- Penurunan harga minyak mentah berdampak positif terhadap biaya input, khususnya bahan baku PTA dan MEG, serta mendorong volume penjualan di tengah permintaan yang lebih kuat dari pasar.
- Meskipun ada tantangan di industri tekstil domestik, pelanggan INDR tetap tangguh berkat fokus pada produk bernilai tambah dan orientasi ekspor ke pasar internasional.
- Untuk tambang emas, anak usaha memiliki cadangan sekitar 150 ribu ons, namun produksi baru akan dimulai dalam 7–8 tahun mendatang setelah proses perizinan selesai.
- Ekspor ke AS terkena bea masuk 5% akibat kebijakan era Trump, namun perusahaan terus mengalihkan ekspor ke pasar lain seperti Indonesia untuk menghindari risiko tarif.
- Serangan harga agresif dari barang-barang Tiongkok menambah tekanan, namun INDR tetap kompetitif melalui portofolio produk berkualitas, efisiensi operasional, dan diversifikasi pasar ke 70 negara.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!
📈 https://bit.ly/pintarsahamid