6 Tips Menggunakan Strategi Saham Dividen

6 tips aturan membeli saham dividen

6 Tips Membeli Saham Dividen

Investasi di saham pada dasarnya hanya ada dua jenis keuntungan yang bisa dinikmati yaitu capital gain (kenaikan harga jual saham dibandingkan dengan harga beli) dan dividen.

Salah satu hal yang bisa diandalkan ketika membeli saham adalah dividen yang dibagikan secara rutin tiap tahun. Dividen ini bisa kita jadikan sebagai salah satu sumber pemasukan rutin yang tergolong passive income .

Berinvestasi saham dengan mengandalkan dividen memang memerlukan pemahaman yang baik terlebih dahulu tentang apa itu dividen dan mengapa perusahaan membayar dividen bagi pemegang sahamnya. Ada 6 tips atau aturan yang Pintar Saham bagikan untuk menjadi panduan dalam memilih saham dividen.

Tips Membeli Saham
Tips Membeli Saham
  • Pilih perusahaan yang tergolong stabil

Perusahaan yang rutin membagikan dividen dan konsisten tiap tahun selama 10 tahun terakhir layak untuk kita koleksi sahamnya. Click To Tweet

Saham perusahaan di Indonesia yang secara konsisten membagikan dividen selama 3 tahun terakhir sudah dimasukkan ke dalam suatu indeks yang disebut dengan indeks IDX High Dividen 20. Indeks ini dibuat oleh Bursa Efek Indonesia.

Di luar negeri khususnya di Amerika Serikat terdapat istilah yang disebut dengan dividen aristokrat. Istilah ini diberikan kepada perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen hingga 25 tahun lamanya.

Salah satu ciri dari perusahaan yang tergabung dalam dividen aristokrat adalah memiliki merk yang kuat dan terpercaya serta posisi kas yang melimpah.

  • Pilih kualitas dibandingan dengan kuantitas

Kualitas dibandingkan kuantitas
Kualitas dibandingkan kuantitas

Salah satu rasio yang menjadi prioritas seorang investor saham yang fokus kepada dividen adalah dengan memperhatian rasio dividen yield. Makin tinggi biasanya membuat menjadi lebih menarik. Namun disinilah berlaku “pilih kualitas dibandingkan dengan kuantitas”.

Ketika dividen yield yang dihasilkan tidak konsisten tiap tahun atau malah tahun ini membagikan dividen dengan yield yang tinggi hingga 10% misalnya namun tahun berikutnya tidak membagikan dividen sama sekali. Hal itu merupakan salah satu tanda bahwa perusahaan tersebut belum layak untuk dikoleksi sebagai saham penghasil dividen.

Pilihlah saham yang secara konsisten membagikan dividen tiap tahun meskipun yieldnya tidak terlalu besar. Ada yang bilang 4% merupakan standar dividen yield yang sudah sangat bagus.

  • Cari potensi pertumbuhan

Salah satu seni dalam memilih perusahaan yang layak dibeli sahamnya adalah memperkirakan sejauh mana tingkat pertumbuhan perusahaan tersebut di masa depan. Hal ini juga yang membedakan antara growth investing dan value investing .

Ketika anda memutuskan growth investing maka yang menjadi perhatian adalah seperti apa posisi perusahaan tersebut di masa depan dengan melihat pertumbuhannya. Growth investing lebih mementingkan tingkat pertumbuhan laba dibandingkan dengan valuasi perusahaan saat ini.

Memperhitungkan pertumbuhan perusahaan dapat dijadikan acuan dalam memperkirakan tingkat dividen yang bisa dibagikan.

  • Perhatikan rasio dividen payout ratio

Apabila perusahaan memiliki dividen payout ratio yang terlampau tinggi katakanlah hingga 100% dari laba atau 90% maka ini sebenarnya menjadi perhatian karena perusahaan tersebut kecenderungan pertumbuhannya mulai melambat. Click To Tweet

Hal ini disebabkan laba yang ada sebagian besar dibagikan, biasanya perusahaan yang ingin ekspansi atau memiliki peluang pertumbuhan yang menarik memiliki payout ratio yang tidak terlalu tinggi.

  • Diversifikasi Sektor

Kebanyakan saham sektor batu bara memiliki kecenderungan membagikan dividen yang tegolong tinggi, namun sebaiknya kita jangan mengkoleksi saham sektor ini saja apabila menggunakan strategi saham dividen. Baca artikel tentang : Pentingnya Melakukan Diversifikasi Saham

Selalu lakukan diversifikasi sektor saham agar lebih meminimalisir risiko yang ada.

  • Tahu kapan saat untuk bertahan dan kapan saat melepas saham yang tidak berkinerja baik

Ketika memutuskan menjadi seorang investor maka masa periode yang biasa digunakan adalah jangka Panjang biasanya hingga 10 tahun atau bahkan selamanya kalau mengikuti apa kata seorang Warren Buffet.

Menjadi investor saham yang memilih jalur dividen maka kita harus tahu kapan saat untuk tetap bertahan dengan pilihan saham yang ada atau memutuskan untuk mengganti dengan saham lain yang memiliki prosepek yang lebih baik.

Salah satu cara yang bisa dilihat adalah dengan kecenderungan dividen yang dibadikan dari tahun ke tahun apakah bertambah atau malah menurun . Prospek perusahaan tersebut dalam masa depan, kinerja pertumbuhan pendapatannya meningkat atau malah menurun. Laba yang terlalu volatil dari tahun ke tahun juga kurang pas untuk dikoleksi sahamnya.

Kesimpulan

Pendekatan yang benar dalam memilih saham yang memberikan dividen yang tinggi dapat memberikan hasil portofolio yang menakjubkan di tahun-tahun berikutnya karena dividen merupakan salah satu pasif income yang menjanjikan.

Tetap pilih saham dari berbagai sektor dan minimalkan risiko dengan mengetahui lebih dalam tentang saham yang anda beli. Semoga suksess investasi sahamnya.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *