PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah mempublikasikan laporan keuangan konsolidasian tahunan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Melalui analisa saham GIAA terbaru, terlihat adanya transformasi signifikan pada posisi neraca perusahaan pasca aksi korporasi penambahan modal Seri D.
Meskipun struktur permodalan mengalami perbaikan, tantangan operasional masih tercermin pada peningkatan rugi bersih tahun berjalan. Investor perlu mencermati bagaimana perusahaan mengelola beban keuangan dan biaya pemeliharaan yang terus membengkak.
Kinerja Keuangan dan Analisa Saham GIAA Tahun Buku 2025
Laporan keuangan menunjukkan perubahan drastis pada sisi ekuitas dan likuiditas perusahaan. Berikut adalah ringkasan data laporan posisi keuangan berdasarkan data audit terbaru:
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam USD | 2025 | 2024 | Perubahan YoY |
| Total Aset | 7.431.600.773 | 6.618.614.941 | 12,28% |
| Aset Lancar | 1.418.262.623 | 553.908.871 | 156,05% |
| Aset Tidak Lancar | 6.013.338.150 | 6.064.706.070 | -0,85% |
| Total Liabilitas | 7.339.688.817 | 7.970.511.787 | -7,91% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 1.348.041.383 | 1.173.272.782 | 14,89% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 5.991.647.434 | 6.797.239.005 | -11,85% |
| Total Ekuitas | 91.911.956 | (1.351.896.846) | 106,80% |
Pencapaian paling krusial dalam laporan posisi keuangan adalah kembalinya posisi ekuitas ke zona positif. Hal ini dipicu oleh penerbitan saham Seri D melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) senilai AS$1,43 miliar.
Peningkatan aset lancar sebesar 156,05% juga didorong oleh lonjakan saldo kas dan setara kas yang mencapai AS$943,4 juta. Struktur keuangan kini jauh lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami defisit ekuitas sangat besar.
Meskipun demikian, total liabilitas tetap berada pada level yang tinggi di angka AS$7,33 miliar. Perusahaan masih memikul beban liabilitas sewa dan estimasi biaya pengembalian pesawat yang signifikan dalam jangka panjang.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam USD | 2025 | 2024 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 3.216.604.484 | 3.416.526.383 | -5,85% |
| Laba Kotor | 765.837.695 | 960.385.114 | -20,26% |
| Laba Usaha | 113.868.471 | 308.615.096 | -63,10% |
| Laba (Rugi) Bersih | (319.391.449) | (69.776.329) | 357,74% |
| EPS | (0,00285) | (0,00079) | 260,76% |
Penurunan pendapatan usaha sebesar 5,85% menjadi faktor penekan utama kinerja laba tahun berjalan. Penurunan ini terutama berasal dari segmen penerbangan berjadwal yang menyusut menjadi AS$2,51 miliar.
Beban pemeliharaan dan perbaikan melonjak signifikan dari AS$536,9 juta menjadi AS$661,3 juta. Kenaikan biaya operasional ini menyebabkan laba usaha tergerus sebesar 63,10% secara tahunan.
Kerugian bersih membengkak hingga AS$319,3 juta akibat tingginya beban keuangan yang mencapai AS$525,7 juta. Tingginya beban bunga dari liabilitas sewa dan utang obligasi baru tetap menjadi penghambat utama profitabilitas.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,05x | Kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek memadai. |
| Quick Ratio | 0,98x | Likuiditas tanpa persediaan berada di level moderat. |
| Margin Laba Kotor | 23,81% | Kemampuan menghasilkan laba dari biaya langsung menurun. |
| Margin Laba Bersih | -9,93% | Perusahaan masih mengalami kerugian bersih yang cukup dalam. |
| ROA | -4,30% | Pengelolaan aset belum mampu menghasilkan laba bersih. |
| ROE | -347,50% | Imbal hasil ekuitas sangat rendah akibat besarnya rugi. |
| DER | 79,85x | Tingkat utang sangat tinggi terhadap ekuitas. |
Rasio Current Ratio yang berada di atas 1x menunjukkan perbaikan likuiditas jangka pendek yang signifikan. Hal ini memberikan ruang napas bagi perusahaan dalam memenuhi kewajiban operasional rutin dalam waktu dekat.
Namun, rasio Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 79,85x mencerminkan profil risiko keuangan yang masih sangat tinggi. Ekuitas yang baru saja positif belum cukup kuat untuk menopang total liabilitas yang mencapai miliaran dolar.
Margin laba bersih yang negatif menunjukkan bahwa efisiensi biaya belum tercapai sepenuhnya di tengah tekanan biaya bunga. Investor perlu mencermati strategi pengurangan beban keuangan di masa mendatang.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan 9 April 2026 sebesar Rp71 per lembar saham.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | N/A | Tidak dapat dihitung karena posisi laba masih negatif. |
| PBV | 18,78x | Valuasi berada pada tingkat premium yang sangat tinggi. |
Dengan nilai buku per saham (BVPS) sekitar Rp3,78 per saham, indikator PBV sebesar 18,78x menunjukkan harga pasar saat ini jauh di atas nilai bukunya. Valuasi ini tergolong premium jika dibandingkan dengan rata-rata sektor transportasi udara secara umum.
Tingginya angka PBV ini dipengaruhi oleh posisi ekuitas yang baru saja pulih dan jumlah saham beredar yang meningkat drastis. Investor sebaiknya mempertimbangkan potensi perbaikan laba operasional di masa depan sebagai penyeimbang nilai valuasi saat ini.
Kesimpulan
Secara fundamental, GIAA berhasil memperbaiki struktur modalnya melalui aksi korporasi yang mengembalikan ekuitas ke posisi positif. Perbaikan kas yang signifikan juga meningkatkan rasio likuiditas perusahaan untuk menghadapi kewajiban jangka pendek.
Namun, performa laba bersih masih tertekan oleh kenaikan biaya pemeliharaan pesawat dan beban keuangan yang sangat tinggi. Valuasi pasar saat ini tergolong sangat premium, mencerminkan ekspektasi pemulihan operasional jangka panjang yang masih menghadapi banyak tantangan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan maskapai penerbangan nasional Indonesia yang mengoperasikan layanan angkutan udara berjadwal untuk penumpang dan kargo. Perusahaan memiliki beberapa entitas anak strategis termasuk PT Citilink Indonesia dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk untuk mendukung layanan penerbangan dan pemeliharaan pesawat.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!