PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) resmi melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) senilai maksimal Rp1,28 triliun. Produsen kakao dan cokelat ini menawarkan sebanyak-banyaknya 10.678.367.772 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp120 per saham. Dana segar hasil aksi korporasi tersebut ditargetkan untuk mendanai rencana ekspansi strategis berupa pengambilalihan perusahaan.
Rincian Rights Issue COCO
Setiap pemegang 1 lembar saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 10 Juli 2026 berhak atas 3 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Aksi korporasi ini didukung penuh oleh Mahogany Global Investment Pte. Ltd (Mahogany) selaku pemegang saham utama dan pengendali yang menguasai 51,32% saham kepemilikan. Mahogany telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan seluruh haknya sebanyak 5.480.593.812 HMETD. Selain itu, Mahogany juga bertindak sebagai pembeli siaga yang akan menyerap maksimal 4.302.095.122 sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya.
Bersamaan dengan rights issue ini, perusahaan menerbitkan sebanyak-banyaknya 355.945.592 Waran Seri I secara cuma-cuma sebagai pemanis. Rasio waran ditetapkan 30:1, yang berarti setiap 30 saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan melekat 1 Waran Seri I. Waran tersebut memiliki harga pelaksanaan sebesar Rp800 per saham dengan potensi dana yang terhimpun mencapai Rp284,75 miliar.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Jadwal Lengkap PMHMETD III COCO
Seluruh proses perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan didistribusikan secara elektronik melalui PT Kustodian Sentral EFEK Indonesia (KSEI). Berikut adalah tabel jadwal lengkap pelaksanaan penambahan modal COCO:
| Kegiatan Aksi Korporasi | Tanggal Pelaksanaan |
| Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran | 30 Juni 2026 |
| Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi | 8 Juli 2026 |
| Cum HMETD di Pasar Tunai | 10 Juli 2026 |
| Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi | 9 Juli 2026 |
| Ex HMETD di Pasar Tunai | 13 Juli 2026 |
| Tanggal Pencatatan Pemegang Saham (Recording Date) | 10 Juli 2026 |
| Tanggal Distribusi HMETD | 13 Juli 2026 |
| Periode Perdagangan & Pelaksanaan HMETD | 14 – 21 Juli 2026 |
| Periode Distribusi Saham Hasil HMETD | 16 – 23 Juli 2026 |
| Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan | 24 Juli 2026 |
| Periode Pelaksanaan Waran Seri I | 18 Januari 2027 – 10 Juli 2031 |
Dampak bagi Investor
Pemegang saham lama yang memilih untuk tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue ini akan menghadapi risiko dilusi kepemilikan yang material. Persentase dilusi kepemilikan saham tercatat sebesar 75,00% setelah periode pelaksanaan HMETD berakhir. Efek dilusi tersebut dapat meningkat hingga maksimum sebesar 75,61% apabila seluruh Waran Seri I yang diterbitkan ikut dieksekusi oleh pemegang waran.
Mayoritas dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum terbatas ini akan dialokasikan untuk kepentingan ekspansi jangka panjang. Manajemen menganggarkan dana sekitar Rp1,17 triliun untuk melakukan akuisisi atau pengambilalihan PT Sari Murni Abadi. Sisa dana bersih dari emisi akan dimanfaatkan untuk memperkuat likuiditas modal kerja operasional perusahaan.
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, COCO mencatatkan penjualan neto sebesar Rp165,08 miliar. Nilai penjualan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 2,48% dibandingkan capaian tahun 2024 yang bernilai Rp161,09 miar. Peningkatan kinerja penjualan ditopang oleh produk cocoa powder dan compound chocolate.
Namun, beban operasi lain melesat menjadi Rp192,99 miliar akibat adanya penyisihan penurunan nilai aset dan piutang. Hal tersebut menekan rasio profitabilitas sehingga perusahaan mencatat Return On Asset (ROA) sebesar -46,26% dan Return On Equity (ROE) sebesar -222,42%. Di sisi lain, tingkat likuiditas menunjukkan perbaikan dengan Current Ratio berada pada level 1,64 kali dibanding posisi sebelumnya 1,33 kali.
Sumber Informasi: Laporan Informasi dan Fakta Material PT Wahana Interfood Nusantara Tbk
FAQ
1. Berapa harga pelaksanaan rights issue COCO? Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp120 per saham dengan rasio 1 saham lama berhak atas 3 HMETD.
2. Siapa yang bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini? Mahogany Global Investment Pte. Ltd selaku pemegang saham pengendali bertindak sebagai pembeli siaga yang siap menyerap sisa saham hingga 4,30 miliar lembar.
3. Berapa besar potensi efek dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta? Pemegang saham akan mengalami dilusi kepemilikan sebesar 75,00% setelah pelaksanaan HMETD dan mencapai maksimal 75,61% jika waran dilaksanakan seluruhnya.
4. Untuk apa dana hasil rights issue COCO digunakan? Sekitar Rp1,17 triliun digunakan untuk mengakuisisi PT Sari Murni Abadi dan sisanya dialokasikan sebagai modal kerja operasional.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai emisi rights issue mencapai Rp1,28 triliun dengan harga pelaksanaan Rp120 per lembar saham.
- Pemegang saham pengendali, Mahogany Global Investment Pte. Ltd, bertindak sebagai pembeli siaga.
- Terdapat bonus pemanis berupa Waran Seri I dengan rasio kepemilikan 30:1 dan harga pelaksanaan Rp800.
- Dana penawaran umum terbatas diprioritaskan untuk mengambil alih perusahaan PT Sari Murni Abadi.
- Pemegang saham lama yang absen mengeksekusi haknya berisiko terkena dilusi maksimal hingga 75,61%.
Profil Singkat Perusahaan
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan olahan kakao dan cokelat premium. Perusahaan mengoperasikan fasilitas pabrik utama yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Produk utama yang dihasilkan meliputi kategori chocolate compound dan cocoa powder untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin