- WOOD menargetkan pertumbuhan penjualan 2025 sebesar 20–25%, didukung peningkatan segmen building component meski penjualan furniture menurun.
- Dampak tarif impor AS dinilai belum signifikan, namun perusahaan tetap waspada dan membuka pasar baru untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar.
- Kredit karbon berpotensi berkontribusi hingga 30% dari pendapatan jika pasar mendukung, meski saat ini kontribusinya masih di bawah 5%.
- Proyek properti bersama Ciputra tinggal menunggu peluncuran, sementara kontribusinya masih menyesuaikan dengan kondisi pasar.
- WOOD mengandalkan kemampuan adaptasi cepat, diversifikasi pasar, dan kesiapan ekspor ke Eropa serta Asia sebagai strategi jangka panjang.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.