ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Update Laporan Keuangan 12 Maret 2021: Sudah 60 Emiten Yang Rilis LK Full Year 2020

Update Laporan Keuangan 12 Maret 2021: Sudah 60 Emiten Yang Rilis LK Full Year 2020

Berhubung sudah 60 Emiten yang rilis LK Full Year 2020, maka saatnya fokus pada perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan laba di 2020 dan menghasilkan cashflow serta tingkat utang yang wajar.

Perusahaan yang berhasil mencetak pertumbuhan laba dan Cashflow di 2020 itu artinya perusahaan super. Kok bisa? Karena di saat semua perusahaan lain menderita di 2020, perusahaan – perusahaan ini justru tetap bisa menghasilkan pertumbuhan laba. Thrive in hard time.

Saya sudah membuat list Perusahaan yang menurut saya masuk kategori tersebut di sini:

 

Kode Emiten Pertumbuhan

Laba 2020

ROE NPM OPM PBV PE Dividend Yield 2020 Utang Berbunga CFO Cadangan Kas Utang Jatuh Tempo Dalam 1 Tahun
SRTG 19.70% 28.13% 96.07% 98.02% 0.46 1.65 1.02% 49.61 B 366.70 B 430.61 B
LSIP 174.10% 7.50% 19.68% 23.08% 1.01 13.43 1.09% 1,337.63 B 1,958.87 B
DSNG 164.90% 7.79% 7.12% 14.85% 1.07 13.79 0.81% 5,967.79 B 1,094.41 B 647.71 B 1,213.07 B
AALI 294.60% 4.44% 4.43% 9.80% 1.13 25.41 0.83% 5,623.93 B 2,322.16 B 978.89 B
PBID 66.70% 19.33% 9.60% 12.62% 1.56 8.05 3.70% 99.09 B 536.06 B 475.79 B 89.53 B
SMGR 16.70% 8.17% 7.94% 16.06% 1.96 24.00 0.36% 24,621.16 B 7,221.26 B 2,930.60 B 2,110.42 B
ARNA 49.90% 25.16% 14.60% 18.81% 4.46 17.73 2.82% 29.79 B 419.90 B 435.88 B 29.79 B
SIDO 15.60% 28.99% 28.00% 34.35% 7.26 25.05 1.60% 1,035.75 B 1,031.95 B
MIKA 15.30% 17.11% 24.62% 32.58% 7.99 46.72 0.76% 1,066.11 B 705.01 B
IRRA 82.30% 24.97% 10.73% 13.87% 13.93 55.78 0.28% 147.09 B 233.04 B

 

Jadi dari 60 Emiten yang sudah rilis LK Full Year 2020, hanya 10 emiten yang masuk kategori perusahaan super versi Skydrugz. 10 perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan laba dan tingkat utang berbunganya dalam batas yang sangat wajar.

Kalau diperhatikan dengan seksama, mayoritas saham yang masuk dalam list adalah saham CPO seperti AALI LSIP dan DSNG. Tahun 2020 adalah tahunnya CPO karena meskipun demand turun, supply juga ikutan turun terutama supply yang berasal dari Malaysia. Saat ini Malaysia sudah mulai kehabisan Tenaga Kerja Indonesia yang dapat memanen sawit. Selama Malaysia masih lockdown, maka supply CPO tidak akan membaik. Harga CPO akan tetap ATH sampai supplies kembali.

Saham CPO memang sempat beberapa kali masuk Skydrugz Radar di bulan Maret 2021 ini. Dan menurut saya laba perusahaan CPO di Q1 2021 ini masih akan membaik karena harga CPO masih ATH (all time high).

Sayangnya PBV perusahaan CPO yang masuk dalam list Perusahaan Super di 2020 rata-rata sudah di atas PBV 1. Tapi menurut saya potensi upside perusahaan CPO masih bisa ke PBV 1,5 ini sudah target yang sangat optimis.

LSIP DSNG AALI saat ini PBV < 1,5 sehingga potensi upside masih ada. Best buy perusahaan CPO menurut saya adalah di PBV < 1. DSNG memiliki balance sheet yang cenderung borderline karena cadangan kas perusahaan hanya 647 milyar sedangkan utang jatuh tempo dalam setahun kedepan 1,2 Triliun. Perusahaan harus bisa menjual persediaan dan menagih piutang yang nilainya mencapai 1 Triliun agar bisa membayar utang berbunga yang akan jatuh tempo dalam setahun ke depan.

Hanya SRTG perusahaan super 2020 yang memiliki PBV < 1. Tapi laba SRTG di 2020 itu sebagian besar disumbangkan oleh floating profit AGII MDKA dan TBIG. Jadi hanya bisa jadi duit jika mereka sudah menjual saham. Cadangan kas SRTG tersisa 430 milyar di akhir 2020. Padahal di September 2020, kas mereka sempat 702 miliar. Artinya di Q4 2020 SRTG mulai belanja banyak saham lagi. Hal itu terlihat jelas di investasi jangka pendek SRTG yang siap dijual. Nilainya meroket dari 23 Triliun di 2019 menjadi 33 Triliun di 2020. Itu artinya naik 10 Triliun atau sekitar 43%.

Selain SRTG, perusahaan lainnya rata-rata memiliki PBV > 1. Perusahaan super memang selalu akan diberikan valuasi premium.

SIDO menjadi perusahaan dengan ROE paling tinggi dalam list dengan PBV 7,26 dan PER 25,05.

Dividend yield tertinggi ada di PBID 3,7%. Namun saya ragu jika PBID bisa meraih hasil yang sama di 2021 jika harga komoditas oil naik lagi ke level 60-70 dollars. Di 2020 PBID dapat keuntungan yang besar karena mereka berhasil membeli bahan baku di harga yang murah. 2021 will be a tough time untuk perusahaan yang bahan bakunya adalah komoditas.

MIKA juga bisa dikatakan luar biasa karena di Q3 Q4 2020 mereka berhasil menaikan laba secara signifikan. Padahal Q1-Q2 kondisi mereka melempem. Itu artinya manajemen mampu memutar otak untuk meningkatkan kinerja.

Dari list tersebut, saya sendiri cenderung memilih SIDO dan MIKA untuk investasi jangka panjang karena kedua perusahaan ini memiliki manajemen yang mumpuni dan dalam 3 tahun terakhir manajemen selalu bisa meningkatkan laba.

SMGR bisa untuk fast trade target PBV 2. Semua perusahaan dengan PBV < 2 bisa jadi menu fast trade.

 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa daftar gratis ke sini

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

 

Leave a Reply