Skydrugz Corner: Profil Singkat TCID, Kinerja dan Tantangan
Latar Belakang
PT Mandom Indonesia Tbk atau TCID awalnya berdiri sebagai perusahaan joint venture antara Mandom Corporation dan PT The City Factory. Di awal pendirian nama perusahaan ini adalah nama PT Tancho Indonesia dan pada tahun 2001 berganti menjadi PT Mandom Indonesia Tbk. Pada tahun 1993, TCID menjadi perusahaan ke-167 dan perusahaan joint venture Jepang ke-11 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Kegiatan produksi komersial Perseroan dimulai pada tahun 1971 dimana pada awalnya Perseroan menghasilkan produk perawatan rambut, kemudian berkembang dengan memproduksi produk wangi-wangian dan kosmetik.
Kantor
Kantor pusat TCID di Wisma 46 Kota BNI, Lt.7, Jl. Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta.
Perusahaan punya dua lokasi pabrik di kawasan Industri MM2100, Bekasi:
- Factory 1 yang berada di Jl. Irian khusus memproduksi seluruh produk kosmetik Perseroan sementara
- Factory 2 yang berada di Jl. Jawa berfungsi untuk memproduksi kemasan plastik dan juga sebagai pusat logistik
Produk
Produk utama TCID antara lain:
- GATSBY,
- PIXY,
- PUCELLE
- Tancho,
- Mandom,
- Spalding,
- Lovillea,
- Miratone,
- Lucido-l
Selain pasar domestik, Perseroan juga mengekspor produk-produknya ke beberapa negara antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Jepang, India, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan lain-lain. Melalui UEA, produk-produk Perseroan di re-ekspor ke berbagai negara di Afrika, Timur Tengah dan lain-lain.
Kinerja Keuangan
Revenue dan COGS

Revenue tertinggi TCID terjadi di 2019. Setelah 2019, revenue TCID terus menurun. 2020 kena hantam Covid-19 sedangkan 2021 TCID gagal pulih, kalah saing sama produk kosmetik perusahaan lain.
| Tahun | Revenue (M) | COGS (M) | Rasio Revenue/COGS |
| 12M 2021 | 1850 | -1545 | 1.20 |
| 12M 2020 | 1989 | -1534 | 1.30 |
| 12M 2019 | 2804 | -1874 | 1.50 |
| 12M 2018 | 2649 | -1686 | 1.57 |
| 12M 2017 | 2706 | -1699 | 1.59 |
| 12M 2016 | 2527 | -1543 | 1.64 |
| 12M 2015 | 2315 | -1437 | 1.61 |
| 12M 2014 | 2308 | -1412 | 1.63 |
| 12M 2013 | 2028 | -1251 | 1.62 |
| 12M 2012 | 1851 | -1169 | 1.58 |
| 12M 2011 | 1655 | -1053 | 1.57 |
| 12M 2010 | 1467 | -923 | 1.59 |
| 12M 2009 | 1389 | -880 | 1.58 |
| 12M 2008 | 1240 | -786 | 1.58 |
COGS atau HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan produk atau jasa. Harga pokok penjualan dan harga jual adalah hal yang berbeda. Namun, dengan menggunakan HPP, perusahaan dapat menentukan harga jual yang sesuai untuk dibebankan kepada konsumen. Agar perusahaan mendapatkan laba, maka harga jual yang ditetapkan harus lebih besar dari HPP.
Saya sendiri menggunakan rasio revenue terhadap HPP. atau COGS. Makin besar rasio tersebut makin bagus sebenarnya rasio Revenue/COGS ini hanyalah ekspresi lain untuk menyatakan GPM atau gross profit margin.
Untuk TCID rasio revenue/cogs terbesar terjadi di 2016, ketika itu rasio revenue/cogs mereka mencapai 1,64. Sedangkan rasio paling rendah terjadi di 2021 yang nilainya hanya 1,2.Tahun 2019 meskipun revenue TCID mencapai rekor tertinggi 2,8 Triliun tapi rasio revenue terhadap cogs mereka hanya 1,5. Masih kalah sama 2016. Jadi dapat dikatakan 2016 adalah puncak kinerja TCID.
Arus Kas

