ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 6/5/2021: A Jack knife of all trades

Skydrugz Radar 6/5/2021: A Jack knife of all trades

Skydrugz Hit Prediction

Skydrugz Hit Prediction 5 Mei 2021

Zero Hit

Kemarin gagal hit. Get used to it.

Market Review

Kemarin data GDP Indonesia sudah dirilis. Dan sesuai dugaan, masih kontraksi. Tapi terus terang saya tidak lagi terlalu peduli dengan data GDP tersebut karena itu data masa 3 bulan yang lalu yang telah lewat. Setidaknya dari data itu kita bisa melihat bahwa ekonomi Indonesia mulai membaik. Beberapa sektor tetap tumbuh terutama sektor pertanian dan telekomunikasi. Itulah kenapa saya fokus akumulasi saham yang ada di sektor pangan karena manusia akan butuh makan kapan pun itu.

Khusus untuk sektor telekomunikasi, ada kabar baik di mana industri menara kini sudah keluar dari daftar negative investment. Itu artinya investor asing sudah bisa menjadi pemilik mayoritas perusahaan menara telekomunikasi di Indonesia. Dengan begitu proses adopsi 5G di Indonesia dapat berlangsung lebih cepat. Para pemain besar di sektor menara dunia seperti American Tower Company (NYSE: AMT), Crown Castle Company (NYSE: CCI), China Tower Company, hingga Indus Company bisa investasi di Indonesia. Semua perusahaan yang saya sebutkan itu merupakan powerhouse tower telco di seluruh dunia dengan kepemilikan jumlah tower lebih dari 40.000 buah. Bahkan China Tower Company punya 120.000 BTS, Indus Tower punya 114ribu tower dan AMT punya 97rb tower. Bandingkan dengan Mitratel, TOWR atau TBIG yang hanya punya menara kurang dari 40.000 buah. Industri tower di Indonesia masih punya peluang besar untuk growth.

Selain sektor telco, saya juga optimis dengan sektor konsumer. Banyak yang mulai tebar fear di media massa dan forum saham tentang sektor konsumer. Menurut saya itu hanyalah upaya untuk memanipulasi psikologi massa agar investor ritel mau melepas saham konsumer di harga murah sehingga para big fund dapat serok bawah. Hal seperti itu sudah biasa terjadi di saham. News diciptakan dengan penuh agenda. Get used to it.

Saat ini pola konsumsi masyarakat memang mengalami perubahan selama masa pandemi tapi begitu vaksinasi bisa mencover semua penduduk Indonesia maka ekonomi bisa kembali pulih. Orang-orang tidak lagi ketakutan untuk belanja. Sayangnya di Indonesia tidak ada perusahaan seperti Pfizer yang bisa memproduksi vaksin secara masif. Di Indonesia hanya ada Biofarma yang bisa produksi vaksin. Itupun bahan bakunya masih harus impor dari India dan China.

Seharusnya jika pemerintah ingin mengembangkan industri vaksin di Indonesia maka harus melibatkan juga pihak swasta. Jangan semua diberikan ke BUMN. Saat ini yang kita kejar adalah coverage vaksin Covid-19 di atas 70% dan kita masih sangat jauh tertinggal dalam urusan vaksin. BUMN dan swasta harus bahu membahu untuk mengatasi pandemi ini.

Saat ini IHSG masih galau. Tak ada satupun saham yang aman dari koreksi. Bahkan saham bluechip pun tidak aman dari koreksi. Tapi koreksi adalah berkah jika kita mengoleksi saham yang cash rich.

Buat investor saham, jangan menyerah untuk hold saham. Kondisi market boleh amburadul yang penting hatimu jangan. Keep HODL.

Skydrugz Bot Radar
  • Hari ini ada 38 saham yang masuk ke dalam radar. Dari 38 saham ini ada 7 saham LQ45 yakni GGRM, BBRI, BBNI, ICBP, UNVR, TPIA dan PTBA. Menurut saya 7 saham LQ45 ini sudah bisa dikoleksi selot selot terutama BBNI karena PBV sudah 0,89. Itu sudah murah. GGRM PBV 1,1 itu pun sudah murah. PTBA sudah PBV 1,5 itu juga menurut saya sudah undervalued. ICBP PBV 1,98 itu juga menurut saya murah. BBRI PBV 2,5 itu juga menurut saya undervalued. Hanya tinggal masalah keberanian untuk buy buy buy and keep hold saja. Banyak investor saham yang sudah kehilangan keberanian untuk buy di zaman sideways seperti ini.
  • Dari RIM Radar terjaring PNLF emiten yang lagi punya masalah pajak. Ada ASRI perusahaan property yang utang gede dan lagi merugi tapi PBV not bad 0,4. Lalu ada SPTO pencipta toilet. MAYA bank milik Tahir besan Lippo. Lalu ada BNBA dan BACA duo bank yang katanya akan digital. Valuasi keduanya sudah kelihatan reasonable BACA 1,88 BNBA 1,24. Lalu ada CAMP emiten milik Sabana yang semoga saja nanti diakusisi ULTJ. Lalu ada SMBR emiten BUMN semen, sayangnya PBV sudah 2,31 dan terakhir BRIS PBV 4,11. Entah saham mana yang akan rebound duluan.
  • Saham sektor pertanian tidak ada yang masuk radar.
  • Saham industri dasar hanya SMBR dan TPIA yang masuk radar
  • Saham konsumer ada 8 saham yang masuk radar yakni GGRM, ICBP, UNVR, HRTA, MLBI, WIIM, AISA, CAMP. Cukup aneh WIIM sama-sama didump bersama GGRM padahal banyak yang pompom WIIM. Mungkin yang pompom WIIM sudah jualan di pucuk dan sudah cuan luber.
  • Dan ada 15 saham sektor finansial yang masuk ke dalam radar. Inilah penyebab utama IHSG sideways. Pesta pompom bank digital banyak mengakibatkan cutloss dan nyangkut investor. BBRI BBNI BNGA PNBN BJBR NISP MAYA BRIS BBKP BFIN AGRO BACA AMAR BNGA semuanya masuk radar. Kalau diingat-ingat lagi beberapa bulan lalu banyak sekali yang optimis dengan bank digital dan sekarang semuanya lupa karena mungkin sudah cuan dan sudah jualan. Saat ini sektor yang banyak di dump adalah sektor finansial dan kita tahu bersama sumber kekuatan IHSG adalah sektor finansial. Ini untung saja HMSP ASII TLKM BBCA dan BMRI tidak didump bersamaan BBRI BBNI, sehingga IHSG tidak sampai meluncur ke zona 4000.
  • Dari sektor trade ada 5 saham yang masuk radar yakni ASGR SPTO MDIA IRRA dan HKMU. Para pompomer IRRA sepertinya sudah tidak lagi terlalu masif pompom entah karena sudah cuan atau karena masih nyangkut. Padahal jarum suntik akan semakin banyak digunakan selama vaksinasi. MDIA emiten Erick Thohir back to gocap. Padahal katalis Noyce dll katanya oke. Apa yang pompom juga sudah cuan? HKMU saya no comment.
  • Dari sektor properti hanya 3 emiten yang masuk radar yakni SSIA, TOTL dan ASRI

What To Buy?

Saat ini saya fokus akumulasi BISI META UNVR INDF.

Saham lainnya yang ada dalam list ini dan ini itu hanya selingan trading.

Untuk kripto, saya hanya akumulasi BNB dan USDT. Nothing more. HODL.

Untuk saham Amerika Serikat Coca Cola, Google, ETF Russell 2000, nothing change.

Pintarsaham.id dan PintarKripto

Buat yang mau daftar di Pintarkripto, isi form di sini.

Buat yang mau punya akun trading kripto daftar di sini.

Buat yang mau daftar akun trading dan investasi saham, bisa daftar di sini

Buat yang mau pesan ebook analisis Laporan Keuangan, bisa pesan di sini.

Artikel Skydrugz Yang Lainnya Tentang Kripto dan Investasi di Luar Negeri:

1. Cara Deposit di Binance. 

2. Cara Daftar di Akun Kripto Agar Bisa Beli Bitcoin dan Dogecoin

3. Cara trading di market luar negeri. Gunakan token Gotrade: 805963. Jika Ingin trading saham Luar Negeri di Aplikasi Gotrade 

4. Cara Beli Saham TSLA di Binance

5. Cara Mendapatkan Passive Income dari Binance: Menabung Kripto dapat Bunga Seperti Menabung di Bank

6. Teknik Trading di Binance

7. Menjaga Psikologi Agar Tetap Waras

8. Mengenai Pajak Dividen Saham Yang Dibeli di Luar Negeri

9. Tentang Pajak Dividen

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa dengan menjadi Nasabah Sucor Referal TIRA2 dengan PM saya @skydrugz27 di Telegram.

Setelah mengisi form, bisa menghubungi @skydrugz27 via Telegram.

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Bagi yang mau buka akun Kripto bisa di Binance atau Tokokripto pakai link di sini.

Bagi yang mau join grup kripto bisa isi form PintarKripto.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply