Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightTangkap Peluang Program Makan Bergizi Gratis, BEEF (Estika Tata Tiara) Siap Ekspansi...

Tangkap Peluang Program Makan Bergizi Gratis, BEEF (Estika Tata Tiara) Siap Ekspansi ke Bisnis Sapi Perah dan Kerbau

Emiten pengolahan daging PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) berencana melebarkan sayap bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha baru. Tak tanggung-tanggung, perseroan akan masuk ke tiga sektor baru sekaligus: peternakan sapi perah, peternakan kerbau potong, dan pergudangan komersial (cold storage).

Rencana ekspansi ini didorong oleh peluang besar dari program strategis pemerintah, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Manajemen BEEF menyatakan bahwa pemerintah telah meminta perseroan untuk berpartisipasi dalam pemenuhan gizi susu, di mana program MBG sendiri ditargetkan memerlukan sekitar 4 juta ton susu per tahun.

Untuk melancarkan rencana ini, manajemen BEEF akan meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 14 November 2025.

Alasan di Balik Rencana Ekspansi

Manajemen perseroan memaparkan tiga alasan utama di balik penambahan kegiatan usaha baru ini:

  1. Mendukung Program Susu (Sapi Perah): Selain adanya permintaan langsung dari pemerintah untuk program MBG, pemerintah juga menargetkan impor 400 ribu sapi pada 2025, di mana setengahnya adalah sapi perah. Ini menjadi peluang besar bagi BEEF untuk masuk ke industri hulu susu.
  2. Optimalisasi Aset (Kerbau Potong): Perseroan melihat daging kerbau sebagai alternatif strategis yang lebih terjangkau bagi masyarakat selain daging sapi. Saat ini, BEEF memiliki fasilitas Rumah Potong yang produksinya belum maksimal. Masuknya bisnis penggemukan kerbau diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan memaksimalkan aset yang ada.
  3. Pendapatan Baru (Cold Storage): Pembangunan cold storage baru milik perseroan di Subang telah rampung 100%. Fasilitas ini dapat disewakan secara komersil ke pihak lain, sehingga memberikan sumber pendapatan baru bagi perusahaan.

Berapa Biaya Investasinya?

Untuk membiayai ekspansi ini, perseroan telah menyiapkan total investasi sebesar Rp 319,38 miliar. Sumber pendanaan akan berasal dari dua pos:

  • Utang Bank: Sebesar 60% atau Rp 191,63 miliar.
  • Modal Sendiri (Internal): Sebesar 40% atau Rp 127,75 miliar.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan kandang, pembelian sapi dan kerbau, mesin, kendaraan, serta pengembangan cold storage. Karena kebutuhan dana dari pinjaman bank, salah satu agenda RUPSLB adalah meminta persetujuan pemegang saham untuk menjadikan sebagian besar aset perusahaan (lebih dari 50% kekayaan bersih) sebagai jaminan utang.

Proyeksi dan Studi Kelayakan

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan untuk melakukan studi kelayakan atas rencana ekspansi ini. Hasilnya, KJPP menyatakan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ini “Layak untuk dilaksanakan”.

Berdasarkan studi kelayakan, khusus untuk proyek ekspansi baru ini diproyeksikan akan sangat menguntungkan:

  • Internal Rate of Return (IRR): Mencapai 18,51%, jauh di atas biaya modal (WACC) yang hanya 9,52%.
  • Net Present Value (NPV): Bernilai positif Rp 88,71 miliar, menandakan proyek ini akan memberi nilai tambah bagi perusahaan.
  • Payback Period (PP): Investasi diproyeksikan akan kembali modal dalam kurun waktu 3 tahun 9 bulan.

Secara keseluruhan, ekspansi ini diproyeksikan akan meningkatkan aset, pendapatan, dan rasio profitabilitas perusahaan di masa depan, meskipun akan disertai peningkatan utang dalam jangka pendek untuk pendanaan.

Kinerja Keuangan BEEF Saat Ini

Rencana ekspansi ini didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang sedang dalam tren pemulihan kuat. Setelah mengalami rugi dan ekuitas negatif pada periode 2021-2022, BEEF berhasil membalikkan keadaan.

Pada tahun 2024, pendapatan melonjak tajam menjadi Rp 4,93 triliun, dan mencatatkan laba bersih Rp 103,1 miliar. Tren positif ini berlanjut hingga 30 Juni 2025 (interim), di mana perseroan membukukan laba bersih Rp 73,7 miliar.

Posisi keuangan juga membaik. Per 30 Juni 2025, total ekuitas tercatat sebesar Rp 335,7 miliar dengan Rasio Lancar (Current Ratio) yang sehat di level 105,40%.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here