1. Volume penjualan RSS sempat turun 80% vs 1H24 akibat kondisi global, namun semester II 2025 harga membaik ke Rp36.000/kg; total penjualan Juli–Agustus 605 ton, hingga Agustus 864 ton.
2. Capex 2025 sebesar Rp189 miliar, dengan realisasi Rp51 miliar (27%) sampai 1H25; digunakan untuk tanaman baru, infrastruktur, peralatan, dan akuisisi lahan.
3. Yield TBS hingga Agustus 2025 tercapai 8 ton/ha, dengan target akhir tahun meningkat melalui penerapan Best Management Practice (BMP) dan standar agronomi.
4. Strategi utama perseroan: menjaga efisiensi, memperkuat basis produksi hulu, dan memaksimalkan penjualan ke buyer global yang comply dengan standar EUDR.
5. Perseroan optimis hasil produksi 2025 lebih baik dibanding 2024 dengan fokus pada pengendalian losses dan peningkatan produktivitas kebun
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!