PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) memproyeksikan pertumbuhan bisnis yang positif pada tahun 2026 dengan menargetkan pendapatan total melampaui Rp500 miliar. Target kinerja keuangan tersebut ditopang oleh strategi ekspansi kapasitas sewa armada, pembukaan fasilitas operasional baru, hingga optimalisasi lini bisnis berbasis energi berkelanjutan.
Langkah strategis ini diperkuat oleh realisasi performa perseroan sepanjang tahun 2025 yang tumbuh sesuai dengan proyeksi awal manajemen. Kenaikan pendapatan operasional pada periode tersebut utamanya didorong oleh peningkatan aktivitas sewa serta penjualan unit forklift electric dengan merek HELI.
Targetkan Pendapatan Diatas Rp500 Miliar dan Laba Bersih Rp128 Miliar
Manajemen perseroan secara resmi menetapkan target pendapatan bersih untuk tahun buku 2026 di atas Rp500 miliar. Bersamaan dengan target top-line tersebut, tingkat laba bersih entitas diproyeksikan mampu menyentuh angka Rp128 miliar pada akhir tahun.
Guna menopang tercapainya target keuangan tersebut, emiten berkode saham SMIL ini mengandalkan arus pendapatan baru (revenue stream). Salah satu kontributor baru yang dioptimalkan adalah penyewaan alat berat ke sektor pertambangan batu bara (mining coal).
Peningkatan Kapasitas Armada dan Alokasi Capex Rp170-Rp200 Miliar
Perseroan menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure atau capex) sebesar Rp170 miliar hingga Rp200 miliar untuk periode tahun 2026. Seluruh alokasi dana capex tersebut akan difokuskan untuk pembelian unit forklift electric baru serta komponen lithium battery.
Langkah penambahan aset produktif ini ditujukan untuk memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin pasar (market leader) pada industri penyewaan forklift di Indonesia. Di sisi lain, manajemen memutuskan untuk memanfaatkan perolehan laba bersih demi memperkuat struktur permodalan internal, sehingga perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun ini.
Transisi Energi Hijau dan Rencana Akuisisi Strategis
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, perseroan secara aktif meningkatkan pangsa pasar (market share) unit forklift electric untuk menggantikan unit konvensional berbasis diesel. Peralihan teknologi ini didorong oleh tingkat efisiensi operasional armada bertenaga listrik yang dinilai lebih tinggi.
Saat ini, tingkat adopsi komponen lithium battery untuk armada electric vehicle (EV) forklift perseroan telah mencapai angka 50%. Perseroan menargetkan tingkat pemanfaatan baterai litium tersebut dapat terus meningkat hingga menyentuh level 75% dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
Selain memacu konversi armada ramah lingkungan, manajemen juga tengah melakukan pertimbangan secara cermat (carefully acquiring) terkait rencana akuisisi tambang batu bara. Area konsesi tambang yang menjadi objek evaluasi tersebut merupakan lokasi di mana perseroan saat ini aktif menyewakan unit kendaraan dan alat beratnya. Berdasarkan estimasi internal, proyeksi pendapatan tahunan (annual revenue) dari objek tambang potensial tersebut berkisar di angka Rp5 triliun.
Ekspansi Geografis dan Pembangunan Workshop Baru
Dalam rangka memperluas jangkauan layanan logistik, perseroan berkomitmen untuk menaikkan pangsa pasar nasional dari posisi saat ini sebesar 40% menjadi 50%. Peningkatan penetrasi pasar ini dibarengi dengan komitmen menjaga struktur modal yang sehat guna mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.
Realisasi ekspansi fisik di lapangan akan diwujudkan melalui penambahan total 3 unit fasilitas bengkel kerja (workshop) baru yang berlokasi di daerah Cikarang dan Karawang. Selain wilayah Jawa Barat, perseroan juga melakukan pengembangan jaringan operasional dengan menambah fasilitas workshop baru di wilayah Surabaya, Jawa Timur.
Tabel Ringkasan Target Finansial & Operasional SMIL 2026
| Parameter Operasional & Keuangan | Target / Proyeksi Tahun 2026 |
| Target Pendapatan Bersih | > Rp500 Miliar |
| Target Laba Bersih | Rp128 Miliar |
| Anggaran Belanja Modal (Capex) | Rp170 Miliar – Rp200 Miliar |
| Target Pangsa Pasar (Market Share) Nasional | Naik dari 40% menjadi 50% |
| Target Adopsi Lithium Battery (Jangka 5 Tahun) | Mencapai 75% (Saat ini 50%) |
| Rencana Penambahan Fasilitas Operasional | 3 Workshop (Cikarang & Karawang), 1 Workshop (Surabaya) |
| Estimasi Pendapatan Tahunan Tambang Potensial | ± Rp5 Triliun |
Ekspansi multi-strategi yang dijalankan oleh emiten ini merefleksikan transformasi bisnis yang berorientasi pada efisiensi biaya dan diversifikasi segmen konsumen. Kinerja operasional sepanjang tahun berjalan dipastikan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian finansial demi menjaga keberlanjutan usaha korporasi dalam jangka panjang.
Tentang PT Sarana Mitra Luas Tbk
PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) merupakan emiten yang bergerak di bidang penyedia solusi penyewaan alat berat dan armada forklift terkemuka di Indonesia. Perseroan beroperasi dengan menyediakan berbagai tipe unit penunjang logistik dan industri, termasuk inovasi armada bertenaga listrik (electric forklift) beserta komponen baterai litium untuk mendukung efisiensi operasional para mitra bisnisnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin