Skydrugz Radar 16 November 2021 : DOID Ekspansif
DOID baru saja merilis laporan keuangan Q3 2021. Kalau hanya melihat rasio ROE, PER, NPM, DER tidak akan ada yang investasi ke DOID. Sama persis dengan kondisi SMDR di LK 2019 dan 2020, di kedua tahun tersebut rasio ROE PER DER NPM nya sangat jelek karena di kedua tahun tersebut SMDR merugi berat. Baru bisa turnaround di 2021. Yang beli SMDR di 2019-2020 harus menderita dulu melihat LK yang hancur lebur sebelum akhirnya bisa menikmati bagger.
Kalau kita hanya hidup di masa kini dan melihat kejelekan perusahaan, maka tidak akan ada yang investasi di Netflix awal IPO, Amazon 2000-2002, SMDR 2019-2020 dan DOID 2020-2021 karena LK mereka di periode tersebut sangat buruk. Pada akhirnya emiten isinya adalah manusia, dan manusia akan melakukan berbagai cara agar bisa membuat dirinya dan lingkungannya jadi lebih baik. Semua direksi dan pemilik perusahaan tentu ingin meraih laba sebanyak – banyaknya dan ingin perusahaan maju. Namun ada pengendali perusahaan yang ingin meraih laba tanpa ingin berbagi ke yang lain. Perusahaan dengan pengendali seperti ini yang harus dihindari. Tugas investor ritel adalah mencari perusahaan yang pengendalinya ingin berbagi laba bersama investor ritel. Perusahaan seperti bank Himbara, PTBA, TLKM, PGAS, BBCA adalah contoh perusahaan yang pengendali perusahaannya ingin berbagi laba bersama investor ritel minoritas. Di bursa ada beberapa perusahaan yang pemegang saham pengendalinya tidak ingin berbagi laba dengan investor ritel. Laba mereka makan sendiri lewat berbagai transaksi afiliasi alias makan dalam. Perusahaan seperti ini harus bisa kita deteksi dan hindari.
Kembali lagi ke DOID, kita perlu cek lagi apakah perusahaan ini merugi karena proses bisnis normal atau karena mekanisme transaksi afiliasi makan dalam? Kalau saya lihat sekilas, DOID merugi karena proses bisnis normal. DOID berhasil meningkatkan Revenue selama Q3 2021. Yang gagal mereka lakukan adalah menekan beban usaha dan beban keuangan. Mereka sulit menekan beban usaha karena mereka baru saja mendapatkan kontrak baru dari ADRO dan harus mempekerjakan lagi karyawan lama PAMA Persada yang dulunya jadi kontraktor di ADRO. Jumlah karyawan mereka naik 40% dari 10 ribu orang jadi 14 ribu orang.
Mereka terpaksa melakukan refinancing utang di harga premium karena mereka memang sedang dalam kondisi butuh duit. Piutang mereka banyak yang belum terbayarkan karena pemilik tambang baru akan membayar beberapa bulan kemudian setelah buyer batubara membayar. Sedangkan DOID sendiri harus membayar utang usaha berupa alat berat dari ABMM HEXA UNTR dan kompensasi karyawan.
Menurut saya tindakan ekspansif DOID berupa penambahan karyawan baru, pembelian alat berat baru hingga akuisisi perusahaan lain yakni Asiamet dan Open Cut Mining East semuanya dilakukan demi mendorong pertumbuhan di masa depan. Jika semua rencana Ekspansif ini berjalan lancar maka yang perlu dilakukan manajemen adalah memastikan supply chain refinancing tetap lancar karena kondisi DOID sekarang menurut saya dalam kondisi seret likuiditas. CFO DOID tidak cukup untuk mendanai capex perusahaan. Mau tak mau harus cari pendanaan eksternal.
Jika rencana ekspansi berhasil, DOID bisa cetak banyak laba di masa depan. Namun jika gagal, DOID bisa berakhir seperti BUMI atau BORN, yang terlilit utang tak berujung. Jadi akan seperti apa DOID di masa depan? Time will tell.
Skydrugz Bot Radar 16 November 2021
Project Akumulasi November 2021:

| Saham | PBV | PER | PLAN | Harga |
| TOWR | 5.55 | 17,36 | Bid 1145, 1135, 1125, 1115, 995 | 1150 |
| KBLI | 0,52 | 23,71 | Bid 288, 286, 284 | 290 |
| PTBA | 1,39 | 4.55 | Bid 2500, 2480 2460 | 2510 |
| MIKA | 6,30 | 27, 6 | Bid 2210, 2190, 2170 | 2280 |
| KAEF | 1,92 | 117 | Bid 2400 | 2450 |
Guidelines untuk menggunakan Radar cek di sini
Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386
Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.