PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai TGKA 2026 dengan total nilai Rp261.770.433.750 untuk tahun buku 2025. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 12 Mei 2026, pemegang saham akan menerima pembayaran sisa dividen sebesar IDR 285 per saham pada tanggal 5 Juni 2026. Aksi korporasi ini menegaskan komitmen perseroan dalam memberikan pengembalian nilai investasi yang konsisten kepada para pemegang sahamnya.
Rincian Aksi Korporasi Dividen Tunai TGKA 2026
Secara keseluruhan, total dividen untuk tahun buku 2025 yang ditetapkan oleh PT Tigaraksa Satria Tbk mencapai IDR 315 per saham atau secara akumulatif bernilai IDR 289.325.216.250. Jumlah tersebut terdiri dari dividen interim sebesar IDR 30 per saham (total IDR 27.554.782.500) yang telah dibayarkan sebelumnya. Sisa dividen yang dibayarkan berdasarkan Daftar Pemegang Saham (DPS) saat ini adalah sebesar IDR 285 per saham dengan total alokasi IDR 261.770.433.750.
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen
Perseroan telah menyusun linimasa resmi agar proses distribusi hak pemegang saham berjalan sesuai regulasi pasar modal. Berikut adalah tabel jadwal lengkap pembagian dividen tunai TGKA 2026:
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
| Tanggal Efektif | 12 Mei 2026 |
| Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi | 22 Mei 2026 |
| Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi | 25 Mei 2026 |
| Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai | 26 Mei 2026 |
| Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai | 29 Mei 2026 |
| Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date) | 26 Mei 2026 (Pukul 16:00 WIB) |
| Tanggal Pembayaran Dividen Tunai | 05 Juni 2026 |
Dampak bagi Investor
Pembagian dividen tunai ini tidak mengubah struktur modal perseroan maupun menyebabkan dilusi kepemilikan saham karena tidak ada penerbitan saham baru. Investor lama yang terdaftar hingga recording date akan menerima pendapatan pasif tunai secara langsung proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki. Namun, investor perlu mengantisipasi potensi penurunan harga saham sementara (dividend trap) pada saat tanggal ex dividen di pasar ekuitas.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Dasar pengalokasian dana dividen ini adalah laporan keuangan emiten per tanggal 31 Desember 2025. Emiten membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar IDR 408.781.945.728. Selain itu, perseroan memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar IDR 2.274.259.293.868 dengan total ekuitas mencapai IDR 2.417.932.722.122.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Terkait Aksi Korporasi Dividen Tunai PT Tigaraksa Satria Tbk di Situs Resmi Bursa Efek Indonesia
FAQ (Frequently Asked Questions)
- Berapa nilai sisa dividen per saham yang diterima investor TGKA pada Juni 2026? Investor yang berhak akan menerima sisa dividen tunai sebesar IDR 285 per lembar saham.
- Kapan batas akhir perdagangan saham TGKA untuk mendapatkan hak dividen di pasar reguler? Batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler jatuh pada tanggal 22 Mei 2026.
Poin Penting bagi Investor
- Total Nilai Sisa Dividen: Pembayaran final mencapai IDR 261,77 miliar.
- Rasio Laba Terhadap Dividen: Total dividen tahun buku 2025 (IDR 289,32 miliar) menggunakan sebagian besar dari laba bersih yang bernilai IDR 408,78 miliar.
- Tanggal Pembayaran: Dana tunai akan ditransfer langsung ke rekening dana nasabah (RDN) pemegang saham pada 5 Juni 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) adalah perusahaan emiten yang bergerak di bidang distribusi produk konsumen berskala nasional di Indonesia. Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham TGKA dan mengoperasikan kantor pusatnya di Menara Duta, Jakarta Selatan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin