PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyiapkan transaksi afiliasi AMRT melalui Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA) untuk memperkuat ekspansi bisnis ritel internasional. Rencana transaksi mencakup peningkatan modal ARA, pembelian 10,00% saham Alfamart Trading Philippines, Inc. (ATP), dan akuisisi 70,02% saham Alfamart Trading Bangladesh Limited (ATB) dari Glory Worldwide Investments Pte. Ltd. (GWI).
Dalam laporan penilaian independen, nilai pasar 70,02% saham ATB pada tanggal penilaian 31 Desember 2025 ditetapkan sebesar BDT 229,38 juta. Rencana transaksi ini disebut sebagai transaksi afiliasi berdasarkan POJK 42/2020, namun bukan transaksi material berdasarkan POJK 17/2020.
Rincian Transaksi Afiliasi AMRT
AMRT menjalankan rencana transaksi melalui ARA, perusahaan terkendali yang dimiliki 100,00% oleh Perseroan sebelum pelaksanaan transaksi. ARA direncanakan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dengan menerbitkan saham baru yang seluruhnya akan diambil bagian oleh GWI.
Dana dari peningkatan modal ARA akan digunakan untuk dua agenda utama. Pertama, ARA akan membeli 10,00% saham ATP dari GWI. Kedua, ARA akan mengakuisisi 70,02% saham ATB dari GWI.
ATB merupakan perusahaan tertutup yang didirikan dan menjalankan kegiatan usaha di Bangladesh. Ruang lingkup usaha ATB adalah perdagangan eceran dan/atau grosir produk makanan dan non-makanan.
Berdasarkan laporan penilaian KJPP Kusnanto & Rekan, nilai pasar 70,02% saham ATB sebesar BDT 229,38 juta. Penilaian menggunakan dua metode, yaitu metode penyesuaian aset bersih dengan bobot 90,00% dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek dengan bobot 10,00%.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi AMRT tentang Transaksi Afiliasi dan Penilaian 70,02% Saham Alfamart Trading Bangladesh Limited
Jadwal Lengkap
| Agenda | Tanggal |
| Tanggal penugasan KJPP Kusnanto & Rekan | 10 April 2026 |
| Tanggal penilaian 70,02% saham ATB | 31 Desember 2025 |
| Penambahan modal ATB oleh Kazi Retail Limited | 20 Mei 2026 |
| Laporan keuangan ATB diaudit | 23 Mei 2026 |
| Laporan penilaian KJPP Kusnanto & Rekan | 10 Juni 2026 |
Dokumen yang diunggah merupakan laporan penilaian saham, sehingga jadwal RUPS atau tanggal penyelesaian transaksi tidak tercantum secara eksplisit. Informasi lanjutan mengenai realisasi transaksi perlu merujuk pada keterbukaan informasi Perseroan berikutnya.
Dampak bagi Investor
Transaksi afiliasi AMRT tidak secara langsung menunjukkan adanya penerbitan saham baru di tingkat Perseroan. Dengan demikian, dokumen penilaian ini tidak menunjukkan dilusi langsung terhadap pemegang saham AMRT di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi struktur bisnis, transaksi ini dapat mengubah struktur kepemilikan dan peran ARA sebagai kendaraan ekspansi internasional Perseroan. Masuknya GWI sebagai pemegang saham strategis di ARA diharapkan memperkuat permodalan dan mendukung pengembangan bisnis global.
Dari sisi penggunaan dana, ARA akan memakai dana dari peningkatan modal untuk membeli 10,00% saham ATP dan mengakuisisi 70,02% saham ATB. Transaksi ini bertujuan mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA.
Dari sisi risiko, investor perlu memperhatikan risiko ekspansi lintas negara, termasuk risiko pasar, risiko mata uang, persaingan usaha, kebijakan pemerintah, serta risiko pengembangan jaringan gerai. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
ATB memiliki total aset sebesar BDT 308,16 juta per 31 Desember 2025. Total liabilitas ATB tercatat BDT 6,99 juta, sedangkan total ekuitas mencapai BDT 301,17 juta.
Pada periode sejak pendirian 8 September 2025 sampai 31 Desember 2025, ATB belum membukukan pendapatan. ATB mencatat rugi bersih periode berjalan sebesar BDT 14,08 juta.
Dari sisi kas, ATB memiliki kas dan setara kas sebesar BDT 251,51 juta per 31 Desember 2025. Rasio lancar ATB berada di level 43,09 kali, sementara rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas tercatat 0,02 kali.
Perseroan menilai integrasi bisnis di bawah ARA dapat menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam bisnis pasar global. Strategi tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat peran ARA sebagai lini bisnis utama di pasar internasional. Baca juga: AMRT Bagikan Dividen Rp41,50 per Saham, Cum Date Mulai 12 Juni 2026
FAQ
Apa transaksi afiliasi yang dilakukan AMRT?
AMRT menyiapkan transaksi melalui ARA yang mencakup peningkatan modal, pembelian 10,00% saham ATP, dan akuisisi 70,02% saham ATB dari GWI.
Berapa nilai pasar 70,02% saham ATB?
KJPP Kusnanto & Rekan menetapkan nilai pasar 70,02% saham ATB sebesar BDT 229,38 juta pada tanggal penilaian 31 Desember 2025.
Apakah transaksi ini termasuk transaksi material?
Berdasarkan keterangan manajemen dalam laporan penilaian, rencana transaksi ini bukan transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020.
Apa tujuan transaksi ini bagi AMRT?
Transaksi ini bertujuan mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait di bawah ARA, memperkuat struktur permodalan, serta mendukung ekspansi bisnis ritel internasional.
Poin Penting bagi Investor
- AMRT menyiapkan transaksi afiliasi melalui ARA.
- ARA direncanakan meningkatkan modal dengan GWI sebagai pengambil saham baru.
- ARA akan membeli 10,00% saham ATP dari GWI.
- ARA akan mengakuisisi 70,02% saham ATB dari GWI.
- Nilai pasar 70,02% saham ATB ditetapkan sebesar BDT 229,38 juta.
- ATB memiliki total aset BDT 308,16 juta dan ekuitas BDT 301,17 juta per 31 Desember 2025.
- ATB belum mencatat pendapatan dan membukukan rugi bersih BDT 14,08 juta pada periode 8 September–31 Desember 2025.
Profil Singkat Perusahaan
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk adalah perusahaan ritel konsumen yang mengoperasikan jaringan minimarket dan jasa waralaba dengan merek Alfamart. Perseroan menjalankan kegiatan usaha perdagangan eceran dan besar untuk produk konsumen sejak 1989.
Perseroan berkantor pusat di Alfa Tower, Jalan Jalur Sutera Barat Kav. 9, Alam Sutera, Tangerang. Melalui ARA, Perseroan mengembangkan eksposur bisnis ritel di pasar internasional.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin