Kabar kurang sedap datang dari emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Perusahaan melaporkan adanya keterbatasan dana tunai untuk melunasi pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 Seri B yang akan jatuh tempo pada Kamis, 18 Desember 2025.
Adapun total pokok Sukuk Seri B yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp159.000.000.000 (seratus lima puluh sembilan miliar Rupiah).
Penyebab Keterbatasan Dana
Manajemen WIKA menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh penurunan pasar industri konstruksi nasional yang berdampak langsung pada perolehan kontrak baru perusahaan. Berikut rinciannya:
- Penurunan Kontrak Baru: Hingga November 2025, WIKA hanya membukukan kontrak baru sebesar Rp10,33 triliun.
- Anjlok Signifikan: Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam sebesar 48,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
- Dampak Likuiditas: Penurunan kontrak ini menyebabkan penjualan dan penerimaan kas (cash in) perusahaan menurun, sehingga kas yang tidak dibatasi penggunaannya (unrestricted cash) menjadi terbatas untuk memenuhi kewajiban pokok dan kupon sukuk.
Upaya Restrukturisasi yang Terhambat
Sebenarnya, WIKA telah berupaya mengambil langkah untuk mengantisipasi jatuh tempo ini. Pada 22 Oktober 2025, perusahaan telah menggelar Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU).
Dalam rapat tersebut, WIKA mengusulkan dua poin utama kepada investor:
- Perpanjangan jatuh tempo pokok Sukuk Seri B selama 2 tahun, dari 18 Desember 2025 menjadi 18 Desember 2027.
- Penambahan opsi beli (call option) pada perjanjian perwaliamanatan tanpa mengubah nilai kupon/imbal hasil.
Namun, upaya ini belum membuahkan hasil. Rapat tersebut tidak dapat mengambil keputusan karena tidak mencapai kuorum kehadiran pemegang sukuk sesuai ketentuan yang berlaku.
Kondisi Bisnis Inti
Meski sedang tertekan secara finansial, manajemen mengklaim telah melakukan langkah transformasi dan berhasil membukukan kinerja positif pada bisnis inti (core business) jika dilihat dari EBITDA operasi (di luar penyertaan). Namun, WIKA mengakui tetap membutuhkan waktu dan dukungan dari seluruh pihak untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan perusahaan.
Sebagai informasi, untuk Sukuk Seri A senilai Rp184 miliar dalam program yang sama telah diselesaikan atau dilunasi sebelumnya oleh perusahaan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


