1. Suspensi saham dilakukan BEI karena lonjakan harga 167%; manajemen menegaskan kenaikan sejalan dengan kinerja keuangan yang membaik.
2. Utang menurun signifikan dengan Loan to EBITDA 2024 di level 3,09x, menunjukkan kemampuan bayar yang lebih sehat; arus kas meningkat 26% YoY.
3. Produksi CPO diproyeksikan stabil 47 juta ton; BWPT tidak melakukan hedging karena posisi sebagai price taker, tetapi tetap menjaga efisiensi operasional.
4. Fokus penjualan 100% lokal dengan rencana ekspansi pabrik biodiesel, serta program replanting & new planting untuk menjaga konsistensi pasokan TBS jangka panjang.
5. Capex 2025 sekitar Rp870 miliar didanai internal cash flow, dengan alokasi lebih besar pada lini bisnis yang bertumbuh pesat.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


