Pengendali baru PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), yakni Poh Holdings Pte. Ltd., resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Penawaran Tender Wajib. Aksi korporasi ini digelar menyusul rampungnya pengambilalihan saham mayoritas perseroan pada September lalu.
Poh Holdings menetapkan harga Penawaran Tender Wajib sebesar Rp131 per saham.
Harga ini terbilang premium jika dibandingkan harga pengambilalihan (akuisisi) yang hanya Rp19 per saham. Penetapan harga Rp131 ini mengacu pada rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 90 hari terakhir sebelum tanggal negosiasi yang disesuaikan.
Investor yang berminat melepas sahamnya di harga tersebut wajib memperhatikan tanggal berikut:
- Periode Penawaran: 19 Desember 2025 – 18 Januari 2026.
- Tanggal Penutupan: 18 Januari 2026 (pukul 16.00 WIB).
- Tanggal Pembayaran: 27 Januari 2026.
Dalam aksi ini, Pengendali Baru siap membeli sebanyak-banyaknya 1.288.451.545 lembar saham atau setara 59,73% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Ini merupakan porsi saham yang dimiliki oleh publik (masyarakat).
Pemegang saham yang ingin mengikuti tender wajib ini harus memastikan sahamnya dalam bentuk tanpa warkat (scripless). Instruksi keikutsertaan dapat dilakukan melalui perusahaan sekuritas (broker) masing-masing dengan memilih opsi CASH pada menu Corporate Action (TEND) di sistem C-BEST KSEI sebelum masa penawaran berakhir.
Perlu dicatat, terdapat biaya transaksi sebesar 0,35% dari harga penawaran yang akan ditanggung oleh pemegang saham yang berpartisipasi.
Manajemen Poh Holdings menegaskan bahwa setelah aksi ini, mereka tidak memiliki rencana untuk menghapus pencatatan saham (delisting) NINE dari Bursa Efek Indonesia ataupun mengubah status perseroan menjadi tertutup (go private). Tujuan pengambilalihan ini murni untuk investasi dan pengembangan usaha.
Jika setelah tender offer kepemilikan pengendali baru melebihi 80%, mereka wajib melepas kembali sebagian sahamnya ke publik dalam waktu 2 tahun untuk memenuhi ketentuan free float (saham beredar di masyarakat) minimal 20%.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!