- Penurunan operating profit Q1 2025 disebabkan oleh naiknya UMR, pembayaran THR, dan kerugian kurs.
- Perseroan berharap laba bersih membaik di Q2 melalui peningkatan penjualan.
- Target pertumbuhan laba dan pendapatan tahun ini adalah naik 10% dari realisasi tahun sebelumnya.
- Tidak ada rencana ekspansi besar atau capex signifikan untuk tahun ini.
- Capex hanya digunakan untuk pembelian tangki dan mesin kecil guna efisiensi produksi.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!