ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikat International
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 5 tahun
Kontak Kami

Pilihan Investasi untuk mahasiswa apa aja ya??. Hal yang pasti adalah makin awal memulai untuk berinvestasi makin baik hasilnya di masa depan atau jangka panjang.

Berinvestasi juga tidak memerlukan dana yang super besar untuk memulainya.

Ada beberapa pilihan investasi untuk mahasiswa yang bisa dimulai dengan hanya Rp 100.000,00 saja. Berikut 5 pilihan investasi yang tepat untuk mahasiswa

  • Deposito 

Deposito merupakan salah satu bentuk simpanan di bank yang sudah diketahui oleh banyak orang. Deposito tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu, risikonya bisa dikatakan tidak ada (asalkan bunganya sesuai dengan bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan dan jumlahnya tidak lebih dari 2 Milyar).

Bunga deposito saat ini berkisar antara 5% – 6.5% per tahunnya belum dipotong pajak sebesar 20% dan tergantung nominal depositonya. 

Kekurangan dari deposito biasanya setoran yang minimal 8 Juta Rupiah di beberapa bank. 

[bctt tweet=”Imbal hasil deposito juga tidak setinggi investasi lainnya” via=”no”]

  • Reksadana 

Reksadana secara sederhana merupakan kumpulan dana yang dikelola oleh manajer investasi. Ada 4 jenis reksadana tergantung kepada kemana kumpulan dana tersebut diinvestasikan oleh manajer investasi yang kita pilih.

Berinvestasi reksadana ibarat kita menumpang bus dimana sopir busnya adalah manajer investasi yang kita percayai entah karena rekam jejak hasil kinerjanya atau nama besar reputasinya. 

Menariknya reksadana bisa dimulai dengan hanya Rp 100 ribu saja dan ada banyak manajer investasi yang bisa kita pilih. Lebih lengkap tentang reksadana bisa dibaca websitenya Pak Rudiyanto di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/

5 Pilihan Investasi yang tepat untuk mahasiswa
5 Investasi yang tepat untuk mahasiswa
  • Surat Berharga Negara

Pemerintah di tahun 2018 ini mengeluarkan banyak jenis Surat Berharga Negara. Tujuannya adalah menghimpun dana yang digunakan untuk pembangunan.

Keunikan dari investasi ini adalah ada masa penawarannya jadi tidak setiap bulan kita bisa membeli jenis investasi ini.

Beberapa contoh Surat Berharga Negara yang dikeluarkan pemerintah adalah : 

 – Saving Bonds Ritel (SBR).

Minimal pembelian Rp 1 juta rupiah , kupon floating (mengambang) diatur oleh pemerintah biasanya diatas deposito. Kupon dibayar tiap bulan. Kekurangannya dana di kunci selama 2 tahun sehingga ingat gunakan dana dingin. Dijamin oleh pemerintah 

 – Obligasi Ritel Indonesia (ORI). 

minimal pembelian 1 juta rupiah, kupon fixed rate (tetap) , biasanya diatas bunga deposito, Kupon dibayar tiap bulan. Ada masa jatuh tempo, untuk ORI15 jatuh temponya selama 3 tahun.

 – Sukuk Tabungan. 

Berbasiskan syariah. Masa jatuh tempo selama 2 tahun. Tidak dapat diperdagangkan. Menggunakan imbalan mengambang. 

Untuk lebih jelas tentang Surat Berharga Negara bisa langsung mengecek website resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

  • Saham 

Saham dapat juga dijadikan sebagai sarana investasi mahasiswa. Saat ini untuk membuka rekening sekuritas cukup dengan hanya Rp 100.000,00 saja. Memang tidak semua saham bisa dibeli dengan hanya bermodalkan 100 ribu saja.

Baca juga artikel : Keuntungan berinvestasi Saham dibandingkan investasi lainnya 

Pilih yang fundamentalnya bagus dan memiliki kualitas manajemen yang baik. Cara memilih perusahaan yang berkinerja bagus bisa menggunakan Analisis Fundamental Saham 

Perhatikan juga risiko-risiko berinvestasi di saham dan keuntungan saham apa saja

Untuk paper asset secara jangka panjang Saham merupakan investasi dengan imbal hasil atau return yang tertinggi.

Saham di Indonesia juga membukukan kenaikan tertinggi selama 10 tahun terakhir dibandingkan dengan indeks saham negara-negara lainnya yang bisa dilihat dari gambar dibawah ini : 

Kinerja Bursa Efek Indonesia selama 10 tahun terakhir
Kinerja Bursa Efek Indonesia selama 10 tahun terakhir

 

  • Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending merupakan salah satu bentuk investasi baru di Indonesia. Lebih dikenal dengan nama fintech, investasi jenis ini sudah memiliki regulasi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Ingat sebelum berinvestasi selalu pastikan tanda bahwa lembaga tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. 

Konsep dari peer to peer lending ini adalah kita memberikan pinjaman kepada pihak atau instansi atau perorangan yang memerlukan dana. Uniknya disini adalah kita bisa memilih siapa yang akan kita berikan pinjaman sesuai dengan profil debitur yang diberikan oleh fintech.

Tingkat imbal hasilnya akan bervariasi sesuai dengan risiko usaha yang dijalankan oleh penerima pinjaman. 

Di fintech tersebut biasanya sudah diberikan skoring A, B, C dan seterusnya yang menggambarkan seberapa besar risiko apabila kita memberikan pinjaman ke penerima pinjaman. Makin besar risiko makin besar imbal hasil yang bisa diterima.

Perhatikan juga bahwa ada fintech peer to peer lending yang menyediakan jaminan ada juga yang tidak. Jadi diharapkan agar membaca syarat dan ketentuan yang berlaku di sana. 

Ada beberapa contoh peer to peer lending yang bisa dibaca-baca contohnya : 

Koinworks pelajari lebih lanjut di link ini 

Kesimpulan : 

5 Jenis Investasi yang tepat untuk mahasiswa tidaklah mutlak sama untuk setiap orang. Akan ada mahasiswa yang lebih cocok apabila hanya sekedar berdeposito saja atau ada yang lebih senang saham. Ingat untuk selalu memperhatikan risiko dan keuntungannya seperti apa. Diversifikasi aset juga penting agar hasilnya lebih maksimal dan risikonya lebih minimal. Selamat memilih investasi yang tepat 😀 

Jika kamu menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

1 Response

Leave a Reply