Kalau ngomongin IPO CDIA yang ramai banget dan berpotensi oversubscribe seperti BREN waktu itu yang oversubscribed sampai 135 kali lipat, bisa dibilang rebutan lot-nya mirip rebutan tiket konser Coldplay.
Apalagi ini masuk golongan IV, nilainya lebih dari 1 Triliun, jadi sistemnya udah ketat pakai dua pintu yaitu pooling allotment buat investor publik dan fixed allotment buat yang udah punya “akses VIP” alias institusi besar atau orang dalam.
Sekarang gini, kalau kamu investor ritel yang mau pesen IPO CDIA, strategimu harus disesuaikan sama aturan main yang diatur OJK, terutama POJK 41/2020 dan SEOJK 15/2020. Mekanisme pooling ini dibagi dua tahap.
Tahap pertama itu buat yang pesan maksimal Rp100 juta, kalau cepat masuk, kamu otomatis dapat 10 lot. Sisanya baru dibagi proporsional, dan di kasus CDIA yang oversubscribe segila ini, jatahnya mungkin cuma 0,74% dari total pesanan pooling jika oversubscribed 135x seperti BREN. Artinya, makin gede kamu pesan, makin kecil persentasenya dibanding nilai pesanannya.
Simulasi realistisnya
⏩pesan Rp10 juta bisa dapat 10 lot (full prioritas)
⏩pesan Rp100 juta dapat 14 lot (10 dari prioritas + 4 proporsional kalau ada),
⏩Pesan Rp1 miliar dapat 49 lot
⏩Kalau nekad pesan Rp10 miliar, kamu cuma dapat sekitar 399 lot, yang nilainya nggak sampai 0,8% dari pesanan.
Di sisi lain, buat yang pesen di atas Rp100 juta, kamu otomatis masuk kategori non-ritel dan nggak dapat jatah prioritas. Jadi kamu bakal ikut rebutan jatah proporsional yang probabilitasnya makin tipis.
Bahkan kalau kamu pesan Rp100 miliar, kamu udah nggak bisa ikut pooling sama sekali. Harus masuk lewat fixed allotment. Fixed allotment ini eksklusif, hanya bisa diakses institusi atau mereka yang udah nego langsung ke underwriter Henan Putihrai.
Tapi nggak semua orang bisa tembus. Biasanya prioritasnya ke investor strategis, relasi emiten, atau institusi yang dianggap “bisa kasih nilai tambah”.
Trus, banyak orang coba akalin sistem dengan “pecah akun”, yaitu bikin ratusan sampai ribuan akun pakai KTP orang lain atau bahkan pakai jasa nominee buat pesan maksimal Rp100 juta per akun, biar bisa dapat 10 lot prioritas berkali-kali.
Misalnya 1.000 akun masing-masing pesan Rp100 juta, maka total dana Rp100 miliar bisa jadi 14.000 lot.
Tapi hati-hati. Strategi ini udah masuk wilayah grey area yang dilarang OJK, karena kalau pesanan dari berbagai akun itu terafiliasi secara hukum, apalagi kalau pakai data palsu atau identitas pinjaman, itu bisa dianggap pembohongan atau manipulasi, dan bisa disanksi. Belum lagi sistem KSEI dan BEI udah makin canggih, mereka bisa deteksi pola order mencurigakan dari IP address, NIK, atau transaksi simultan.
Kalau mau main aman tapi tetap optimal, kamu bisa pakai strategi hybrid.
⏩Pertama, maksimalkan 1 akun dengan pemesanan di bawah Rp100 juta, lalu gunakan KTP anggota keluarga seperti pasangan atau anak yang sudah punya SID (Single Investor Identification), selama mereka benar-benar mandiri dan sah. Jangan cuma pinjam nama tapi operasional dari kamu semua, karena itu bisa ditelusuri.
⏩Kedua, pesan secepat mungkin di menit pertama saat penawaran umum dibuka, pakai sekuritas dengan server cepat dan stabil kayak Stockbit. Karena yang dapat jatah 10 lot prioritas hanya yang masuk duluan. Kalau telat, cuma dapat sisaan proporsional yang nilainya seupil.
⏩Di sisi fixed allotment, kalau kamu punya dana besar dan bisa menunjukkan track record sebagai investor institusional, kamu bisa coba nego langsung ke underwriter buat masuk daftar prioritas. Tapi ini bukan kayak buka rekening sekuritas biasa. Harus punya legalitas lengkap, komitmen jangka panjang, dan biasanya harus punya relasi yang jelas dengan emiten. Jadi kalau kamu reksadana, dana pensiun, atau family office yang proper, kemungkinan dikasih jatah jauh lebih besar dengan risiko kecil.
Jadi kalau dana kamu terbatas, fokus di pooling dan pastikan kecepatan jadi kunci. Maksimal Rp100 juta per akun sah, tapi jangan dipecah ilegal. Kalau dana kamu besar, jangan buang waktu di pooling karena alokasi proporsionalnya kecil banget.
Mending negosiasi fixed allotment langsung ke underwriter. Dan yang paling penting, jangan tergoda strategi curang pakai nominee atau akun palsu, karena bukan cuma dilarang, tapi juga berisiko diblokir dan bisa berujung pidana. Kalau kamu serius mau dapat banyak lot, ya main di jalur institusional dengan legalitas yang proper atau jadi investor strategis yang dilirik emiten.
Lagi cari saham yang prospeknya oke dan gak cuma “katanya”? Coba cek ini deh.