- RUPST 2025 membahas persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba, serta penunjukan auditor publik. Capex 2025 sebesar Rp10,4 miliar dialokasikan untuk operasional pabrik gula merah dan pembelian mesin.
- Tidak ada pembagian dividen karena laba ditahan untuk ekspansi bisnis. Pabrik gula merah ditargetkan mulai beroperasi semester II 2025, dengan rencana ekspansi ke Kabupaten Lebak dan Banten.
- Strategi peningkatan pendapatan dilakukan melalui efisiensi operasional, memperluas pangsa pasar, dan memanfaatkan peluang dari industri gula merah serta perbedaan harga dengan gula putih.
- Perusahaan menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti drone dan pupuk organik untuk memastikan praktik agribisnis berkelanjutan di kebun tebu.
- Prospek ekspor gula merah ke depan dianggap menjanjikan, mengingat Indonesia masih mengimpor gula putih, namun sudah mulai mengekspor gula merah.
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!