| Tahun | CFO (M) | Capex (M) | FCF (M) | Liabilitas (M) | Liabilitas/FCF |
| 2021 | 153 | -53 | 100 | 481 | 4.8 |
| 2020 | 311 | -50 | 261 | 449 | 1.7 |
| 2019 | 127 | -127 | 0.1 | 532 | 5320.0 |
| 2018 | 193 | -202 | -9 | 473 | -52.6 |
| 2017 | 364 | -169 | 194 | 504 | 2.6 |
| 2016 | 264 | -158 | 106 | 402 | 3.8 |
| 2015 | 121 | -139 | -18 | 367 | -20.4 |
| 2014 | 124 | -307 | -183 | 570 | -3.1 |
| 2013 | 254 | -315 | -61 | 283 | -4.6 |
| 2012 | 250 | -86 | 164 | 164 | 1.0 |
| 2011 | 73 | -82 | -9 | 110 | -12.2 |
| 2010 | 157 | -69 | 88 | 99 | 1.1 |
| 2009 | 188 | -77 | 112 | 114 | 1.0 |
| 2008 | 101 | -130 | -28 | 94 | -3.4 |
Kondisi arus kas TCID ternyata kurang stabil trend nya karena arus kas mereka stagnan sedangkan Liabilitas mereka malah tumbuh lebih cepat dari arus kas.
CFO (arus kas yang berasal dari kegiatan operasional) terbesar terjadi di 2017 (364 M), capex (belanja modal seperti beli mesin dan bangun pabrik) terbesar terjadi di 2013 (315 M) sedangkan FCF (arus kas yang berasal dari kegiatan operasional setelah dikurangi dengan capex) terbesar terjadi di 2020 (261 M).
Di 2013 Capex besar karena perusahaan melakukan pembangunan dan pemindahan pabrik di kawasan industri BEST. Proses konstruksi mulai dilakukan pada Juni 2013.
CFO paling kecil di 2011 (73 M), capex terkecil di 2020 (50 M) dan FCF paling buruk di 2014 (minus 183 M)
- CFO rata-rata 191 M
- Capex rata-rata 140 M
- FCF rata-rata 51 M
Rasio Liabilitas terhadap FCF atau Liabilitas/FCF digunakan untuk melihat seberapa kuat arus kas perusahaan dalam membiayai operasi perusahaan. Nilai terbaik adalah di bawah 5 dan tidak boleh negatif. Rasio di atas 5 artinya perusahaan tersebut mengalami kesulitan dalam membiayai operasionalnya.
Di 2021, rasionya 4,8. Masih dalam kondisi tolerable. Masa terbaik TCID untuk rasio liabilitas/FCF terjadi di 2012 dan 2009.
Valuasi
Berhubung FCF rata – rata TCID adalah 50 miliar maka market cap idealnya adalah 500 milyar – 750 miliar sesuai dengan target BEP 10-15 tahun.
Itu artinya harga wajar TCID adalah 2475 – 3710
Namun jika kita menggunakan benchmark FCF terbaru di 2021 maka market cap ideal TCID adalah 1 Triliun – 1,5 Triliun atau kisaran harga 4950 – 7425.
Saat ini harga saham TCID = 4860 dengan market capital 978 miliar.
Tergantung investor sekarang mau tentukan valuasi pakai benchmark FCF rata-rata atau pakai FCF terbaru. Saya sendiri lebih suka pakai valuasi FCF terbaru. Sehingga dengan demikian TCID sudah dalam kategori undervalued.
Pekerjaan rumah TCID sekarang adalah bagaimana caranya mengubah FCF menjadi laba.
Overview Kinerja TCID 2021

- Revenue terbesar TCID adalah produk perawatan rambut terutama pomade Gatsby. Sedangkan produk ini saingannya sangat banyak mulai dari industri rumahan hingga produk bajakan
- Berdasarkan data penjualan per segmen, penurunan penjualan terbesar dicatatkan oleh produk perawatan kulit dan makeup dan produk wangi-wangian yang masing-masing turun 8,9% dan 6,1% dibanding tahun 2020. Sementara itu, produk perawatan rambut mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 8,2% dari
Rp727,28 miliar di tahun 2020 menjadi Rp787,28 miliar. - Penjualan ekspor menghadapi tantangan lain selain kondisi pandemi Covid-19 di berbagai negara tujuan ekspor. Proses pengiriman produk mengalami kendala akibat krisis supply chain yang terjadi secara global. Akibatnya, pengiriman produk tidak bisa berjalan sesuai rencana dan biaya pengiriman mengalami peningkatan.
- kenaikan biaya bahan baku dan masih belum pulihnya permintaan konsumen memberikan pengaruh pada meningkatnya rasio biaya
pokok penjualan di tahun 2021. - Selama masa pandemi Covid-19, produk makeup bibir yang kontribusi penjualannya cukup besar mencatatkan penurunan permintaan seiring dengan penggunaan masker. Di sisi lain, produk makeup mata mencatatkan peningkatan permintaan tapi belum bisa menggantikan penurunan penjualan di kategori makeup bibir.
- Di sisi produksi, Perseroan mengalami beberapa kendala terkait kondisi pandemi Covid-19 seperti pengadaan bahan baku impor dan penghentian kegiatan produksi sehubungan dengan adanya kasus positif Covid-19 terutama di masa gelombang kedua pandemi pada kuartal 3 tahun 2021.
- Kendala supply chain yang dihadapi oleh penjualan ekspor juga menghambat pengiriman bahan baku impor karena terbatasnya kontainer yang tersedia. Keterlambatan ini tentunya berpengaruh kepada pemenuhan permintaan konsumen. Untuk itu, Mandom terus mengupayakan adanyansupplier pengganti walau belum bisa memenuhi kebutuhan secara maksimal.
- Di sisi belanja modal, seperti di tahun 2020, TCID memutuskan untuk menunda investasi besar selama pandemi Covid-19 dan fokus untuk memaksimalkan sumber daya yang ada.
- Perusahaan masih rugi 75 miliar di 2021 tapi perusahaan bisa survive dengan free cashflow yang ada.
I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .
Untuk Update Insight Pintarsaham bisa di Channel Telegram Skydrugzstock
Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham
Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%
Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback 25.000 gunakan Referal bank Jago DRS4DBA0 https://jago.com/download
Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.


