Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightStabilkan Harga, Allo Bank (BBHI) Lanjutkan Program Buyback Saham Senilai Rp 119,37...

Stabilkan Harga, Allo Bank (BBHI) Lanjutkan Program Buyback Saham Senilai Rp 119,37 Miliar

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengumumkan rencana untuk melanjutkan pembelian kembali (buyback) saham. Langkah ini diambil sebagai upaya perseroan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang dinilai berfluktuasi secara signifikan.

Perseroan telah menyiapkan sisa dana dari program sebelumnya, yakni sebesar Rp 119.375.389.981 (sekitar Rp 119,37 miliar), untuk membiayai aksi korporasi ini.

Berikut adalah informasi penting yang perlu diketahui investor terkait rencana buyback BBHI:

Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan

  • Periode Buyback: Pembelian kembali saham akan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan. Periode ini dimulai pada 30 Oktober 2025 dan akan berakhir pada 29 Januari 2026.
  • Sumber Dana: Dana untuk buyback akan menggunakan Saldo Laba Ditahan (Retained Earnings) perseroan.
  • Metode: Pembelian akan dieksekusi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • Tanpa RUPS: Sesuai regulasi OJK mengenai kondisi pasar yang fluktuatif, perseroan dapat melaksanakan buyback ini tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Tujuan dan Dampak Bagi Perseroan

Manajemen BBHI menjelaskan bahwa tujuan utama dari buyback ini adalah agar perseroan memiliki fleksibilitas untuk menjaga stabilitas harga sahamnya. Diharapkan harga saham dapat lebih mencerminkan kinerja dan fundamental perseroan , sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

Saham yang dibeli kembali nantinya akan disimpan oleh perseroan sebagai saham treasury (treasury stock).

Terkait dampak finansial, perseroan berkeyakinan aksi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan likuiditas. BBHI mengklaim memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk membiayai transaksi ini bersamaan dengan kegiatan operasionalnya.

Berdasarkan analisis proforma (dengan asumsi penggunaan seluruh alokasi dana awal Rp 200 miliar ), berikut adalah perkiraan dampaknya terhadap beberapa indikator keuangan per 30 Juni 2025:

  • Laba per Saham (EPS): Diperkirakan sedikit terkoreksi dari Rp 20,90 menjadi Rp 20,85.
  • Return on Equity (ROE): Diperkirakan sedikit meningkat dari 6,32% menjadi 6,39%.
  • Rasio Kecukupan Modal (CAR): Berpotensi mengalami penurunan dari 83,05% menjadi sekitar 80,72%.

Manajemen menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak akan signifikan terhadap indikator keuangan perseroan secara keseluruhan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments