Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSkydrugz Corner: Surat Terbuka Cathie Wood

Skydrugz Corner: Surat Terbuka Cathie Wood

Skydrugz Corner: Surat Terbuka Cathie Wood

ARKK ETF punya Cathie Wood menjadi salah satu ETF yang paling hancur lebur return nya di 2022. Sejak awal tahun sudah minus 63%. Bahkan investor paling newbie di $IHSG pun mungkin tidak separah ini return-nya. Ini minus 63% ARKK adalah minus total porto. ARKK itu adalah reksadana yang isinya ada 34 saham. Dan porsi paling gedenya adalah Tesla dan Zoom. Tesla minus 40an persen sejak awal tahun dan Zoom minus 60an persen sejak awal tahun. Untuk holding selengkapnya bisa cek di sini

Pantas saja ETF ARKK hancur lebur di 2022. Pada 2020 – 2021, banyak yang menjadikan ARKK dan Cathie Wood sebagai kiblat new economy. Di Indonesia pun banyak banget pengikutnya sampai beberapa bulan lalu mengatakan bahwa old economy is dead, long live new economy

Strategi yang dipakai ETF ARKK dan Cathie Wood ternyata hanya bisa berhasil di lingkungan Cheap Money di mana suku bunga rendah. Begitu suku bunga naik, langsung game over. Kita bisa lihat saham – saham teknologi di Indonesia seperti BUKA GOTO WIRG juga anjlok berat ikutan trend ARKK.

Itulah mengapa saya tulis tentang Metafora Ayam Kalkun

ETF ARKK itu seperti ayam kalkun yang awalnya gemuk ketika Interest Rates rendah tapi kemudian kena gorok waktu interest rates naik. Black Swan event

Karena mungkin sudah babak belur dan kena gorok sana – sini, akhirnya Cathie Wood membuat surat terbuka untuk The Fed. Lebih tepatnya sih surat terbuka dalam bentuk video.
https://cutt.ly/VBbWM9x

Inti dari surat terbuka dalam bentuk video tersebut adalah Cathie Wood menyalahkan The Fed karena telah menaikkan interest rates terlalu agresif. Wajar saja sih Cathie Wood marah sama The Fed. Naiknya interest rates benar-benar langsung mengubah sentimen market yang awalnya Cathie Wood cuan terus di zaman low interest rates langsung jadi rugi gede ketika Interest rates naik. Kalau kata Howard Marks, sebaiknya kita harus tahu sedang berada di Siklus yang mana

Pengaruh naiknya interest rates the fed terhadap IHSG pernah saya bahas di artikel lama

Data Lagging

Kesalahan pertama The Fed menurut Cathie Wood adalah The Fed menggunakan data lagging yang kuno seperti tingkat pengangguran dan inflasi sebagai alasan untuk menaikkan interest rates. The Fed melihat angka pengangguran berkurang, inflasi naik. Itu artinya ekonomi sudah terlalu sehat. Orang sehat tidak perlu lagi diberikan obat. The Fed pun mencabut semua obat yang selama ini disuntikkan ke market dan mulai meminta tagihan kepada pasien

Jadi The Fed itu ibarat dokter untuk market. Ketika 2020 pandemi, market sakit karena banyak pengangguran, banyak gagal bayar bank dan daya beli rendah. The Fed pun memberikan obat dengan injeksi printing money dan menurunkan interest rates nyaris zero agar pengangguran berkurang dan daya beli meningkat

Nah di 2022 tingkat pengangguran sudah turun dan daya beli naik terlihat dari Inflasi. Itulah mengapa The Fed menganggap pasien market sudah sehat maka saatnya hentikan pemberian obat injeksi printing money dan mulai tarik tagihan obat – obat-obatan dengan menaikkan interest rate.

Cathie Wood menganggap itu sebagai sebuah kesalahan karena harusnya The Fed melihat indikator lain seperti anjloknya harga emas, anjloknya harga lumber atau kayu, anjloknya harga kendaraan bekas dan meningkatnya inventory perusahaan ritel seperti Nike sebagai leading indicator bahwa sebentar lagi inflasi akan turun. Kalau The Fed menggunakan leading indicator ini maka The Fed mungkin akan lebih slow dalam menaikkan interest rate.

Banyak yang khawatir dengan agresifnya kenaikan interest rate. Begitu interest rates naik >4% maka kemungkinan besar investor di seluruh dunia akan memborong lebih banyak dollar dan membeli treasury bills Amerika Serikat karena mereka menganggap itu sebagai safe haven. Ketika semua modal tersedot ke dollar dan US Government Bond maka likuiditas di negara lain bisa kering yang pada gilirannya akan memicu krisis baru.

Itulah mengapa bukan cuma Cathie Wood yang protes pada The Fed. Elon Musk pun protes. Jamie Dimon, boss JP Morgan, pun bilang akan ada resesi kalau The Fed tetap agresif menaikkan interest rates.

The Fed sendiri menganggap bahwa kenaikan interest rate yang agresif harus dilakukan agar inflasi bisa ditekan. Mengapa inflasi harus ditekan? Agar kenaikan barang tidak menimbulkan chaos. The Fed merasa mereka sedang menyelamatkan ekonomi yang sudah overheat.

Jadi menurut kalian siapa yang benar Cathie Wood atau The Fed?

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here