Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightTransaksi Material NICL, PAM Mineral Ambil 30% Saham SMA Senilai Rp350 Miliar

Transaksi Material NICL, PAM Mineral Ambil 30% Saham SMA Senilai Rp350 Miliar

PT PAM Mineral Tbk (NICL) melakukan transaksi material dan transaksi afiliasi dengan mengambil bagian atas 10.714.500 saham baru yang diterbitkan PT Sumber Mineral Abadi (SMA). Transaksi material NICL ini bernilai Rp350,00 miliar dan membuat perseroan memperoleh eksposur 30,00% terhadap aset SMA, perusahaan tambang nikel dengan area pertambangan seluas 1.948 hektar di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Transaksi ini bertujuan memperluas portofolio investasi NICL di sektor pertambangan nikel dan membuka sumber pendapatan baru yang akan dicatat sebagai investasi pada entitas asosiasi. Perseroan menyatakan transaksi ini merupakan strategi pertumbuhan anorganik, sekaligus mitigasi risiko ketersediaan cadangan mineral jangka panjang.

Rincian Transaksi Material NICL

NICL mengambil bagian atas seluruh saham baru yang diterbitkan SMA sebanyak 10.714.500 saham. Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp1.000 per saham, sehingga nilai nominal keseluruhan saham baru tersebut sebesar Rp10,71 miliar.

Nilai transaksi ditetapkan sebesar Rp350,00 miliar. Transaksi ini dilakukan berdasarkan Kesepakatan Bersama tanggal 22 Juni 2026 dan Akta Keputusan Para Pemegang Saham No. 324 tanggal 22 Juni 2026.

KeteranganDetail
EmitenPT PAM Mineral Tbk
Kode sahamNICL
Target investasiPT Sumber Mineral Abadi
Bentuk transaksiPengambilan bagian atas saham baru SMA
Jumlah saham baru10.714.500 saham
Nilai nominal per sahamRp1.000
Nilai nominal keseluruhanRp10,71 miliar
Nilai transaksiRp350,00 miliar
Kepemilikan ekonomi terkait30,00% aset berwujud bersih SMA
Lokasi tambang SMAMorowali Utara, Sulawesi Tengah
Luas area tambang SMA1.948 hektar
Status izinIUP-OP berlaku 20 tahun sejak 2 November 2020 dan dapat diperpanjang 2 kali masing-masing 10 tahun

SMA bergerak di bidang pertambangan nikel dan memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. NICL menilai transaksi ini sejalan dengan strategi pengembangan usaha di sektor nikel, termasuk eksplorasi, penambangan, dan penjualan bijih nikel atau nickel ore.

Sumber Informasi: Laporan Penilaian Aset dan Alokasi Harga Pembelian SMA oleh NICL

Jadwal Lengkap

TanggalAgenda
31 Desember 2025Tanggal efektif penilaian aset SMA
6 Mei 2026Surat penugasan KJPP Kusnanto & Rekan disetujui manajemen NICL
11 Juni 2026Laporan keuangan SMA 2025 diaudit KAP Tjahjadi & Tamara
18 Juni 2026Laporan penilaian properti SMA oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan
22 Juni 2026Kesepakatan Bersama NICL dan SMA ditandatangani
22 Juni 2026Akta Keputusan Para Pemegang Saham No. 324 dibuat
22 Juni 2026Ringkasan penilaian KJPP Kusnanto & Rekan diterbitkan

Transaksi ini disebut sebagai transaksi afiliasi karena NICL dan SMA berada di bawah pengendalian yang sama. Transaksi ini juga disebut sebagai transaksi material sehingga wajib memenuhi ketentuan POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Baca juga: PT PAM Mineral Tbk NICL Tebar Dividen Rp36 per Saham, Simak Jadwal Lengkapnya

Dampak bagi Investor

Transaksi ini tidak memuat informasi penerbitan saham baru oleh NICL, sehingga potensi dilusi terhadap pemegang saham NICL tidak dapat disimpulkan dari dokumen ini. Perubahan utama terjadi pada posisi investasi NICL karena perseroan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan SMA.

