Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeUncategorizedSkydrugz Corner: Perusahaan Laba Besar dan Undervalued di Bursa

Skydrugz Corner: Perusahaan Laba Besar dan Undervalued di Bursa

Skydrugz Corner: Perusahaan Laba Besar dan Undervalued di Bursa

Untung mencari strong company di bursa maka hal paling utama yang saya selalu lihat adalah berapa labanya. Perusahaan yang labanya besar adalah perusahaan yang strong. Dengan laba besar, perusahaan bebas melakukan apapun.

Masalahnya laba besar yang dicetak perusahaan sering kali tidak Sustainable karena utang perusahaan terlalu besar. Di tahun pertama, perusahaan bisa cetak laba besar. Namun di tahun selanjutnya, perusahaan kelimpungan karena revenue perusahaan dipakai untuk bayar bunga dan bayar utang. Contoh paling nyata adalah BUMI. Di 2008, perusahaan ini cetak laba hingga  372 juta dollar atau sekitar 4 Triliun rupiah. Tapi perusahaan ini juga punya utang 15 Triliun rupiah. Di tahun berikutnya atau 2009, laba BUMI 1,7 Triliun rupiah dan utangnya naik jadi 35 Triliun rupiah.

Jadi itu adalah warning signs. Laba anjlok >50% dan Utang naik lebih dari 100%. Jika melihat kondisi perusahaan seperti ini di masa depan, langsung get out saja. Di 2009, PBV BUMI adalah 3,4. Masih overvalued. Laba anjlok, utang naik.

Jadi kalau melihat laba perusahaan, lihat juga tingkat utang yang besar. Selama bertahun-tahun BUMI sibuk bayar bunga utang saja. Dari 2009 hingga 2021, itu saja yang dilakukan BUMI. Restrukturisasi utang. Di 2009 utang 35 Triliun, sedangkan di Q3 2021 utang BUMI 27 Triliun. Selama 1 dekade lebih, utang BUMI hanya turun 8 Triliun saja. Dan Itu pun mayoritas utang BUMI tidak dibayar lewat kas tapi lewat Debt to Equity swap alias konversi utang jadi ekuitas.

Jadi kuncinya adalah cari perusahaan yang cetak laba besar tanpa harus menggunakan banyak utang.

Lalu perusahaan apa yang masuk kriteria tersebut?
Laba Besar

Pertama, kita perlu definisikan dulu definisi laba besar. Kalau menurut saya, definisi laba besar adalah jika laba perusahaan lebih dari 1 Triliun setahun.

Dari semua perusahaan di IHSG saat ini, hanya ada 62 perusahaan di bursa yang mencetak laba lebih dari 1 Triliun per September 2021.

Dan dari 62 perusahaan tersebut yang memiliki laba super tebal karena labanya lebih dari 10 Triliun dalam setahun ini hanya 7 Perusahaan yakni:

Saham Laporan Keuangan
Laba Bersih (Milyar)
BBCA 31 Dec 21 31422,66
BBRI 31 Dec 21 31066,59
BMRI 31 Dec 21 28028,15
TLKM 30 Sep 21 18872,00
ASII 30 Sep 21 14977,00
SRTG 30 Sep 21 14071,90
BBNI 31 Dec 21 10898,52

BBCA menjadi perusahaan dengan laba terbesar yang mencapai 31,4 Triliun. Di posisi kedua adalah BBRI dengan laba 31,06 Triliun. Di posisi selanjutnya adalah BMRI, TLKM, ASII, SRTG, dan BBNI.

Yang cukup luar biasa adalah SRTG punya laba 14 Triliun padahal baru rilis LK Q3 2021. Itu jauh lebih besar dari laba BBNI yang hanya cetak laba 10,8 Triliun saja selama 2021.

Utang Kecil

Punya laba besar saja tidak cukup. Selanjutnya kita perlu lihat berapa utang berbunga perusahaan.

