Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSkydrugz Corner: Update Laporan Keuangan Bank 2021

Skydrugz Corner: Update Laporan Keuangan Bank 2021

Skydrugz Corner: Update Laporan Keuangan Bank 2021

Kebetulan hari ini libur jadi dari pada keluyuran habiskan duit, saya coba rekap lagi laporan keuangan emiten bank di IHSG yang sudah rilis Laporan Full Year 2021.

Saham Harga Laba (M)
BBCA 7925 31422.66
BBRI 4430 31066.59
BMRI 7850 28028.15
BBNI 7975 10898.52
MEGA 9525 4008.05
BRIS 1700 3028.2
NISP 665 2519.57
BBTN 1795 2376.23
BNII 310 1644.97
BDMN 2390 1573.11

Dan ternyata baru 10 bank yang sudah rilis LK Full Year 2021. Dari 10 bank tersebut pemegang laba terbesar belum tergoyahkan. Tetap BBCA.  Dan dari 10 bank yang sudah rilis LK, ternyata yang laba paling kecil adalah BDMN, hanya 1,5 Triliun. Kalah dari bank buku 3 seperti MEGA BNII dan BBTN.

Modal Inti
Saham Harga Laba (M) Modal Inti (M)
MEGA 9525 4008.05 19,144.46
BBTN 1795 2376.23 21,406.65
BRIS 1700 3028.2 25,013.93
BNII 310 1644.97 28,301.14
NISP 665 2519.57 32,327.37
BDMN 2390 1573.11 44,539.11
BBNI 7975 10898.52 123,738.37
BBCA 7925 31422.66 202,712.76
BMRI 7850 28028.15 204,686.61
BBRI 4430 31066.59 288,734.98

Bank Mega memiliki modal inti paling kecil hanya 19,1 Triliun. Tapi labanya melebihi beberapa bank lain yang modal intinya lebih besar. Bahkan laba MEGA yang 4 Triliun itu melewati laba BRIS BNII NISP BBTN hingga BDMN.

Laba MEGA hanya kalah dari kwartet big bro BBRI BBCA BMRI BBNI.

Pertumbuhan Laba
Saham Harga Laba Tumbuh
BRIS 1700 1120.78%
BBNI 7975 232.23%
BBRI 4430 66.53%
BMRI 7850 63.72%
BDMN 2390 56.12%
BBTN 1795 48.30%
MEGA 9525 33.23%
BNII 310 29.90%
NISP 665 19.88%
BBCA 7925 15.82%

Perusahaan Bank Dengan pertumbuhan laba Paling pesat di 2021 adalah BRIS karena efek merger.

Lalu diikuti oleh BBNI karena efek pembalikan cadangan kerugian menjadi laba, kemudian BBRI yang juga karena efek merger.

Bank dengan pertumbuhan laba terbesar di 2021 didominasi oleh Himbara. Sedangkan BBCA menjadi bank yang pertumbuhan nya paling kecil. Hanya 15,82%. Setidaknya masih double digit. Jadi bisa dikatakan semua bank yang sudah rilis LK 2021 berhasil tumbuh di 2021. Ini kabar baik bagi perekonomian negara.

Ekspansi Kredit

Untuk mengetahui apakah bank mengalami ekspansi kredit selama 2021, maka kita perlu lihat revenue nya. Seberapa besar Revenue mereka tumbuh.

Saham Harga Laba Tumbuh Pendapatan Tumbuh
BRIS 1700 1120.78% 309.66%
BBRI 4430 66.53% 22.23%
BMRI 7850 63.72% 12.37%
BBTN 1795 48.30% 2.75%
BBCA 7925 15.82% 2.22%
MEGA 9525 33.23% 0.80%
NISP 665 19.88% -7.32%
BBNI 7975 232.23% -9.09%
BDMN 2390 56.12% -11.64%
BNII 310 29.90% -16.30%

Dan ternyata hanya 6 bank saja yang berhasil melakukan ekspansi kredit selama 2021 yakni BRIS BBRI BMRI BBTN BBCA dan MEGA. BRIS dan BBRI yang lumayan terlihat agresif selama 2021 karena efek merger. BMRI pun sebenarnya karena efek merger BRIS dimana pengendali utama adalah mereka. Jadi yang murni tumbuh tanpa aksi korporasi merger and acquisition adalah BBTN BBCA dan MEGA.

BBNI meskipun laba naik lebih dari 200% tapi ternyata revenue mereka malah anjlok 9,09%. Mirip kondisinya dengan BNII NISP dan BDMN. Laba mereka tumbuh bukan karena ekspansi kredit tapi lebih karena pembalikan cadangan kerugian.

ROA
Saham Harga ROA NPM
MEGA 9525 3.02% 49.42%
BBCA 7925 2.59% 39.13%
BBRI 4430 1.85% 20.64%
BMRI 7850 1.62% 24.89%
NISP 665 1.18% 21.78%
BRIS 1700 1.14% 17.00%
BBNI 7975 1.13% 19.49%
BNII 310 0.97% 15.33%
BDMN 2390 0.82% 8.86%
BBTN 1795 0.64% 9.21%

Bank dengan ROA terbesar masih dipegang oleh MEGA dan BBCA. Keduanya masuk klub over 2%.

Sedangkan yang ROA-nya paling rendah adalah BBTN BDMN dan BNII. Ketiganya hanya memiliki ROA < 1%. Manajemen kurang efektif dalam mengelola aset.

NPM
Saham Harga NPM
MEGA 9525 49.42%
BBCA 7925 39.13%
BMRI 7850 24.89%
NISP 665 21.78%
BBRI 4430 20.64%
BBNI 7975 19.49%
BRIS 1700 17.00%
BNII 310 15.33%
BBTN 1795 9.21%
BDMN 2390 8.86%

Perusahaan Bank Dengan NPM terbesar juga MEGA dan BBCA. Melihat ROA yang sangat besar seperti ini maka keduanya layak disebut sebagai bank terbaik di Indonesia di 2021 dari sisi efisiensi dan efektivitas manajemen. ROA dan NPM mereka benar-benar di atas semua peers-nya.

BDMN dan BBTN memiliki NPM paling rendah. Di bawah 10%.

Valuasi

Lalu bank mana yang memiliki valuasi paling murah?

Dari sisi PBV
Saham Harga PBV
NISP 665 0.47
BDMN 2390 0.52
BNII 310 0.83
BBTN 1795 0.89
BBNI 7975 1.2
BMRI 7850 1.79
BBRI 4430 2.33
BRIS 1700 2.8
MEGA 9525 3.46
BBCA 7925 4.82

Dari sisi PBV, NISP adalah bank dengan PBV paling rendah saat ini. Setelah itu BDMN BNII dan BBTN.

MEGA dan BBCA menjadi bank dengan valuasi PBV paling besar di atas 3. Dan menurut saya wajar saja karena secara kinerja ROA dan NPM, mereka yang terbaik di kelasnya untuk saat ini.

PER
Saham Harga PER
NISP 665 6.06
BBTN 1795 8
BMRI 7850 13.07
BBNI 7975 13.65
BNII 310 14.36
BDMN 2390 14.85
MEGA 9525 16.55
BBRI 4430 21.62
BRIS 1700 23.09
BBCA 7925 31.09

Dari sisi PER, NISP lagi – lagi menjadi bank dengan valuasi paling murah, diikuti BBTN. Hanya dua bank iji yang memiliki PER di bawah 10.

Sedangkan yang valuasinya premium dari sisi PER adalah BBCA BRIS dan BBRI. Ketiganya memiliki PER di atas 20.

Laba Tumbuh dan PER
Saham Harga PER Laba Tumbuh PER/Laba Tumbuh
BRIS 1700 23.09 1120.78% 0.0206017238
BBNI 7975 13.65 232.23% 0.05877793567
BBTN 1795 8 48.30% 0.16563147
BMRI 7850 13.07 63.72% 0.2051161331
BDMN 2390 14.85 56.12% 0.2646115467
NISP 665 6.06 19.88% 0.3048289738
BBRI 4430 21.62 66.53% 0.3249661807
BNII 310 14.36 29.90% 0.4802675585
MEGA 9525 16.55 33.23% 0.4980439362
BBCA 7925 31.09 15.82% 1.965233881

Jika kita membagi PER dengan pertumbuhan laba perusahaan maka kita dapat melihat bahwa yang paling Undervalued adalah BRIS BBNI dan BBTN karena ketiganya memiliki PER/Laba Tumbuh paling rendah, di bawah 0,1. Jika bisa mempertahankan pertumbuhan laba tetap seperti ini di masa depan maka ketiganya benar – benar Undervalued.

Sayangnya pertumbuhan laba sebesar ini seringkali sulit terulang di masa depan. Kita tunggu saja aksi manajemen apakah mampu mengulang prestasi masa lalu.

Pilihan?

Kalau harus memilih bank mana untuk investasi, menurut saya semua bank di Indonesia layak untuk investasi. Tapi saya lebih memilih yang PER < 10, PBV < 1 dan ROA >2%. Sayangnya tidak ada bank seperti itu saat ini.

Saham Harga PBV PER ROA
NISP 665 0.47 6.06 1.18%
BBTN 1795 0.89 8 0.64%

Yang memenuhi kriteria PBV < 1 dan PER < 10 hanya dua emiten yakni NISP dan BBTN. Sayangnya ROA keduanya tidak sampai 2%.

Bank dengan ROA >2% sudah memiliki valuasi premium.

Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham

Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Kode referal Akun Binance SV06XFJZ

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here