1. WIFI optimis ikut lelang frekuensi 1,4 GHz untuk mendukung pengembangan Internet Rakyat dan memperluas layanan.
2. Penetrasi home broadband rendah karena harga belum terjangkau; solusi WIFI adalah paket Rp100.000/100 Mbps yang diyakini bisa dorong adopsi massal.
3. Target 2,5 juta Home Connect akhir 2025 tetap on track, dengan dukungan sinergi bersama NTT; per Agustus sudah dibangun ±800 ribu homepass.
4. Fokus ekspansi bukan hanya sekitar jalur kereta, tetapi secara bertahap ke seluruh Indonesia untuk jangkauan lebih luas.
5. EBITDA margin 79% menunjukkan model bisnis tetap sehat meski ada price war; rencana IPO anak usaha IJE belum ada, sementara akuisisi Linknet masih dalam proses bidding.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!