PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengumumkan aksi korporasi berupa penandatanganan kesepakatan tertulis untuk mengakuisisi 60% kepemilikan saham PT Laxo Global Akses. Langkah strategis yang ditandatangani pada tanggal 3 Juli 2026 ini bertujuan untuk memperkuat strategi pendapatan berulang (recurring income) melalui penyediaan layanan internet di proyek properti perusahaan. Emiten pengembang real estat ini memastikan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi material.
Rincian Aksi Korporasi Terkait Akuisisi Saham WINR 2026
Perseroan telah menandatangani dokumen “Kesepakatan Akuisisi Saham PT Laxo Global Akses” dengan porsi kepemilikan mayoritas. Berdasarkan kesepakatan tertulis tersebut, WINR mengambil alih kepemilikan saham PT Laxo Global Akses sebesar 60%.
Target akuisisi ini, PT Laxo Global Akses, merupakan perusahaan penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) yang berkedudukan di Jakarta Pusat. Saat ini, perusahaan ISP tersebut mengoperasikan layanan di 30 kota besar di Indonesia dengan lebih dari 100 pelanggan korporasi serta di atas 10.000 pelanggan retail dan instansi pemerintah.
Jadwal Lengkap dan Detail Kejadian
Informasi mengenai tanggal penandatanganan dan pelaporan fakta material telah disampaikan secara resmi oleh manajemen perseroan. Berikut adalah detail lini masa aksi korporasi yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
| Keterangan | Detail Informasi |
| Tanggal Kejadian Transaksi | 03 Juli 2026 |
| Tanggal Surat Laporan ke OJK | 07 Juli 2026 |
| Nomor Surat Resmi | 07/WNJ-OJK/CS/VII/2026 |
| Pihak yang Terlibat | PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) dan PT Laxo Global Akses |
Sumber Informasi: Laporan Informasi dan Fakta Material WINR
Dampak bagi Investor
Aksi akuisisi saham WINR 2026 ini diharapkan memberikan dampak positif bagi struktur pendapatan perseroan jangka panjang. Manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengubah kepemilikan struktur modal pada pemegang saham lama emiten karena bukan merupakan transaksi afiliasi maupun material.
Melalui kendali atas perusahaan ISP, WINR kini dapat menawarkan paket bundling atau fasilitas smart connectivity yang lebih kompetitif di proyek propertinya. Sinergi usaha ini diproyeksikan mampu membangun arus pendapatan berulang (recurring income) guna menjaga stabilitas keuangan dari volatilitas sektor properti. Selain itu, ekspansi PT Laxo Global Akses ke kota-kota lain diproyeksikan akan langsung memberikan kontribusi revenue serta hasil investasi bagi perseroan sebagai pemegang saham mayoritas.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
FAQ
Apa tujuan utama WINR mengakuisisi PT Laxo Global Akses?
Tujuan utama akuisisi ini adalah untuk mengintegrasikan layanan internet (smart connectivity) ke dalam proyek properti WINR serta membangun pos pendapatan berulang (recurring income) demi stabilitas keuangan perseroan.
Apakah akuisisi saham ini menyebabkan dilusi bagi pemegang saham WINR?
Tidak, transaksi ini merupakan pengambilalihan saham pada entitas target (PT Laxo Global Akses) dan bukan merupakan transaksi material atau afiliasi, sehingga tidak memengaruhi porsi kepemilikan saham investor di WINR.
Poin Penting bagi Investor
- Porsi Kepemilikan Saham: WINR resmi menguasai 60% saham mayoritas PT Laxo Global Akses selaku penyedia jasa ISP.
- Potensi Bisnis Baru: Target investasi memiliki jangkauan operasional di 30 kota besar dengan basis pelanggan retail di atas 10.000 pengguna.
- Stabilitas Finansial: Sinergi ini ditujukan untuk memitigasi volatilitas industri real estat melalui penguatan instrumen recurring income.
Profil Singkat Perusahaan
PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) adalah emiten yang bergerak di bidang pengembang dan real estat (developer/real estate). Perusahaan ini memiliki kantor pusat yang beralamat di Seraya Mas Center Blok H No.01, Nagoya, Kota Batam.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin