1. Land bank tersisa ±200 ha cukup untuk 3–5 tahun, akuisisi lahan baru tetap prioritas meski prosesnya bertahap.
2. Backlog proyek (pabrik, jalan, perumahan) menopang target 2025 meski Q2 sempat slowdown; recurring income ditarget tumbuh 10–15%.
3. Target marketing sales 2025 Rp1,8 triliun dengan pipeline 75 ha, khususnya sektor Data Center; manajemen tetap optimis meski ada risiko politik dan tarif global.
4. Proyek infrastruktur seperti akses Karawang–Kereta Cepat, WTP recycle, dan TPST biomass mendukung keberlanjutan serta menarik tenant baru.
5. Permintaan lahan industri khusus Data Center tetap kuat, dengan alokasi 300 ha menjadikan DMAS sebagai salah satu hub Data Center internasional terbesar di Indonesia.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!