Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeUncategorizedTINS Catatkan Kinerja Impresif, Laba Melesat Signifikan Di Kuartal I 2026

TINS Catatkan Kinerja Impresif, Laba Melesat Signifikan Di Kuartal I 2026

Jakarta, 30 April 2026 PT TIMAH (Persero) Tbk (“Perseroan”; IDX: TINS) hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026.

Secara keseluruhan, harga timah pada kuartal 2026 menunjukkan penguatan signifikan di tengah volatilitas tinggi, didorong oleh pengetatan pasokan dan penguatan sentimen spekulasi pasar.

Namun demikian, momentum kenaikan mulai menghadapi tekanan seiring meningkatnya persediaan global dan indikasi pemulihan pasokan. Eskalasi risiko geopolitik turut memperbesar ketidakpastian serta tekanan terhadap biaya dan kelancaran rantai pasok.

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) di kuartal I 2026 sebesar USD48.679,68 per metrik ton. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 34,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar USD31.804,37 per metrik ton.

Dari sisi permintaan, struktur konsumsi timah menunjukkan perbaikan yang positif. Sekitar 50% permintaan ditopang oleh segmen solder yang terintegrasi dengan industri semikonduktor dan elektronik.

Prospek segmen ini tetap kuat, didorong oleh tren struktural jangka panjang seperti akselerasi kecerdasan buatan (Al), ekspansi pusat data, pengembangan penyimpanan energi, dan peningkatan investasi pada infrastruktur kelistrikan.

Persediaan timah di gudang LME pada akhir Maret 2026 berada di posisi 8.700 ton, naik 60,7% dari awal tahun 2026 di posisi 5.415 ton.

Berdasarkan CRU Tin Monitor, pertumbuhan produksi logam timah global di kuartal 2026 sebesar 90.645 ton. Sedangkan konsumsi logam timah global di kuartal 2026 diperkirakan sebesar 89.036 ton.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp5,47 triliun, meningkat 160,50% di kuartal I 2026 dari Rp2,10 triliun di kuartal I 2025. Hal ini seiring dengan kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah.

Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp1,88 triliun, lebih tinggi dari kuartal 2025 sebesar Rp0,15 triliun. Pencapaian EBITDA sebesar Rp2,1 triliun atau lebih tinggi 450,84% dari kuartal 2025 sebesar Rp0,38 triliun.

Laba bersih Perseroan di kuartal 2026 sebesar Rp1,5 triliun. Nilai ini mencapai 595% dari target yang sudah ditentukan Perseroan yaitu Rp252 miliar.

Nilai aset Perseroan pada kuartal 2026 naik 11,62% menjadi Rp15,23 triliun dari Rp13,64 triliun pada akhir tahun 2025. Posisi liabilitas Perseroan sebesar Rp5,27 triliun, naik 1% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,23 triliun.

Posisi ekuitas sebesar Rp9,96 triliun mengalami kenaikan 18,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp8,41 triliun. Kenaikan ini seiring dengan dibukukannya laba di kuartal I 2026.

Kinerja keuangan Perseroan menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting. Di antaranya Quick Ratio sebesar 105,1%, Current Ratio sebesar 276,1%, Debt to Asset Ratio sebesar 6,9%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 10,6%.

“Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian kinerja operasional yang cukup signifikan,” ujar Restu Widiyantoro, Direktur Utama PT TIMAH (Persero) Tbk.

Beliau menambahkan bahwa konsistensi strategi optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis membuat Perseroan berhasil melampaui target laba yang telah ditetapkan.

Sampai dengan kuartal 2026, Perseroan mencatat produksi bijih timah sebesar 6.312 ton Sn. Angka ini naik 96% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.225 ton Sn.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan produktivitas dan jumlah unit operasi pada sejumlah objek produksi. Termasuk di antaranya Kapal Isap Produksi (KIP) Perusahaan, Ponton Isap Produksi (PIP), serta Tambang Darat Kemitraan.

Selain itu, selama kuartal I 2026 telah beroperasi 1 (satu) unit Kapal Keruk (KK) yaitu KK Singkep 1. Unit ini tercatat tidak beroperasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja produksi juga ditopang oleh perbaikan pengawasan dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan area produksi. Dukungan Satuan Tugas (Satgas) dari Pemerintah turut membantu pengamanan di Perseroan.

Pada periode Q1 2026, Perseroan secara konsisten melaksanakan berbagai upaya untuk memperkuat kinerja operasional dan produksi.

Pada penambangan darat, dilakukan peningkatan jumlah unit operasi serta penguatan kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu. Hal ini guna memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan selaras dengan blok Rencana Kerja.

Dalam kegiatan penambangan laut, Perseroan mengoperasikan 1 (satu) unit KK serta terus mengoptimalkan kinerja operasional KIP.

Upaya peningkatan kinerja turut didukung melalui optimalisasi fasilitas Sisa Hasil Pengolahan KIP. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas proses pengolahan serta penguatan produktivitas PIP.

Adapun produksi logam timah naik 82% menjadi 5.630 metrik ton Sn dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 3.095 metrik ton Sn.

Sedangkan penjualan logam timah naik 113% menjadi 6.009 metrik ton dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2.824 ton.

Harga jual rata-rata logam timah sebesar USD49.221 per metrik ton. Nilai ini naik 51% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD32.495 per metrik ton.

Pada kuartal I 2026, Perseroan mencatat penjualan logam timah yang didominasi oleh pasar ekspor sebesar 97%. Sementara itu, penjualan domestik tercatat sebesar 3%.

Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China 48%, India 11%, Korea Selatan 10%, Italia 6%, Singapura 5%, dan Belanda 4%.

Perseroan saat ini menunjukkan penguatan yang berkelanjutan didukung oleh peningkatan kinerja operasi dan produksi.

Peningkatan volume produksi bijih timah dan optimalisasi penambangan menjadi faktor utama. Penguatan tata kelola pengawasan wilayah operasi juga mendorong peningkatan kinerja Perseroan.

Di sisi eksternal, tren harga timah yang cenderung menguat di tengah ketatnya pasokan global turut memberikan dukungan positif. Hal ini memperkuat prospek pertumbuhan Perseroan ke depan.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.


Gabung Sekarang


Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here