Emiten pertambangan batubara, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), secara resmi menyampaikan laporan pelaksanaan pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback). Dalam keterbukaan informasi terbaru, perseroan mengumumkan telah mengeksekusi pengalihan terhadap 1.368.976.500 unit buyback saham ADRO. Langkah strategis ini dilakukan bukan melalui penjualan di pasar sekunder, melainkan melalui mekanisme pengurangan modal ditempatkan dan disetor penuh.
Laporan yang ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan, Maharani Cindy Opssedha, pada 12 Januari 2026 ini merinci bahwa periode transaksi pengalihan tersebut efektif tercatat pada tanggal 30 Desember 2025. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari hasil keputusan pemegang saham dan regulasi pasar modal yang berlaku terkait stabilisasi harga saham dan pengelolaan struktur permodalan perusahaan.
Mekanisme Pengalihan dan Legalitas Buyback Saham ADRO
Pengalihan 1,36 miliar unit buyback saham ADRO ini mewakili sekitar 4,45% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Berbeda dengan skema pengalihan saham treasury pada umumnya yang dijual kembali ke pasar untuk mendapatkan dana segar, ADRO memilih jalur pengurangan modal. Oleh karena itu, dalam laporan transaksi tersebut, harga rata-rata pengalihan dan jumlah dana yang diperoleh tercatat senilai Rp0.
Secara legalitas, langkah ini telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 2 Juni 2025. Selain itu, Perseroan telah mengantongi Surat Keputusan dari Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0051836.AH.01.02.TAHUN 2025 tertanggal 5 Agustus 2025 terkait Perubahan Anggaran Dasar.
Pelaksanaan pengurangan modal ini mengacu pada ketentuan Pasal 44 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta mematuhi Pasal 21 juncto Pasal 22 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.
Rincian Saham dan Sisa Saldo Treasury
Berdasarkan lampiran laporan perkembangan pengalihan kembali, terdapat beberapa tahapan pembelian kembali yang telah dilakukan oleh Perseroan. Tahapan pertama yang telah selesai dialihkan sepenuhnya adalah saham hasil pembelian kembali periode 15 Mei 2024 hingga 16 Mei 2025 dengan harga rata-rata pembelian Rp1.984 per saham.
Hingga posisi 30 Desember 2025, akumulasi pengalihan adalah sebagai berikut:
- Jumlah saham yang telah dialihkan: 1.368.976.500 unit.
- Sisa saham hasil buyback yang belum dialihkan: 589.195.200 unit.
Sisa saham yang belum dialihkan tersebut berasal dari dua periode pembelian kembali lainnya. Pertama, hasil pembelian periode 15 Mei 2025 hingga 2 Juni 2025 sebanyak 33.000.000 saham. Kedua, hasil pembelian periode 2 Juni 2025 hingga 3 Juni 2026 sebanyak 556.195.200 saham. Manajemen menegaskan bahwa untuk sisa saham tersebut, Perseroan belum memasuki periode pengalihan kembali berdasarkan ketentuan POJK yang berlaku.
Poin Penting bagi Investor
- Metode Pengalihan: ADRO memilih metode pengurangan modal, bukan penjualan ke pasar, sehingga tidak ada tekanan jual tambahan di pasar sekunder dari saham treasury ini.
- Persentase Kepemilikan: Pengalihan melalui pengurangan modal secara teoritis dapat meningkatkan nilai persentase kepemilikan pemegang saham yang ada karena jumlah total saham yang beredar berkurang.
- Legalitas: Proses telah memenuhi syarat UU Perseroan Terbatas dan regulasi OJK terbaru (POJK 29/2023).
- Sisa Saham: Masih terdapat sisa 589.195.200 saham hasil buyback yang wajib dialihkan di masa mendatang sesuai jadwal yang ditentukan.
Profil Singkat Perusahaan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) adalah perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan bisnis di sektor batubara, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung. Disamping itu ADRO juga mempunyai lini bisnis seperti logistik dan ketenagalistrikan yang terintegrasi melalui anak-anak perusahaan dan ketenagalistrikan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan! https://bit.ly/pintarsahamid