Definisi utang berbunga yang kecil menurut saya adalah jika laba perusahaan bisa untuk melunasi utang perusahaan dalam jangka waktu 5 tahun atau rasio utang terhadap laba adalah kurang dari 5. Dan dari 62 perusahaan yang memiliki laba besar di bursa, hanya 38 perusahaan yang memiliki utang kecil yakni:

Saham Laba (Milyar) Utang Bunga (Milyar) Rasio Utang/Laba PBV Harga
BBCA 31422.66 0 0 4.76 7825
BBRI 31066.59 0 0 2.34 4450
BMRI 28028.15 0 0 1.76 7725
TLKM 18872 54368 2.88088173 4.21 4450
ASII 14977 74337 4.963410563 1.32 5450
BBNI 10898.52 0 0 1.16 7700
BYAN 9313.31 2117.68 0.2273821015 6.78 36000
UNTR 7817.23 10693.21 1.367902697 1.3 23050
ADRO 6027.75 24348.81 4.039452532 1.2 2170
UNVR 5758.15 1850 0.3212837456 34.43 3900
HMSP 5554.49 703.71 0.1266920995 4.1 965
PTBA 4768.01 6.84 0.00143456075 1.6 2880
GGRM 4134.57 728.57 0.1762142133 1.02 30500
MEGA 4008.05 0 0 3.48 9575
ITMG 3888.21 2255.64 0.5801229872 1.65 21875
BNGA 3150.48 0 0 0.57 960
BRIS 3028.2 0 0 2.75 1670
GEMS 2814.42 1373.92 0.4881716304 8.14 6600
CPIN 2676.01 5660.94 2.115440525 3.97 5850
NISP 2519.57 0 0 0.48 670
BBTN 2376.23 0 0 0.88 1770
KLBF 2287.73 648.14 0.2833114048 4.13 1635
PNBN 2257.69 0 0 0.43 795
BTPN 2046.08 0 0 0.66 2680
MCOL 1849.08 458.02 0.2477015597 3.01 3550
INCO 1760.58 28.01 0.01590952981 1.57 4780
ANTM 1710.46 6668.4 3.898600377 2.18 1845
MNCN 1682.64 2974.36 1.767674607 0.87 940
SMMA 1523.14 0 0 3.7 12300
BSSR 1485.94 539.93 0.3633592204 2.57 3020
AALI 1469.19 5709.89 3.886420409 0.97 10075
BDMN 1408.96 0 0 0.54 2450
PNLF 1330.3 0 0 0.21 174
INTP 1208.26 302.86 0.250657971 1.87 10925
BJTM 1185.4 0 0 1.08 760
AMRT 1107.15 2997.61 2.707501242 6.29 1235
BTPS 1096.29 0 0 4.33 3780
SCMA 1063.97 400.76 0.3766647556 4.64 274

Menurut saya 38 perusahaan di tabel di atas semuanya layak investasi karena laba perusahaan – perusahaan di atas besar dan rasio utang berbunga terhadap laba perusahaan kurang dari 5.

Sebagai contoh BBCA punya laba 31 Triliun dan tidak memiliki utang berbunga sama sekali. Sehingga rasio laba terhadap utang berbunga perusahaan adalah nol. Dengan demikian laba BBCA tidak harus tergerus oleh beban bunga yang besar.

Dari perusahaan yang masuk daftar di atas, yang memiliki rasio utang berbunga agak besar hanya ASII, rasionya 4,96. Itu karena laba bersih ASII di Q3 2021 14,9 Triliun sedangkan utang berbunganya mencapai 7,4 Triliun rupiah. Tapi menurut saya, ASII masih cukup sehat dan akan mampu melunasi utangnya dengan kemampuan cetak laba yang seperti sekarang.

Valuasi

Setelah melihat tingkat laba dan tingkat utang maka langkah selanjutnya adalah melihat valuasi.

Dari 38 perusahaan yang memiliki laba besar dan Utang Kecil di atas, yang memiliki valuasi murah dari segi PBV adalah:

Saham Laba (Milyar) Rasio Utang/Laba PBV Harga
PNLF 1330.3 0 0.21 174
PNBN 2257.69 0 0.43 795
NISP 2519.57 0 0.48 670
BDMN 1408.96 0 0.54 2450
BNGA 3150.48 0 0.57 960
BTPN 2046.08 0 0.66 2680
MNCN 1682.64 1.767674607 0.87 940
BBTN 2376.23 0 0.88 1770
AALI 1469.19 3.886420409 0.97 10075
GGRM 4134.57 0.1762142133 1.02 30500
BJTM 1185.4 0 1.08 760
BBNI 10898.52 0 1.16 7700
ADRO 6027.75 4.039452532 1.2 2170
UNTR 7817.23 1.367902697 1.3 23050
ASII 14977 4.963410563 1.32 5450
INCO 1760.58 0.01590952981 1.57 4780
PTBA 4768.01 0.00143456075 1.6 2880
ITMG 3888.21 0.5801229872 1.65 21875
BMRI 28028.15 0 1.76 7725
INTP 1208.26 0.250657971 1.87 10925
ANTM 1710.46 3.898600377 2.18 1845
BBRI 31066.59 0 2.34 4450
BSSR 1485.94 0.3633592204 2.57 3020
BRIS 3028.2 0 2.75 1670
MCOL 1849.08 0.2477015597 3.01 3550
MEGA 4008.05 0 3.48 9575
SMMA 1523.14 0 3.7 12300
CPIN 2676.01 2.115440525 3.97 5850
HMSP 5554.49 0.1266920995 4.1 965
KLBF 2287.73 0.2833114048 4.13 1635
TLKM 18872 2.88088173 4.21 4450
BTPS 1096.29 0 4.33 3780
SCMA 1063.97 0.3766647556 4.64 274
BBCA 31422.66 0 4.76 7825
AMRT 1107.15 2.707501242 6.29 1235
BYAN 9313.31 0.2273821015 6.78 36000
GEMS 2814.42 0.4881716304 8.14 6600
UNVR 5758.15 0.3212837456 34.43 3900
PBV kurang dari 1
Saham PBV Harga
PNLF 0.21 174
PNBN 0.43 795
NISP 0.48 670
BDMN 0.54 2450
BNGA 0.57 960
BTPN 0.66 2680
MNCN 0.87 940
BBTN 0.88 1770
AALI 0.97 10075
Untuk yang memiliki PER di bawah 10
Saham Harga PER PBV
PNLF 174 3.14 0.21
BSSR 3020 3.99 2.57
ITMG 21875 4.77 1.65
MCOL 3550 5.12 3.01
PTBA 2880 5.22 1.6
BNGA 960 5.74 0.57
NISP 670 6.1 0.48
MNCN 940 6.31 0.87
PNBN 795 6.36 0.43
BJTM 760 7.22 1.08
BBTN 1770 7.89 0.88
BTPN 2680 8 0.66
UNTR 23050 8.25 1.3
ADRO 2170 8.64 1.2
BYAN 36000 9.66 6.78
AALI 10075 9.9 0.97
Untuk yang memiliki PBV < 1 dan PER < 10
Saham Harga PBV PER
PNLF 174 0.21 3.14
BNGA 960 0.57 5.74
NISP 670 0.48 6.1
MNCN 940 0.87 6.31
PNBN 795 0.43 6.36
BBTN 1770 0.88 7.89
BTPN 2680 0.66 8
AALI 10075 0.97 9.9

Menurut saya saham – saham ini semuanya layak investasi untuk long term. Karena secara laba, mereka mampu cetak laba yang sangat besar hingga lebih dari 1 Triliun. Secara utang, bisa dibayar oleh kemampuan cetak laba perusahaan. Dan secara valuasi, mereka semua undervalued, terutama yang PBV < 1 dan PER < 10. Tinggal tunggu waktu saja mereka diapresiasi market.

Dividend

Tapi untuk lebih afdhol nya, maka cari juga perusahaan yang bagi dividen. Sehingga selama masa penantian diapresiasi market, kita bisa dapat uang tunggu. Di antara semua perusahaan tersebut yang bagi dividen antara lain:

Saham Harga PBV PER Dividend Yield
BNGA 960 0.57 5.74 4.59%
AALI 10075 0.97 9.9 2.53%
MNCN 940 0.87 6.31 0.85%

Menurut saya 3 emiten ini BNGA AALI MNCN bisa dijadikan tempat untuk investasi.

Tinggal menunggu diapresiasi market.

Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham

Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Kode referal Akun Binance SV06XFJZ

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here