Seluruh laba bersih 2024 tidak dibagikan sebagai dividen dan akan digunakan untuk penguatan modal kerja guna mendukung operasional dan ekspansi bisnis.
Konflik Iran-Israel belum berdampak langsung, namun perusahaan mengantisipasi risiko lonjakan biaya logistik dan produksi akibat potensi terganggunya pasokan energi global, terutama dari Selat Hormuz.
Capex tahun 2025 ditargetkan naik dari Rp5–7 miliar menjadi sekitar Rp10–15 miliar, yang akan digunakan untuk pembelian dan kepemilikan alat pengisian silinder gas (filling station) serta ekspansi divisi manufaktur baja melalui Tira Andalan Steel.
Kontrak baru tahun 2025 mencapai Rp126 miliar, terdiri dari proyek sektor baja, gas, serta power plant, termasuk finished product seperti baja lapis dan komponen pipa.
Divisi baja menjadi penyumbang utama pendapatan 2024 dengan kontribusi sebesar 53%, diikuti manufaktur 30%, dan distribusi gas 16%, menjadikan sektor baja sebagai tulang punggung pertumbuhan.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.
🔥 https://bit.ly/pintarsahamid