Dampak strategis bagi investor adalah bertambahnya eksposur NICL terhadap aset nikel. Setelah transaksi efektif, NICL berpotensi memperoleh sumber pendapatan baru melalui investasi pada entitas asosiasi, bukan melalui pengambilalihan penuh atas SMA.

Dari sisi risiko, transaksi ini tetap perlu dicermati karena SMA masih membukukan rugi bersih pada 2025. Investor juga perlu memperhatikan risiko fluktuasi harga nikel, kebutuhan belanja modal tambang, risiko operasional, dan risiko kebijakan pemerintah di sektor pertambangan.

Transaksi ini dapat memperluas portofolio NICL, tetapi realisasi manfaat ekonomi bergantung pada kemampuan SMA meningkatkan produksi, menjaga biaya, dan memonetisasi cadangan nikel. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan Terkait

Berdasarkan laporan penilaian, nilai transaksi atas investasi NICL di SMA adalah Rp350,00 miliar. Nilai pasar 100,00% aset SMA tercatat Rp1.424,49 miliar, sedangkan nilai pasar liabilitas SMA sebesar Rp58,54 miliar.

Nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA tercatat Rp1.365,96 miliar. Nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih SMA dihitung sebesar Rp409,79 miliar.

Dalam alokasi harga pembelian, nilai pasar aset berwujud bersih yang dialokasikan tercatat Rp77,44 miliar, nilai pasar aset takberwujud Rp272,56 miliar, properti pertambangan Rp332,35 miliar, liabilitas pajak tangguhan Rp73,44 miliar, dan goodwill Rp13,65 miliar.

Dari sisi kinerja historis, SMA mencatat penjualan Rp34,28 miliar pada 2025, turun dari Rp325,12 miliar pada 2024. SMA juga mencatat rugi tahun berjalan Rp22,06 miliar pada 2025, dibandingkan rugi Rp21,39 miliar pada 2024.

FAQ

Apa inti transaksi material NICL?
NICL mengambil bagian atas 10.714.500 saham baru SMA dengan nilai transaksi Rp350,00 miliar.

Berapa kepemilikan NICL dalam transaksi ini?
Laporan penilaian menggunakan basis nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih SMA terkait transaksi ini.

Apakah transaksi ini termasuk transaksi afiliasi?
Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena NICL dan SMA berada di bawah pengendalian yang sama.

Apa manfaat transaksi bagi NICL?
NICL menargetkan perluasan portofolio investasi, sumber pendapatan baru, dan eksposur lebih besar terhadap sektor pertambangan nikel.

Poin Penting bagi Investor

  • NICL melakukan transaksi senilai Rp350,00 miliar untuk mengambil bagian atas saham baru SMA.
  • Jumlah saham baru yang diambil sebanyak 10.714.500 saham dengan nominal Rp1.000 per saham.
  • SMA memiliki area tambang nikel seluas 1.948 hektar di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
  • Transaksi ini termasuk transaksi afiliasi dan transaksi material.
  • SMA mencatat penjualan Rp34,28 miliar dan rugi tahun berjalan Rp22,06 miliar pada 2025.
  • Nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA tercatat Rp1.365,96 miliar.
  • Dampak dilusi terhadap saham NICL tidak dapat disimpulkan karena dokumen tidak memuat penerbitan saham baru oleh NICL.

Profil Singkat Perusahaan

PT PAM Mineral Tbk adalah emiten yang bergerak di bidang jasa konstruksi pertambangan, jasa penunjang pertambangan, dan kegiatan pertambangan. Perseroan memiliki fokus pada komoditas nikel, termasuk melalui entitas anak PT Indrabakti Mustika.

PT Sumber Mineral Abadi adalah perusahaan tertutup yang bergerak di bidang pertambangan nikel. SMA memiliki area tambang di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dan IUP-OP yang berlaku selama 20 tahun sejak 2 November 2020.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. 

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here