Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamTelkom (TLKM) Rampungkan Spin-off Infranexia, Simak Strategi Unlocking Value di 2026

Telkom (TLKM) Rampungkan Spin-off Infranexia, Simak Strategi Unlocking Value di 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengawali tahun 2026 dengan sejumlah langkah korporasi strategis, mulai dari pemisahan aset infrastruktur hingga restrukturisasi kepemilikan di bawah Badan Pengaturan BUMN (Danantara). Meskipun kinerja saham TLKM tengah menghadapi tantangan dari sisi profitabilitas pada periode sembilan bulan pertama (9M) tahun 2025, perusahaan tetap fokus pada transformasi “Five Bold Moves” untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang. Transformasi ini mencakup penguatan ekosistem digital melalui anak usaha seperti Telkomsel, Mitratel, dan NeutraDC.

Efek Spin-off Infranexia terhadap Kinerja Saham TLKM

Salah satu katalis utama yang memengaruhi kinerja saham TLKM saat ini adalah perampungan pemisahan bisnis (spin-off) Wholesale Fiber Connectivity ke dalam anak usaha baru, PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau Infranexia (TIF). Langkah ini telah efektif berlaku mulai 1 Januari 2026. Melalui Infranexia, Telkom mengalihkan lebih dari 50% aset infrastrukturnya, yang mencakup jaringan access, aggregation, hingga backbone.

Tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah untuk membuka nilai (unlocking value) dan meningkatkan utilisasi aset fiber perusahaan. Saat ini, tingkat utilisasi aset fiber Telkom baru berada di kisaran 40%. Dengan skema network sharing dan potensi masuknya investor strategis ke Infranexia, manajemen berharap efisiensi operasional dapat ditingkatkan secara signifikan. Selain itu, per 6 Januari 2026, kepemilikan Saham Seri B milik Negara telah dialihkan kepada Danantara, yang menandai transisi strategi perusahaan dari Operational Holding menjadi Strategic Holding.

Analisis Laporan Keuangan 9M 2025: Tekanan pada Laba Bersih

Berdasarkan laporan keuangan periode 9M 2025, Telkom mencatatkan total pendapatan sebesar Rp109,62 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,32% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp112,22 triliun. Penurunan pendapatan ini mencerminkan adanya tantangan pertumbuhan pada lini bisnis utama atau top-line perusahaan sepanjang tahun berjalan.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp15,78 triliun pada 9M 2025. Perolehan tersebut mengalami koreksi sebesar 10,70% secara tahunan (YoY) jika dibandingkan dengan laba bersih 9M 2024 yang sebesar Rp17,68 triliun. Penurunan laba bersih ini sejalan dengan turunnya laba usaha sebesar 10,10% menjadi Rp29,17 triliun, yang turut menekan margin operasional menjadi sekitar 26,6%. Meskipun demikian, beban usaha tetap terkendali dengan kenaikan tipis hanya 0,85%.

Poin Penting bagi Investor

Investor perlu memperhatikan beberapa faktor fundamental dan teknis berikut yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham TLKM di masa depan:

  • Rasio Dividen yang Stabil: Manajemen berkomitmen menjaga payout ratio dividen di kisaran 60-90% dari laba bersih, didukung oleh arus kas operasi yang kuat (di atas Rp60 triliun pada 2023-2024).
  • Program Buyback Saham: Telkom memiliki alokasi anggaran Rp3 triliun untuk aksi buyback saham yang berlaku hingga 27 Mei 2026, berfungsi sebagai penyangga harga pasar.
  • Ekspansi Data Center: Melalui NeutraDC, perusahaan mengelola 35 lokasi pusat data dengan kapasitas 48 MW dan tingkat utilisasi di atas 75%, dengan fokus pengembangan regional di Batam-Singapura-Johor.
  • Risiko Substitusi Layanan: Pendapatan dari SMS dan telepon seluler terus menurun seiring beralihnya pengguna ke aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
  • Persaingan Fixed Broadband: Persaingan harga pada bisnis internet rumah (IndiHome) semakin ketat dengan munculnya penyedia jasa baru yang menawarkan harga kompetitif.

Estimasi Valuasi dan Skenario Harga

Standar Deviasi PE 3 Tahun
Standar Deviasi PBV 3 Tahun.

Berdasarkan data per 15 Januari 2026, harga saham TLKM berada di level Rp3.660 per lembar, EPS di angka 219,64/lembar dan BVPS di angka 1.384,37. Berdasarkan analisis Standard Deviation Band 3 tahun, terdapat tiga skenario harga wajar:

  1. Skenario Base: Harga wajar diproyeksikan pada rentang Rp3.240 – Rp3.450 dengan PE dan PBV berada diangka 14,74x dan 2,49x. Skenario ini mengasumsikan bisnis internet stabil dan proses pemisahan anak usaha berjalan lancar.
  2. Skenario Bullish: Target harga dapat mencapai Rp3.875 – Rp4.110 dengan PE dan PBV berada diangka 17,65x dan 2,97x. Skenario ini mengasumsikan jika bisnis data center sukses besar atau melakukan IPO, serta adanya penghematan biaya operasional yang masif.
  3. Skenario Bearish: Harga berisiko turun ke level Rp2.600 – Rp2.780 dengan PE dan PBV berada diangka 11,82x dan 2,01x. Skenario ini mengasumsikan jika terjadi perang harga yang ekstrem di sektor internet rumah dan pertumbuhan perusahaan dianggap melambat oleh investor besar.

Profil Singkat Perusahaan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berdiri pada 6 Juli 1965 sebagai Perusahaan Negara Telekomunikasi dan bertransformasi menjadi perseroan terbatas pada 19 November 1991. Sebagai BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom bergerak di bidang layanan jaringan dan jasa telekomunikasi-informatika, termasuk fixed-mobile broadband, satelit, pusat data, dan solusi digital.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here