Analisa saham MEDS pada Kuartal 1 2026 menunjukkan perbaikan kinerja, dengan pendapatan naik menjadi Rp4,77 miliar dan laba bersih tercatat Rp324,60 juta. Dengan harga closing 26 Mei 2026 di Rp97, valuasi MEDS terlihat tinggi dari sisi PER berbasis annualisasi laba Kuartal 1 2026, sementara PBV berada di sekitar 3,12 kali.
Kinerja Keuangan MEDS Kuartal 1 2026
A. Laporan Posisi Keuangan
| Dalam Miliar IDR | Q1 2026 | FY 2025 | Perubahan |
| Total Aset | 63,79 | 61,77 | 3,27% |
| Aset Lancar | 16,75 | 14,49 | 15,62% |
| Aset Tidak Lancar | 47,04 | 47,28 | -0,51% |
| Total Liabilitas | 15,17 | 13,47 | 12,59% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 14,06 | 12,36 | 13,72% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 1,11 | 1,11 | 0,00% |
| Total Ekuitas | 48,62 | 48,30 | 0,67% |
Total aset PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) naik 3,27% menjadi Rp63,79 miliar pada akhir Maret 2026. Kenaikan terutama berasal dari aset lancar yang meningkat 15,62%, sejalan dengan kenaikan piutang usaha dan persediaan.
Di sisi pendanaan, total liabilitas naik 12,59% menjadi Rp15,17 miliar. Kenaikan liabilitas terutama berasal dari liabilitas jangka pendek, sehingga struktur kewajiban MEDS masih perlu dicermati dari sisi likuiditas.
Ekuitas naik tipis 0,67% menjadi Rp48,62 miliar. Kenaikan ini mencerminkan adanya laba periode berjalan, meski saldo defisit akumulatif masih tercatat cukup besar.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Miliar IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 4,77 | 1,81 | 162,83% |
| Laba Kotor | 1,70 | 0,23 | 642,70% |
| Laba Usaha | -0,35 | -1,69 | Rugi menyempit 79,28% |
| Laba Bersih | 0,32 | -1,78 | Berbalik laba |
| EPS | Rp0,21 | -Rp1,14 | Berbalik positif |
Pendapatan MEDS tumbuh 162,83% secara tahunan menjadi Rp4,77 miliar. Penjualan terbesar berasal dari produk masker plus sebesar Rp4,07 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba kotor meningkat signifikan menjadi Rp1,70 miliar, mencerminkan perbaikan skala penjualan dan efisiensi beban pokok penjualan. Namun, beban umum dan administrasi masih cukup besar, sehingga laba usaha tetap negatif sebesar Rp351,18 juta.
Kinerja bersih berbalik positif menjadi laba Rp324,60 juta. Perbaikan ini tidak hanya dipengaruhi kenaikan penjualan, tetapi juga kontribusi akun lain-lain neto sebesar Rp838,12 juta.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,19 kali | Aset lancar masih menutup kewajiban jangka pendek, tetapi ruang aman tidak terlalu lebar. |
| Quick Ratio | 0,28 kali | Likuiditas cepat relatif rendah karena aset lancar banyak tertahan di persediaan. |
| Margin Laba Kotor | 35,74% | Profitabilitas kotor membaik dan cukup sehat. |
| Margin Laba Bersih | 6,81% | Laba bersih sudah positif, tetapi masih perlu diuji konsistensinya. |
| ROA | 0,51% | Imbal hasil terhadap aset masih rendah. |
| ROE | 0,67% | Pengembalian terhadap ekuitas masih terbatas. |
| DER | 0,31 kali | Struktur utang relatif rendah terhadap ekuitas. |
Rasio likuiditas MEDS menunjukkan kondisi yang campuran. Current ratio masih di atas 1 kali, tetapi quick ratio yang rendah menunjukkan ketergantungan besar pada persediaan untuk menopang aset lancar.
Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor membaik signifikan. Namun, ROA dan ROE masih rendah karena laba bersih kuartalan belum cukup besar dibandingkan total aset dan ekuitas.
D. Valuasi Saham
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 115,48 kali | Relatif premium bila memakai annualisasi EPS Q1 2026. |
| PBV | 3,12 kali | Di atas nilai buku, sehingga pasar memberi valuasi premium terhadap ekuitas MEDS. |
Dengan harga closing Rp97 dan EPS Q1 2026 sebesar Rp0,21, PER annualized MEDS berada di sekitar 115,48 kali. Angka ini tergolong tinggi secara umum, terutama karena laba bersih yang menjadi basis perhitungan masih kecil.
PBV sebesar 3,12 kali menunjukkan harga saham diperdagangkan di atas nilai bukunya. Tanpa data pembanding sektor yang spesifik, valuasi MEDS dapat dikategorikan premium secara umum.
Kesimpulan
MEDS menunjukkan perbaikan kinerja pada Kuartal 1 2026, terutama dari pertumbuhan pendapatan, kenaikan laba kotor, dan berbaliknya laba bersih menjadi positif. Namun, kualitas perbaikan masih perlu diamati karena laba usaha masih negatif dan sebagian laba bersih dibantu oleh akun lain-lain neto.
Dari sisi neraca, struktur permodalan masih relatif ringan dengan DER 0,31 kali. Namun, likuiditas cepat yang rendah dan porsi persediaan yang besar tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.
Profil Singkat Perusahaan
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri dan perdagangan alat kesehatan. Kegiatan usaha utama perusahaan mencakup produksi dan perdagangan masker, masker plus, bouffant cap, stetoskop, tensimeter, serta perlengkapan kedokteran lainnya.
Perusahaan berkedudukan di Cimahi, Jawa Barat, dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2022. Pada Kuartal 1 2026, perusahaan juga memiliki agenda peningkatan kapasitas produksi melalui pembelian 10 unit mesin baru.
Disclaimer:Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin