ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 2 Agustus 2021: Kegagalan Google

Skydrugz Radar 2 Agustus 2021: Kegagalan Google

Kita hidup di masyarakat yang membenci kegagalan. Di investasi pun seperti itu, banyak investor yang membenci kegagalan. Investor nyangkut atau cutloss di stigmatisasi oleh investor lainnya. Padahal nyangkut dan cutloss adalah hal yang wajar dalam kehidupan. Sama seperti halnya dengan kegagalan dalam hidup, itu adalah hal yang wajar. Hampir semua manusia di dunia ini pernah mengalami kegagalan. Mungkin hanya manusia yang punya mesin waktu yang bisa menghindari kegagalan.

Berhubung kita adalah investor maka mari kita bahas saja kegagalan – kegagalan investasi perusahaan yang kita beli sahamnya. Dan saham yang akan saya bahas kegagalannya adalah Google. Kebetulan saya punya saham Google juga.

Prinsip utama saya ketika berinvestasi adalah selalu cari kejelekan perusahaan yang akan saya beli sahamnya. Jika saya bisa terima segala kekurangan perusahaan tersebut maka gampang untuk membelinya. Karena saham itu seperti manusia. Tidak ada yang sempurna. Selalu ada cela dan dosa. Jadi embrace the mistakes and failures.

Setelah saya melakukan riset tentang Google ternyata saya menemukan banyak sekali kesalahan investasi yang pernah dilakukan Google. Salah satu yang paling fatal adalah ketika mereka membeli Motorola Mobility sebanyak 12 milyar dollar, lalu kemudian dijual kembali di harga 3 milyar dollar. Benar – benar legendary trader. Tapi meskipun secara duit kelihatan rugi, sebenarnya Google cuan banyak dari berbagai paten yang berhasil mereka kuasai dari Motorola. Perang paten itu mengerikan dan Google sudah punya senjata untuk perang paten.

Lagipula kesalahan Google dalam berinvestasi seperti itu tidak membuat mereka bangkrut karena mereka punya recurring income dari iklan yang super banyak untuk menutupi kegagalan mereka dalam berinvestasi. Keberhasilan mereka dalam investasi di Youtube dan Android sudah paid off. Belum lagi dari investasi mereka lewat Google Ventures, di mana mereka bakar duit dan create money secara bersamaan lewat berbagai startup.

Mungkin kondisinya mirip dengan TLKM. Cashflow utama mereka berasal dari Telkomsel. Dan karena kebanyakan duit akhirnya mereka coba – coba investasi di beberapa perusahaan mulai dari TELE, Sigma hingga Gojek. Tapi mayoritas investor hanya ingat kegagalan Telkom Indonesia di Tiphone. Padahal investasi mereka di Sigma menurut saya lumayan berhasil. Setelah mereka mengakuisisi Sigma dari Pak Toto DCII, kini Telkom Sigma menjadi salah satu perusahaan data center terbesar di Asia Tenggara. Tapi TLKM masih long way menjadi seperti Google. Mungkin someday.

Revenue Google berasal dari seluruh dunia. Sedangkan revenue TLKM hanya berasal dari Indonesia. Saatnya mencari perusahaan yang sumber revenue nya bukan hanya dari Indonesia tapi dari seluruh dunia serta sifatnya recurring.

Skydrugz Bot Radar
  • BBRI BBCA di dump barengan lagi.
  • Total ada 16 saham LQ45 yang masuk dalam Skydrugz Radar hari ini. Lebih dari sepertiga penghuninya di rebalancing. Beginilah nasib saham yang banyak fund manager di dalamnya. Hampir tiap bulan direbalancing sama fund manager. Habis pengumuman LQ45 formasi baru, ya direbalancing lagi.
  • Keluarga WIKA, keluarga semen, keluarga migas mereka semua juga di dump market.
  • Keluarga Lippo MLPL MPPA LPPF juga di dump oleh market.
  • Keluarga HT lagi sibuk di hajatan right issue BABP sehingga MNCN dan IPTV diabaikan dulu.
  • Di tahun 2017 tidak ada yang pernah membayangkan kalau TSPC KLBF UNVR HMSP dan GGRM bisa anjlok sedalam ini.

Skydrugz Radar Agustus 2021

  • Incaran saya selama Agustus hanya mereka. Saya cicil selot selot kalau ada duit. Tapi list di atas bisa saja berubah kalau PTBA anjlok lagi ke < 2000.

Jika ingin mendapatkan data analisis kuartalan bisa pesan di sini dan jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini

Disclaimer:
  • Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply