti kisah Jiwasraya dan Asabri dan menonton video Bentjok pasti akan menyadari kalau bandar itu menggunakan banyak nominee di banyak broker saham untuk menyamarkan transaksi.

Itulah mengapa menurut saya analisis broker summary itu bisa saja misleading. Para nominee yang akunnya dipinjam dibayar oleh bandar dengan nilai 100-400 juta rupiah sekali pakai. Bahkan mungkin bisa lebih juga. Jadi broker A kelihatan sedang melakukan akumulasi padahal sebenarnya itu hanyalah akun nominee yang digunakan oleh remaisser untuk menampung transaksi beberapa bandar. Bahkan ada satu akun nomine yang digunakan oleh beberapa bandar sekaligus seperti yang terjadi di kasus Jiwasraya dan Asabri, dimana ada akun nominee ternyata digunakan oleh Bentjok dan Heru Hidayat sekaligus. Sehingga terlihat seolah – olah ada broker yang sedang melakukan akumulasi saham padahal itu hanya fake bid dan fake offer.

Dan tidak menutup kemungkinan kalau bandar juga menggunakan nominee RDN asing sehingga kelihatan ada transaksi asing padahal itu hanyalah lokal berkedok asing.

Case Study

Jadi apakah analisis pergerakan asing tidak berguna?

Jawabannya ya dan tidak.

Jawabannya tidak jika transaksi asing di sebuah saham itu nilainya tidak signifikan.

Misalnya sebuah saham A ada transaksi pembelian asing senilai 10 Milyar. Menurut saya ini belum signifikan karena transaksi senilai itu bisa saja hanyalah transaksi nomine bandar untuk menggocek ritel.

Jawabannya ya jika transaksi asing di sebuah saham nilainya signifikan. Seperti contoh yang terjadi pada CENT beberapa hari lalu di mana terjadi transaksi besar senilai 2 Triliun. Dan sehari setelahnya baru ketahuan kalau CENT ternyata diakuisisi oleh EdgePoint senilai 2 Triliun di harga 198 rupiah.

Transaksi yang nilainya besar sulit untuk dimanipulasi oleh bandar.

Ada lagi satu contoh transaksi asing yang besar di saham SMMA. Transaksi tersebut terjadi di 21 Juni 2021 di harga 14.500. Namun sayangnya tidak ada disclosure karena nilai transaksi tersebut kurang dari 5%. Sehingga kita tidak bisa tahu investor asing mana yang membeli SMMA senilai 2 Triliun rupiah. Menurut saya transaksi 2 Triliun itu besar dan signifikan sehingga sulit untuk dimanipulasi oleh bandar.

Meskipun duit bandar besar, tetap saja mereka punya keterbatasan untuk mengontrol penuh sebuah saham apalagi jika saham tersebut didominasi oleh ritel.

Itulah mengapa bandar menjadi seperti Tuhan di saham sunyi dan tidak likuid. Karena mereka dapat dengan bebas memutarbalikan harga saham.

Investor ritel di Indonesia sangat mudah untuk dimanipulasi. Bisa lihat insiden salah ketik KSEI yang terjadi di saham KBRI dan PRIM. Benar – benar sangat parah. Investor yang percaya dengan data KSEI langsung menghajar saham PRIM di pucuk hanya karena mereka lihat di data KSEI kalau Gojek masuk saham PRIM. Ternyata data itu salah ketik. Entah ada unsur kesengajaan atau tidak di situ saya juga tidak tahu. Tapi insiden itu mengakibatkan kerugian di banyak investor yang percaya dengan data KSEI.

Data KSEI saja bisa salah apalagi data broker summary yang jelas – jelas sudah punya riwayat mudah dimanipulasi oleh bandar Jiwasraya dan Asabri di masa lalu lewat ratusan akun nominee bayaran.

Jadi What’s Next?

Karena itu menurut saya analisis asingmologi sebaiknya jangan dijadikan sebagai satu – satunya alat untuk mengambil keputusan dalam investasi.

Patokan utama tetap di analisis fundamental. Di kemampuan perusahaan mencetak laba, arus kas, dividen dan menekan utang. Jika sudah yakin dengan fundamental perusahaan yang strong, bisa dilanjutkan dengan analisis asingmologi yang dimodifikasi.

Fokus pada transaksi asing yang nilainya signifikan di atas 100-200 Milyar rupiah karena transaksi sebesar itu sulit untuk dimanipulasi. Contoh transaksi asing besar yang sulit dimanipulasi dapat lihat di video ini. 

Dalam video tersebut saya memantau saham apa saja yang diakumulasi asing sejak 1 Maret 2021 hingga 10 Juli 2021.

Mengapa saya mengambil patokan Maret 2021? Karena Maret itu adalah masa ketika IHSG sudah jatuh. Ketika IHSG jatuh maka menurut saya big player pasti akan fokus melakukan akumulasi ketika semua ritel panic cutloss.

Dari hasil pantauan saya, saham seperti ASII TLKM UNTR UNVR KLBF MYOR BMRI TBIG ANTM BRPT TPIA justru banyak diakumulasi oleh asing selama periode Maret 2021 – 9 Juli 2021. Rinciannya bisa dilihat di video ini 

Saham Akumulasi Asing Maret - Juli 2021

Nilai akumulasi mereka di atas 500 Milyar semua. Dan menurut saya itu menunjukkan real interest.

But well, we never know sampai kapan mereka akan melakukan akumulasi sambil menekan harga saham. Karena mereka punya duit banyak dan diversifikasi aset di mana – mana. Jadi nyangkut beberapa bulan hingga beberapa tahun mungkin tidak terlalu berpengaruh untuk mereka.

Sebagai investor ritel sebaiknya kita tetap fokus pada fundamental perusahaan saja karena dalam jangka panjang, fundamental always win.

 

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan data analisa kuartalan emiten pilihan bisa pesan di sini.

Atau dengan memesan melalui Whatsapp Tim Pintarsaham di  +62831-1918-1386

Bagi yang ingin mencoba instrumen yang lebih beresiko tinggi kripto dengan resiko duit hilang 100% jika lagi kurang beruntung dan bisa cuan multibagger jika lagi beruntung bisa daftar di sini. 

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto Binance atau Tokokripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Bagi yang tertarik membuka rekening saham Sucor atau Mirae bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

10. Cara Cuan di Kripto tanpa Harus Trading

11. Cara Cuan Passive Income di Kripto dari Liquid Swap

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.
  • I do not provide personal investment advice and I am not a qualified licensed investment advisor. I am an amateur investor.
  • All information found here, including any ideas, opinions, views, predictions, forecasts, commentaries, suggestions, or stock picks, expressed or implied herein, are for informational, entertainment or educational purposes only and should not be construed as personal investment advice. While the information provided is believed to be accurate, it may include errors or inaccuracies.
  • I will not and cannot be held liable for any actions you take as a result of anything you read here.
  • Conduct your own due diligence, or consult a licensed financial advisor or broker before making any and all investment decisions. Any investments, trades, speculations, or decisions made on the basis of any information found on this site, expressed or implied herein, are committed at your own risk, financial or otherwise.
  • No representations or warranties are made with respect to the accuracy or completeness of the content of this entire weblog, including any links to other sites. The links provided are maintained by their respective organizations and they are solely responsible for their content. All information presented here is provided ‘as is’, without warranty of any kind, expressed or implied.
  • From time to time I may include affiliate links and advertisements on my article that result in my receiving a payment should a visitor click on a link or sign up to a service, as per established Internet practice. Readers are entirely responsible for any actions they take as a result of reading or clicking on links on the site, and are urged to read the small print.

 

Leave a Reply